home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cantiknya Bunga Telang dengan 4 Manfaatnya untuk Kesehatan

Cantiknya Bunga Telang dengan 4 Manfaatnya untuk Kesehatan

Kembang telang atau Clitorea ternatea merupakan tumbuhan dengan kelopak bunga berwarna biru yang dapat ditemukan di daerah tropis. Bunga telang sering diolah menjadi teh ini ternyata memiliki segudang manfaat yang baik untuk kesehatan Anda.

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui apa saja khasiat yang diberikan oleh kembang telang.

Segudang manfaat yang ditawarkan bunga telang

Sebagai pewarna makanan alami yang memiliki sifat antioksidan dan antihiperglikemik, bunga telang telah dipercaya sejak lama digunakan dalam pengobatan herbal.

Umumnya, daun bunga telang dikeringkan dan diolah menjadi teh dan sebagai pewarna alami dalam pengobatan Ayuverda dan Tiongkok.

Selain itu, telah banyak penelitian mengenai kembang telang yang melibatkan hewan percobaan dengan hasil yang cukup menjanjikan.

1. Membantu mengatasi gangguan kecemasan

gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)

Salah satu manfaat yang ditawarkan dari bunga telang ini adalah membantu orang yang sedang mengalami gangguan kecemasan.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari jurnal Ancient Science of Life tentang penggunaan teh bunga telang dan yoga terhadap gangguan kecemasan. Di dalam penelitian tersebut terdapat 30 penderita gangguan kecemasan yang dibagi menjadi tiga kelompok.

Pada kelompok A, para peserta diberikan akar bunga telang yang telah dicampur dengan susu selama satu bulan. Peserta di kelompok B menggunakan teknik yoga sebagai metode pengobatan alternatif. Sedangkan para peserta dalam grup C diberikan keduanya.

Hasilnya, peserta di kelompok C memperlihatkan perkembangan yang cukup berarti dalam proses penyembuhan mereka dibandingkan kelompok terapi tunggal.

Memang hasil dari penelitian tersebut cukup menjanjikan namun diperlukan uji coba lainnya, misalnya melihat bagaimana cara kerja bunga telang terhadap gangguan kecemasan.

2. Mengandung senyawa antioksidan

teh daun pepaya

Seperti yang sudah diketahui bahwa antioksidan sangat penting dalam tubuh karena membantu melawan radikal bebas di tubuh. Radikal bebas tersebut memiliki efek buruk terhadap kesehatan Anda, sehingga antioksidan diperlukan dalam tubuh.

Anda bisa memperoleh antioksidan dari makanan dan minuman, seperti bunga telang ini.

Pada 2013 terdapat sebuah penelitian yang membandingkan kandungan antioksidan pada bunga telang yang sudah diekstrak. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences ini memperlihatkan ekstrak metanol bunga telang ternyata kaya antioksidan.

Oleh karena itu, manfaat bunga telang di masa depan mungkin dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk menghambat hormon oksidatif di tubuh.

3. Membantu menyembuhkan diabetes

Menurut sebuah penelitian dari BMC Complementary and Alternative Medicine, bunga telang memiliki senyawa yang bermanfaat bagi penyandang diabetes. Terdapat 15 peserta berjenis kelamin pria yang mengonsumsi lima jenis minuman, termasuk teh bunga telang.

Setelah minum kelima minuman tersebut, terlihat bahwa kandungan antioksidan dalam tubuh pria yang sehat meningkat. Bahkan, bunga telang yang dicampur dengan sukrosa juga membantu mengurangi glukosa dan konsentrasi insulin seiring dengan meningkatkan antioksidan.

Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah bunga telang dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula darah ketika dicerna dengan karbohidrat.

4. Mempercepat penyembuhan luka

kena luka bakar

Selain baik untuk kesehatan, ternyata manfaat bunga telang yang bisa Anda peroleh adalah bisa mempercepat penyembuhan luka. Hal ini dibuktikan melalui sebuah uji coba menggunakan hewan percobaan yang diberikan ekstrak biji dan akar bunga telang.

Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa ekstrak biji tumbuhan ini mengandung flavonol glikosida dan ekstrak tanaman mempunyai senyawa fenolik di dalamnya. Para peneliti tersebut percaya keduanya dapat mempercepat penyembuhan luka karena bersifat anti-inflamasi.

Bunga telang memang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan bunga berwarna biru putih ini sebagain pengobatan alternatif.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Body Nutrition. (2018). Clitoria ternatea benefits and side effects. Accessed Oct 3 2019. 

Chavan, P. J., & From 5th World Ayurveda Congress 2012 Bhopal, Madhya Pradesh, India. 7-10 Dec 2012 (2012). OA01.01. Role of Shwetashankhapushpi (Clitoria ternatea) and clinical yoga techniques in the management of generalized anxiety disorder. Ancient Science of Life, 32(Suppl 1), S1. accessed Oct 3 2019. 

Chusak, C., Thilavech, T., Henry, C. J., & Adisakwattana, S. (2018). Acute effect of Clitoria ternatea flower beverage on glycemic response and antioxidant capacity in healthy subjects: a randomized crossover trial. BMC complementary and alternative medicine, 18(1), 6. doi:10.1186/s12906-017-2075-7 accessed Oct 3 2019. 

Jadhav (Rathod), Varsha & deshmukh, Swati & Mahadkar, S.. (2013). Evaluation of the antioxidant potential of Clitoria ternatea L.. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 5. 595-599. Accessed Oct 3 2019. 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 20/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x