Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic
Rhubarb adalah tanaman sayuran yang sering digunakan sebagai obat pencahar dan antidiare. Rhubarb sering diolah untuk menjadi obat, terutama pada keluhan pencernaan termasuk sembelit, diare, mulas, sakit perut, perdarahan gastrointestinal (GI), dan persiapan untuk prosedur diagnostik GI tertentu. Beberapa orang menggunakan rhubarb untuk mengurangi ketegangan saat buang air besar.
Ya, herbal ini diyakini bisa mengurangi rasa sakit wasir atau terlukanya lapisan kulit yang melapisi kanal anal (fisura anal). Penggunaan jangka pendek herbal ini sangat direkomendasikan. Rhubarb bisa digunakan sebagai bagian dari detoksifikasi. Rhubarb terkadang diaplikasikan pada kulit untuk mengobati luka akibat herpes zoster.
Tidak ada penelitian yang cukup mengenai cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa rhubarb memiliki reaksi pencahar, yang tercatat dalam kepustakaan ilmu farmasi.
Penggunaan herbal ini bersamaan dengan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan captopril, anti-arrhythmic, dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dalam memperlambat kegagalan ginjal daripada jika obat atau herbal tersebut digunakan secara terpisah.
Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.
Rhubarb adalah sayuran yang bisa dijadikan ekstrak kering pada takaran dosis herbal sebanyak 20 sampai dengan 50 mg/ kg setiap harinya, dan telah diuji secara klinis. Sedangakan dosis dari suplemen herbal dapat berbeda pada tiap pasien.
Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.
Rhubarb adalah salah satu suplemen herbal yang tersedia dalam bentuk ekstrak, bubuk, sirup, tablet, atau larutan.
Rhubarb adalah salah satu sayuran herbal dapat mengakibatkan beberapa efek samping termasuk:
Tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.
Anda sebaiknya memantau darah dan elektrolit urine bila sering menggunakan herbal ini, juga perhatikan gejala kram, mual, dan muntah-muntah; jika gejala ini terjadi, hentikan penggunaan rhubarb.
Anda sebaiknya menggunakan rhubarb dengan herbal pencegah sakit perut. Untuk penyerapan terbaik, herbal ini jangan digunakan dalam kurun waktu 1 jam dari obat lain, antasid, atau susu.
Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.
Jangan gunakan rhubarb apabila Anda:
Penggunaan obat antasid bisa mengurangi efektivitas dari produk herbal rhubarb jika digunakan dalam kurun waktu 1 jam pemakaian herbal. Penggunaan rhubarb jangka panjang bisa mengakibatkan kadar kalium rendah (hipokalemia) dan meningkatkan pengaruh obat anti-arrhytmic, cardiac glycosides, dan kortikosteroid.
Hipokalemia bisa terjadi dari penggunaan rhubarb dengan akar licorice, jadi hindari penggunaan secara bersamaan. Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.
Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar