Sebenarnya, Apa Itu Dejavu dan Kenapa Bisa Terjadi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 September 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Dejavu adalah suatu keadaan di mana Anda merasa familiar dengan kondisi sekitar Anda, seolah-olah Anda sudah pernah mengalami hal tersebut dengan keadaan yang persis sama, padahal apa yang sedang Anda alami sekarang mungkin adalah pengalaman pertama Anda. Kejadian ini bisa berlangsung 10 sampai 30 detik, dan lebih dari satu kali. Jika ini terjadi pada Anda, Anda tidak perlu panik, karena menurut beberapa penelitian, dua sampai tiga orang yang pernah mengalami dejavu akan mengalaminya kembali.

Dejavu alias “déjà vu” berasal dari bahasa Prancis yang berarti “sudah pernah melihat”. Sebutan ini pertama kali dicetuskan oleh Émile Boirac, seorang filosofis dan ilmuwan asal Prancis pada tahun 1876. Banyak filosofis dan ilmuwan lain yang mencoba menjelaskan mengapa dejavu bisa terjadi. Menurut Sigmund Freud, terjadinya dejavu berhubungan dengan keinginan yang terpendam. Sementara menurut Carl Jung, dejavu berhubungan dengan alam bawah sadar kita.

Penjelasan pasti terkait alasan terjadinya déjà vu sulit untuk dicari karena studi tentang dejavu sendiri tidak mudah untuk dilakukan. Peneliti hanya bisa berpegang pada pengalaman dejavu seseorang yang bersifat retrospektif sehingga sulit mencari stimulus yang memicu dejavu.

Namun ada beberapa teori yang mungkin bisa menjawab mengapa Anda mengalami dejavu:

Dejavu karena temporal lobe seizure

Penyebab temporal lobe seizure alias kejang lobus temporal terkadang tidak diketahui. Namun trauma pada otak, infeksi, stroke, tumor otak, hingga faktor genetik dapat menyebabkan temporal lobe seizure. Saat mengalami serangan, penderita temporal lobe seizure dapat mengalami penurunan kemampuan untuk merespon lingkungan sekitar hingga melakukan aktivitas yang sama berulang-ulang seperti mendecakkan lidah atau menggerakkan jari-jari tangan secara tidak wajar. Sebelum serangan ini datang, biasanya penderita temporal lobe seizure akan mengalami sensasi aneh seperti merasakan takut yang tidak beralasan, halusinasi, dan dejavu.

Dejavu karena malfungsi sirkuit otak

Dapat terjadi malfungsi antara long term circuits dan short term circuits dalam otak kita. Ketika otak mencerna keadaan sekitar, informasi yang didapat bisa jadi langsung ditransfer ke bagian otak yang menampung memori jangka panjang. Ini menyebabkan kita merasakan dejavu, seolah-olah kita sudah pernah melihat dan merasakan kejadian yang kita alami sekarang di masa lalu.

Dejavu karena kerja rhinal cortex

Bagian yang disebut rhinal cortex di otak kita berfungsi untuk mendeteksi rasa familiar. Bagian ini mungkin saja teraktivasi tanpa memicu kerja hipokampus (bagian otak yang berfungsi sebagai memori). Ini dapat menjelaskan kenapa saat kita mengalami dejavu, kita tidak dapat mengingat dengan persis kapan dan di mana kita pernah merasakan pengalaman yang sama.

Dejavu lebih sering dilaporkan oleh penderita temporal lobe seizure dan penderita epilepsi. Apa yang menyebabkan dejavu terjadi pada individu yang normal dan sehat masih belum diketahui dengan jelas.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

    Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Psoriasis pada Kulit Kepala

    Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gangguan pencernaan anak

    Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    Seks dengan Lampu Menyala

    6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    teh tanpa kafein

    3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Waktu Efektif Minum Kopi

    Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit