Waspada Gejala Kelelahan Ekstrim yang Bikin Anda Mager Total

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kelelahan adalah hal yang wajar dialami oleh siapa saja karena faktor rutinitas pekerjaan ataupun olahraga. Tetapi jika Anda tiba-tiba merasa lebih lelah dari biasanya saat sedang melakukan rutinitas harian Anda seperti biasanya, kemungkinan Anda mengalami intoleransi aktivitas. Meskipun kelelahan ekstrim hanya terjadi sesekali atau saat sedang melakukan aktivitas fisik berat, namun ini tidak bisa disepelekan. Kelelahan ekstrim dapat menjadi pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa itu intoleransi aktivitas akibat kelelahan ekstrim?

Intoleransi aktivitas (exercise intolerance) merupakan suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat menjalankan suatu aktivitas fisik yang pada umumnya dianggap dapat dilakukan oleh kelompok individu dengan jenis kelamin dan usia yang sama.

Intoleransi aktivitas dipicu oleh kelelahan ekstrim akibat kurangnya asupan energi yang disebabkan gangguan penggunaan nutrisi makanan dan oksigen. Tingkat intoleransi aktivitas dapat bervariasi, artinya kelelahan atau penurunan kapasitas aktivitas dapat muncul saat seseorang sedang melakukan pekerjaan sedang ataupun berat — bahkan saat sedang melakukan pekerjaan yang ringan sekalipun.

Beberapa penyakit kronis bisa sebabkan intoleransi aktivitas

Intoleransi aktivitas dapat dialami oleh seseorang yang menderita penyakit jantung atau gangguan mitokondria sebagai penghasil energi pada tingkat sel. Sindrom mager total ini juga dapat dialami oleh seseorang yang memiliki sindrom metabolik seperti obesitas dan diabetes. Namun sebagian besar penyebab utama intoleransi aktivitas adalah gagal jantung diastolik.

Gagal jantung diastolik merupakan suatu kondisi saat jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup saat sedang fase relaksasi denyut jantung. Ini menyebabkan darah dari jantung yang dipompa ke seluruh tubuh menjadi lebih sedikit dan akhirnya jumlah oksigen dan nutrisi yang didistribusikan tidak mencukupi, terutama saat sedang melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

Sederhananya, kondisi gagal jantung diastolik menyebabkan otot tidak mendapatkan cukup darah yang dibutuhkan saat sedang aktif melakukan pekerjaan sehingga menimbulkan intoleransi aktivitas. Hal ini ditandai dengan penurunan performa dan kapasitas baik dalam berolahraga ataupun melakukan kegiatan sehari-hari.

Tanda dan gejala kelelahan ekstrim (intoleransi aktivitas)

Berikut beberapa hal yang perlu dicurigai sebagai tanda dari intoleransi aktivitas, diantaranya:

1. Terlalu cepat lelah

Siapa saja dapat mengalami kelelahan ekstrim saat melakukan pekerjaan fisik, termasuk seseorang yang memiliki kondisi fisik yang fit sekalipun, karena otot harus harus mengolah oksigen dan nutrisi secara bersamaan.

Namun pada individu yang mengalami intoleransi aktivitas, rasa kelelahan ekstrim dapat muncul dalam hitungan menit sejak ia mulai beraktivitas yang ditandai dengan kehabisan napas dan otot terasa lemas. Lebih buruknya lagi jika hal tersebut dapat muncul saat melakukan kegiatan yang tidak terlalu banyak menggunakan otot seperti saat sedang makan atau menulis.

2. Otot mudah kram

Kegiatan pemanasan merupakan salah satu cara menghindari kram otot dan meningkatkan denyut jantung sesaat sebelum berolah raga. Tetapi jika Anda mengalami intoleransi aktivitas, kegiatan pemanasan dan olahraga ringan sudah dapat menimbulkan rasa kram. Bahkan rasa nyeri yang ditimbulkan dapat bertahan hingga beberapa hari.

3. Perubahan tekanan darah

Intoleransi aktivitas biasanya ditandai dengan perubahan dari tekanan darah normal saat sedang tidak melakukan aktivitas fisik namun langsung meningkat drastis hingga menjadi tekanan darah tinggi saat berdiri atau berjalan barang beberapa menit.

4. Denyut jantung terlalu rendah

Denyut jantung yang terlalu rendah didefinisikan sebagai tidak adanya peningkatan denyut jantung yang signifikan saat terjadi peningkatan intensitas aktivitas fisik. Denyut jantung yang sehat akan bertambah cepat seiring dengan intensitas gerakan otot, sedangkan jika denyut jantung terlalu rendah maka hal tersebut menunjukan kapasitas jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan metabolisme yang disebabkan peningkatan intensitas aktivitas.

5. Gejala depresi

Kelelahan mental seperti penurunan konsentrasi dapat dialami seseorang setelah berolahraga, tetapi jika seseorang tersebut mengalami intoleransi aktivitas, kelelahan mental tersebut dapat memicu gejala depresi seperti mudah marah, tidak bertenaga, sedih, cemas dan mengalami disorientasi.

6. Mengalami cyanosis

Cyanosis adalah kondisi perubahan warna kulit wajah menjadi pucat akibat gangguan aliran darah atau gangguan distribusi oksigen saat sedang berolahraga. Cyanosis merupakan kondisi serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Siapa yang berisiko mengalami intoleransi aktivitas?

Intoleransi aktivitas dapat dialami oleh siapa saja yang mengalami gangguan kesehatan yang berpotensi mengganggu sirkulasi darah. Intoleransi aktivitas lebih mungkin dialami oleh remaja dan orang dewasa yang mengalami masalah sindrom metabolik dan gangguan kesehatan jantung.

Intoleransi aktivitas juga dapat terjadi pada usia anak-anak. Namun akar penyebabnya cenderung berasal dari gangguan sistem pernapasan, kardiovaskuler, dan sistem saraf otot serta gangguan akibat tekanan mental yang berdampak pada kondisi fisik dan perilaku.

Tips mengatasi kelelahan ekstrim (intoleransi aktivitas)

Berikut beberapa cara untuk meminimalisir munculnya intoleransi aktivitas terutama jika Anda berisiko mengalaminya:

  • Jangan berhenti berolahraga – mungkin Anda berpikir berhenti olahrgaa adalah cara yang tepat untuk menangani intoleransi aktivitas. Sebetulnya olahraga tetap diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kapasitas aliran darah. Sesi olahraga tidak perlu terlalu lama asalkan dapat meningkatkan intensitas asupan oksigen seperti melakukan angkat beban beberapa kali dalam seminggu dan dimulai perlahan.
  • Sering beristirahat saat berolahraga – ini merupakan salah satu strategi untuk membantu agar tubuh lebih tahan lama berolahraga. Selain itu olahraga dengan periode istirahat yang sering cenderung aman dan dapat ditoleransi seseorang dengan gangguan jantung dan rasa kelelahan lebih mudah dikenali.
  • Perhatikan kondisi diri Anda – latihlah diri Anda untuk mengenali kondisi fisik saat mulai merasakan kelelahan dan berhenti untuk beristirahat, setidaknya saat tubuh mulai merasa tidak nyaman. Hindari terlalu memaksakan diri dan prioritaskan kesehata, serta tinjau kemampuan tubuh Anda dalam beradaptasi saat berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Siapa tidak kenal dengan Dolly si Domba, mamalia hasil kloningan pertama yang sempat menggemparkan dunia. Lantas, apakah sudah ada hasil kloning manusia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Kesehatan Wanita, Menstruasi 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Kenapa otot jadi mengencang atau membesar kalau kita rajin berolahraga? Lalu bagaimana olahraga bisa membuat jantung lebih sehat?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kebugaran, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganglion

Kista Ganglion

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
telapak kaki datar flat feet

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang

5 Olahraga untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahunan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit