home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Daun Perilla (Daun Basil Tiongkok) untuk Kesehatan

Manfaat Daun Perilla (Daun Basil Tiongkok) untuk Kesehatan

Daun perilla sering digunakan sebagai garnish (hiasan) sushi, atau diolah dalam makanan Korea seperti kimchi. Namun tidak hanya cantik sebagai hiasan, daun perilla punya manfaat untuk kesehatan bila dikonsumsi dengan cara yang tepat. Apa saja?

Kandungan nutrisi daun perilla

Perilla adalah daun yang sering dijadikan sebagai bahan dalam ramuan obat. Selain itu, daun perilla juga bermanfaat sebagai campuran untuk menyedapkan rasa masakan. Tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman basil dari Tiongkok.

Daun perilla punya kandungan nutrisi yang menyehatkan. Dalam 100 gram daun perilla terdapat 37 kalori, 1 gram lemak, 7 gram karbohidrat, 7 gram serat, vitamin C, dan mineral kalsium.

Manfaat daun perilla untuk kesehatan

1. Meredakan reaksi alergi

Daun perilla mengandung senyawa aktif bernama asam rosmarinat. Menurut dr. Steven Bratman, penulis buku Collins Alternative Health Guide, asam rosmarinat bersifat antiradang yang dapat mengurangi gejala alergi.

Daun perilla bisa membantu meredakan beberapa kondisi alergi seperti alergi kronis, alergi musiman, reaksi alergi akibat makanan (ikan dan kacang tanah), dan alergi sengatan lebah.

Sebuah penelitian dari jurnal Experimental Biology and Medicine pada tahun 2011 menemukan manfaat ekstrak daun perilla berpotensi mengurangi gejala alergi seperti pilek serta mata merah dan berair. Namun, pengujian studi ini masih terbatas pada tikus.

2. Mencegah dan menghambat perkembangan kanker

Menurut sebuah penelitian tahun 2012 terbitan International Journal of Nanomedicine, zat perillyl alcohol dalam daun perilla bermanfaat untuk pengobatan kanker.

Zat perillyl alcohol diduga dapat menghambat perkembangan tumor pada kanker kulit. Selain itu, zat ini juga dapat meningkatkan peluang hidup pada hewan ujicoba pengidap kanker hingga 80 persen.

3. Mengobati penyakit autoimun

Peneliti dari University of Maryland Medical Center melakukan penelitian pada hewan coba dengan menggolongkan daun perilla sebagai sumber makanan tinggi asam omega-3. Omega-3 telah lama dikaitkan manfaatnya untuk mengelola gejala penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan asma.

Pada asma, pengobatan medis menunjukkan hasil yang lebih baik ketika didampingi konsumsi suplemen minyak biji perilla.

Minyak biji perilla juga dapat menghambat pindahnya sel darah putih ke paru-paru dan membantu mencegah anafilaksis (reaksi alergi parah).

Akan tetapi, penelitian manfaat daun perilla untuk penyakit autoimun dan asma pada manusia masih butuh diteliti lebih lanjut.

4. Meredakan stress

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, daun perilla digunakan untuk meredakan gejala stress yang bisa berisiko depresi. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Journal Molecules tahun 2018 yang menguji manfaat ekstrak daun perilla pada tikus yang cemas.

Hasilnya ditemukan bahwa senyawa fenolik dalam daun perilla dapat menimbulkan efek antidepresan pada tikus. Senyawa ini juga dapat menghambat gangguan pemrosesan emosi yang dihasilkan oleh stres di otak tikus.

Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan daun perilla untuk meraup berbagai manfaat kesehatan di atas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Nutrional content of perilla leaves  https://www.livestrong.com/article/458097-nutritional-content-of-perilla-leaves/ diakses pada 28 Mei 2019.

benefits of perilla frustescens https://healthyeating.sfgate.com/benefits-perilla-frutescens-5139.html diakses pada 28 Mei 2019.

Perilla https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-477/perilla diakses pada 28 Mei 2019.

Oh, H., Park, C., Ahn, H., Park, Y. and Kim, H. (2011). Effect of Perilla frutescens var. acuta Kudo and rosmarinic acid on allergic inflammatory reactions. Experimental Biology and Medicine, 236(1), pp.99-106. diakses pada 28 Mei 2019.

Farazuddin, M., Sharma, B., Khan, A. A., Joshi, B., & Owais, M. (2012). Anticancer efficacy of perillyl alcohol-bearing PLGA microparticles. International journal of nanomedicine, 7, 35–47. doi:10.2147/IJN.S24920. diakses pada 28 Mei 2019.

Ahmed H. M. (2018). Ethnomedicinal, Phytochemical and Pharmacological Investigations of Perilla frutescens (L.) Britt. Molecules (Basel, Switzerland), 24(1), 102. doi:10.3390/molecules24010102. diakses pada 28 Mei 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 03/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x