7 Bahan Makanan Manis Pengganti Gula

Oleh

Gula merupakan bahan makanan yang tidak bisa dihindari dalam keseharian kita. Membuat minuman manis seperti teh, jus, atau susu juga memerlukan gula. Masakan juga ada yang memerlukan bahan dasar gula walaupun takaran gula yang diperlukan tidak banyak. Ketika bosan memakai gula, kita pun bertanya-tanya bahan lain untuk mengganti gula. Ada yang disebut sebagai pemanis buatan. Anda mungkin pernah mendengarnya sebagai salah satu bahan dasar gula di makanan kemas. Ada juga beberapa bahan alami seperti madu yang bisa dijadikan alternatif pengganti. Tapi benarkah pemanis buatan dan bahan alami tersebut lebih sehat daripada gula?

Pro dan kontra pemanis buatan

Pemanis buatan biasanya lebih manis dari gula biasa dan dibuat dari zat alami serta gula itu sendiri. Pemanis buatan ini bisa juga disebut pengganti gula sintetis. Klaim dari pemanis buatan ini adalah tidak mengandung kalori, ini alasan sering kita jumpai berbagai produk yang mengklaim ‘bebas gula’ atau ‘zero sugar’. Pemanis buatan biasanya juga digunakan untuk bahan rumahan juga, seperti untuk memasak dan membuat kue. Ketika akan menggunakan pemanis buatan, sebaiknya Anda memeriksa dulu label pada pemanis buatan agar takarannya tepat, karena takaran gula dengan pemanis buatan berbeda. Anda hanya membutuhkan sedikit saja dibanding dengan gula,  untuk membuat makanan terasa manis.

Manfaat pemanis buatan

Selain tidak akan menimbulkan gigi berlubang, pemanis buatan memiliki beberapa manfaat seperti:

  1. Berat badan yang stabil, sebab seperti yang sudah dijelaskan, tidak ditemukan kalori pada pemanis buatan. Namun perlu Anda garis bawahi, pemanis buatan juga tidak menutrisi tubuh. Berbeda dengan gula yang memiliki kalori, Anda bisa membayangkan bahwa satu softdrink 12 ons mengandung tambahan gula sekitar 10 sendok teh, maka kira-kira terdapat sekitar 150 kalori. Jika Anda ingin mencegah berat badan naik atau sedang menurunkan berat badan, sebaiknya ganti gula Anda. Tetapi, cara ini tidak sepenuhnya efektif, sebab ada beberapa peneliti berdasarkan situs Mayo Clinic, bahwa justru pemanis buatan dapat meningkatkan berat badan Anda.
  2. Alternatif gula untuk penderita diabetes. Hal ini disebabkan karena pemanis buatan bukan karbohidrat sehingga tidak menambah level gula darah. Tetapi Anda perlu mengkonsultasikannya ke dokter mengenai kategori pemanis buatan yang akan digunakan.

Risiko penggunaan pemanis buatan

Namun pemanis buatan diduga dapat menimbulkan permasalahan serius dengan kesehatan Anda, seperti memicu penyakit kanker. Pada tahun 1970, sakarin (salah satu jenis pemanis buatan) diduga memiliki kaitan dengan kanker kandung kemih yang ditemukan di sebuah laboratorium penelitian tikus. Dampak dari hal ini, sakarin sempat mendapat peringatan ‘tidak baik untuk kesehatan’. Meskipun begitu, pendapat berbeda dikemukakan oleh National Cancer Institute yang dikutip oleh Mayo Clinic, tidak ditemukan bukti ilmiah pemanis buatan yang telah mendapat lisensi dapat menimbulkan kanker atau masalah kesehatan serius lainnya.

Bagaimana dengan pemanis alami?

Pemanis alami dipercaya lebih sehat dari gula, tetapi faktanya tidak ada perbedaan yang signifikan dari kandungan vitamin dan mineralnya. Ketika dicerna dalam tubuh, keduanya akan menjadi glukosa dan fruktosa. Biasanya pemanis alami dikombinasikan dengan minuman seperti teh dengan asumsi agar lebih sehat, dan sebagai topping makanan. Selain masalah nutrisi yang sama, permasalahan yang ditimbulkan pun tak berbeda. Pemanis alami juga dapat menimbulkan gigi berlubang, bertambahnya berat badan, bahkan peningkatan trigliserida.

Bahan yang sering digunakan sebagai pengganti gula

Setelah mengetahui penjelasan pemanis alami dan buatan, berikut ini adalah daftar pemanis lain selain gula:

1. Asamsulfat potassium

Ditemukan pada soft drinks, gelatin, permen karet, frozen dessert. Tidak ada nutrisi yang bisa diambil dari asamsulfat potassium. Namun pemanis buatan ini disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) semenjak tahun 1988 hingga saat ini, hal ini berarti menunjukkan tidak ada masalah yang ditimbulkan. Asamsulfat potassium termasuk ke dalam pemanis buatan.

2. Madu

Madu diperoleh dari lebah yang mengambil sari pada bunga dan membawanya pada sarang lebah, yang diubah menjadi sirup yang kental untuk makanan koloninya. Salah satu kelebihan madu dibandingkan dengan gula adalah madu tidak meningkatkan gula dalam darah dalam waktu yang cepat, tetapi kalori yang terdapat dalam madu lebih besar dibandingkan dengan gula biasa. Kelebihan lainnya adalah madu menawarkan sekitar 132 mg potassium yang berfungsi membantu mengurangi sakit tenggorokan. Sedangkan madu mentah kaya akan vitamin B dan C yang baik untuk imunitas tubuh.

3. Agave nectar

Memiliki kelebihan rendahnya indeks glikemik. Selain itu juga dapat mengurangi sensitivitas insulin – tidak meningkatkan gula darah secara drastis – sebab lebih banyak mengandung fruktosa dibanding dengan gula. Proses pembuatannya pun memerlukan waktu yang lama, dihasilkan dari tanaman yang sama dengan tequila. Lalu, daun dipotong dan diambil getah dari inti tanaman tersebut yang disebut dengan pina. Selah melalui proses penyaringan dan pemanasan, akhirnya karbohidrat tersebut terurai menjadi gula. Kalorinya hampir sama dengan madu, bedanya agave nectar tidak mengandung antioksidan.

4. Sirup jagung fruktosa

Fruktosa dan glukosayang  didapatkan berasal dari sirup jagung yang diproses. Biasanya menjadi pengganti bahan sukrosa (pemanis buatan), karena dianggap lebih sehat untuk dikonsumsi daripada sukrosa. Namun kalorinya dapat meningkatkan risiko obesitas.

5. Stevia

Manis yang dihasilkan berasal dari daun yang disebut glikosida. Daun ditempatkan ke dalam air panas, agar glikosida dapat dikumpulkan. Stevia diduga dapat menurunkan tekanan darah dan level gula dalam darah, kelebihan lainnya adalah bebas kalori sehingga sangat membantu dalam penurunan berat badan.

6. Sukanat

Tebu diambil sarinya dan dipanaskan hingga kering, mengkristal dan menciptakan butiran cokelat gelap. Selain itu sukanat juga mengandung kalsium, vitamin A dan B6, potassium dan khrom.

7. Sucralose

Salah satu penelitian yang dikutip oleh Health.com menyebutkan bahwa Sucralose dapat bereaksi negatif terhadap imunitas tubuh, namun penelitian lain tidak dapat menemukan korelasi tersebut. Pemanis ini juga salah satu yang tidak sensitif terhadap panas. Selain itu, sucralose juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang menjalani program diet, sebab tidak terdapat kalori karbohidratnya.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca