Awas! Ini Bahayanya Menelan Air Kolam Renang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda berenang, air kolam renang akan mengalir memasuki celah mulut sehingga Anda turut menelan kotoran, bakteri, dan parasit yang terdapat di dalamnya. Menelan air kolam renang dalam jumlah sedikit mungkin tidak akan berdampak pada kesehatan, tapi bagaimana jika Anda menelannya dalam jumlah yang banyak atau sering? Hal ini bisa jadi menimbulkan gangguan kesehatan yang tidak Anda sadari.

Ragam sumber penyakit yang terdapat pada air kolam renang

Salah satu sumber penyakit utama pada air kolam renang berasal dari urine. Faktanya, tidak sedikit orang yang membuang air kecil saat berenang. Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam laman WebMD bahkan turut menemukan bahwa tidak ada kolam renang yang benar-benar bersih dari kontaminasi urine.

Air kolam renang juga mengandung berbagai macam bakteri penyebab penyakit, di antaranya Pseudomonas aeruginosa dan Legionella. Infeksi Pseudomonas pada kulit dapat menimbulkan ruam, gatal, dan luka lepuh berisi nanah. Sementara itu, Legionella dapat menyebabkan infeksi saluran napas yang disebut legionellosis. Bahkan, ada pula beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi telinga pada perenang.

Memang, zat klorin atau kaporit digunakan supaya kolam renang bersih dari bakteri. Namun, kaporit dapat membentuk senyawa beracun jika bercampur dengan urine dan keringat, serta bisa menyebabkan keracunan bila tertelan. Selain itu, kaporit juga tidak mempan melawan parasit cryptosporidium yang dapat menyebabkan diare.

Bahaya menelan air kolam renang

Meskipun tidak selalu terjadi, hal ini berisiko menimbulkan sejumlah efek pada kesehatan. 

1. Keracunan kaporit

Kaporit adalah bahan kimia yang umum dimanfaatkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada air minum, kolam renang, dan limbah buangan pabrik. Selain itu, beberapa produk pembersih rumah juga menggunakan senyawa ini sebagai bahan aktifnya.

Kebanyakan kasus keracunan kaporit biasanya terjadi akibat seseorang tidak sengaja menelan produk pembersih mengandung kaporit. Namun, menelan air kolam renang dalam jumlah banyak juga bisa berbahaya dan menimbulkan gejala berupa batuk, kesulitan bernapas, rasa terbakar pada mulut, nyeri pada kerongkongan dan perut, hingga muntah.

Segera cari pertolongan medis bila anak Anda mengalami gejala ini saat bermain di kolam renang. Anda dapat memberikan air minum atau susu jika memungkinkan, tapi jangan memaksanya untuk memuntahkan air kolam yang tertelan kecuali tenaga medis menyarankan demikian.

2. Diare

Meskipun rutin dibersihkan, kolam renang tidak sepenuhnya terbebas dari bakteri penyebab penyakit. Jenis kontaminan lainnya yang paling banyak terdapat pada kolam renang adalah tinja, dan tinja mengandung banyak bakteri E. coli. Saat Anda menelan air kolam renang, bakteri E. coli bisa ikut tertelan lalu terbawa ke saluran pencernaan.

Penyakit diare juga dapat disebabkan oleh parasit cryptosporidium yang berkeliaran dengan bebas dalam air kolam renang. Parasit ini merupakan ancaman serius bagi pengguna kolam renang, khususnya anak-anak dan orang-orang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya.

Menelan air kolam renang bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terlepas dari banyak atau sedikitnya jumlah yang tertelan. Guna mencegah hal ini, selalu ikuti prosedur yang benar saat Anda berenang dan awasi anak-anak Anda saat mereka bermain di kolam renang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Leher Bayi Kemerahan dan Apa yang Bisa Ortu Lakukan

Kulit bayi yang lebih sensitif memicu munculnya berbagai masalah yang ditandai dengan leher bayi merah. Bahkan, disertai dengan rasa gatal dan tidak nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ada Rencana Berenang Saat Pandemi COVID-19? Begini Risiko Penularannya

Selama pandemi COVID-19 masih berlangsung, kekhawatiran berkegiatan di tempat umum masih cukup besar, termasuk berenang saat pandemi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Banyak wanita mengalami gangguan pencernaan seperti diare pada awal masa kehamilan. Namun, benarkah diare adalah tanda hamil muda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala psoriasis

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
alergi makanan

Alergi Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit
cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit