Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Walaupun sering terkena sabun, mesin cuci sebenarnya merupakan habitat ideal bagi berbagai jenis mikroba, seperti bakteri. Sebagian besar bakteri pada mesin cuci berasal dari pakaian kotor. Jika mesin cuci tidak rutin dibersihkan, berbagai mikroba ini dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit.

Berbagai jenis bakteri pada mesin cuci kotor

Pakaian kotor yang diletakkan pada mesin cuci biasanya telah terkontaminasi oleh berbagai bakteri, virus, dan jamur yang berasal dari lingkungan.

Mesin cuci sendiri memiliki sifat yang lembap dan hangat. Kondisi ini tentu sangat tepat untuk bakteri pada mesin cuci berkembang biak.

Ada berbagai jenis mikroba yang mendiami mesin cuci. Mengutip sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Microbiology, berikut adalah beberapa bakteri yang ada pada mesin cuci kotor.

1. Staphylococcus (staph)

Secara alamiah, bakteri Staphylococcus hidup di permukaan kulit dan hidung. Bakteri ini dapat berpindah dari kulit ke pakaian, lalu pada mesin cuci.

Jumlahnya akan bertambah seiring menumpuknya pakaian, terutama jika mesin cuci dibiarkan kotor.

Infeksi staph terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga berisiko mengalami kondisi ini.

Infeksi bahkan dapat berlanjut menjadi masalah kulit, seperti:

  • Bisul berisi nanah
  • Selulitis (infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam)
  • Impetigo (infeksi kulit menular yang ditandai dengan ruam nyeri)
  • Staphylococcal scalded skin syndrome (ruam dan luka lepuh akibat racun yang diproduksi bakteri staph)

2. Escherichia coli (E. coli)

Bakteri E. coli sebenarnya bermanfaat untuk memproduksi vitamin K2 dalam pembentukan feses. Namun, partikel feses yang mengandung bakteri ini bisa mengontaminasi pakaian kotor yang ada pada mesin cuci tanpa disadari.

Bakteri ini kemudian masuk ke tubuh melalui mulut. Beberapa jenis bakteri E. coli dapat menghasilkan racun dalam sistem pencernaan.

Kondisi ini akan mengakibatkan penyakit pada saluran cerna seperti diare, sakit perut, mual dan muntah, hingga infeksi usus.

3. Corynebacterium

Corynebacterium adalah bakteri normal yang terdapat pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Sebagian besar spesies Corynebacterium tidak menyebabkan penyakit, tapi ada sejumlah spesies lainnya yang diketahui menyebabkan penyakit difteri.

Bakteri ini dapat berpindah ke pakaian dan tumbuh subur pada mesin cuci yang kotor. Infeksinya terbilang jarang, tapi orang yang sistem imunnya lemah harus berhati-hati karena lebih rentan terhadap infeksi.

4. Propionibacterium

Kulit Anda juga merupakan tempat tinggal ideal bagi propionibacterium. Bakteri ini berkembang biak dalam lingkungan yang banyak mengandung minyak, misalnya folikel rambut pada kulit wajah.

Bakteri ini juga bisa Anda temui pada mesin cuci yang jarang dibersihkan, alias kotor.

Propionibacterium dalam jumlah berlebih dapat menginfeksi folikel rambut, memicu reaksi peradangan, dan akhirnya menimbulkan jerawat. Jerawat yang terbentuk biasanya berbentuk papula (tanpa nanah) atau pustula (berisi nanah).

5. Pseudomonas

Bakteri pseudomonas hidup dan berkembang biak di lingkungan lembap serta berair. Itu sebabnya, bakteri ini berkembang biak dengan baik pada mesin cuci kotor.

Apalagi jika Anda sering menumpuk pakaian kotor dan lembap dalam waktu lama.

Infeksi pseudomonas biasanya tidak berpengaruh besar bagi orang sehat. Namun, mereka yang menderita penyakit kronis atau memiliki kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami gejala, seperti ruam dan jerawat berisi nanah.

Berbagai bakteri dalam mesin cuci yang kotor sebenarnya dapat ditemukan secara alamiah pada tubuh Anda. Bakteri-bakteri ini baru menginfeksi ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau Anda terpapar langsung.

Cara terbaik untuk mencegah kontaminasi adalah dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Jika Anda rutin menggunakan mesin cuci seminggu sekali, bersihkan mesin cuci Anda setiap bulan.

Apabila Anda menggunakan mesin cuci hanya sesekali setiap bulan, bersihkan mesin cuci Anda setiap beberapa bulan sekali. Gunakan air panas dan pemutih pakaian untuk membasmi setiap kuman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Dalam Negeri, Berita 11 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Uang termasuk salah satu benda yang kotor dan tempat bakteri bersarang. Lalu apa jenis dan dampak kesehatan dari bakteri pada uang kertas dan koin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Kembali bekerja di gedung perkantoran yang telah lama ditinggal kosong ternyata masyarakat perlu menghadapi ancaman kesehatan baru. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit