8 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Otak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Otak merupakan organ yang sangat kompleks dan berfungsi dalam mengatur segala proses dalam tubuh, termasuk dalam mengatur detak jantung, keseimbangan cairan, tekanan darah, keseimbangan hormon, dan suhu tubuh. Otak juga merupakan organ yang bertanggung jawab dalam terjadinya gerakan, kognisi, kemampuan belajar, mengingat, emosi bahkan kesehatan manusia. Sayangnya, tanpa kita sadari, beberapa hal kecil yang kita lakukan sehari-hari ternyata dapat merusak otak dan mengganggu fungsinya.

BACA JUGA: 5 Hal Sederhana yang Ternyata Baik untuk Otak

Semua yang Anda lakukan akan mempengaruhi tubuh Anda

Pernahkah Anda merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah lupa? Mungkin salah satu penyebabnya adalah Anda lupa untuk merawat bagian penting dari tubuh Anda, yaitu otak Anda.

Sebuah studi menyatakan bahwa kebiasaan buruk yang Anda lakukan dapat merusak sel-sel otak baik dalam jangka pendek ataupun panjang. Hal tersebut juga dapat mengarah ke perkembangan penyakit degeneratif pada tubuh. Oleh karea itu, kita harus mengetahui kebiasaan apa yang dapat merusak sel-sel otak Anda.

Kebiasaan Anda yang merusak otak

1. Tidak sarapan

Sarapan merupakan hal terpenting untuk dilakukan sebelum memulai kegiatan sehari-hari. Membiasakan diri dengan sarapan di pagi hari dapat mempengaruhi kinerja, daya tahan, dan situasi emosional. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan Anda kekurangan energi, kehilangan konsentrasi dan memori, suasana hati yang buruk, kinerja fisik dan intelektual miskin. Terlebih, kebiasaan melewatkan sarapan ternyata dapat membuat gula darah rendah, sehingga membuat tubuh kekurangan zat gizi yang dibutuhkan oleh otak. Dan pada akhirnya, kebiasaan tersebut dapat merusak otak dalam jangka panjang. Sebagai contoh, sebuah studi di Jepang di lebih dari 80.000 orang menemukan bahwa melewatkan sarapan meningkatkan risiko mengalami stroke dan tekanan darah tinggi.

BACA JUGA: 6 Pilihan Makanan Terbaik Untuk Sarapan

2. Konsumsi terlalu banyak gula

Ternyata, terlalu banyak gula atau mengonsumsi makanan/minuman manis dapat menghambat penyerapan protein dan zat gizi dalam tubuh. Akibatnya, perkembangan otak dapat terhambat dan memungkinkan untuk terjadinya kekurangan gizi (malnutrisi).

3. Kebanyakan makan

Tidak ada yang salah dari hobi makan. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah, ternyata makan berlebihan dapat menyebabkan akumulasi zat sisa dalam bentuk lemak dan pengerasan arteri serebral, yang berdampak pada menurunnya kekuatan mental Anda. Sebuah studi yang dilakukan oleh Program Neuroscience di Penyalahgunaan Zat di Universitas Vanderbilt menemukan bahwa orang yang secara teratur makan makanan berlemak secara berlebihan dapat menderita kerusakan di otak. Hal tersebut dapat menyebabkan otak untuk mengirim sinyal untuk terus makan, meskipun orang tersebut sebenarnya sudah kenyang.

4. Merokok

Merokok bukan hanya membahayakan paru-paru saja, namun juga dapat merusak otak karena kebiasaan merokok ternyata dapat mengurangi asupan oksigen ke otak. Merokok juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer dan mengganggu mengganggu reproduksi DNA yang benar, karena amina heterosiklik yang dilepaskan selama pembakaran rokok mengarah ke mutasi yang menyebabkan sel-sel kanker.

BACA JUGA: Kenapa Merokok Lebih Berbahaya Bagi Wanita

5. Kurang tidur

Kita semua tahu bahwa setiap orang setidaknya membutuhkan tidur kurang lebih 8 jam per hari untuk beristirahat. Tidur yang kurang ternyata dapat mempercepat kematian sel-sel otak dalam jangka waktu yang pendek, dan akan membuat Anda cepat merasa lelah dan memiliki suasana hati yang buruk setiap harinya. Oleh karena itu, untuk menghindari gangguan tersebut penting untuk selalu mendapatkan tidur malam yang baik.

6. Menutup kepala saat tidur

Tidur dengan kepala Anda tertutup dapat meningkatkan konsentrasi karbon dioksida dan mengurangi jumlah oksigen pada otak yang dapat menimbulkan efek berbahaya pada otak.

7. Minum alkohol

Alkohol dapat merusak organ tubuh, terutama sistem saraf, hati, dan jantung. Hal tersebut akan berdampak pada reaksi kimia yang terjadi di otak. Alkohol dapat mempengaruhi otak dalam banyak hal, seperti gangguan memori dan memperlambat waktu reaksi.

8. Kurangnya integrasi sosial

Psikolog umumnya sepakat bahwa otak kita berfungsi terbaik ketika kita memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kurangnya kontak sosial dapat menyebabkan depresi, perasaan kesepian, dan bahkan mempengaruhi kemampuan kita untuk mengingat banyak hal. Biasanya, anak-anak yang tidak mendapatkan kontak sosial yang cukup dengan orang tua dan rekan-rekan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan masalah psiko-sosial. Sementara itu, pada orang dewasa, kurangnya integrasi sosial juga dapat menyebabkan membentuk kebiasaan buruk seperti minum-minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit