Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Vaksin Meningitis untuk Ibadah HajiIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Vaksin meningitis merupakan persiapan wajib untuk jemaah yang akan menjalani ibadah haji. Agar kebugaran tubuh terjaga selama ibadah, salah satu syarat yang wajib dipenuhi adalah vaksin meningitis.

Sebelum itu, ketahui seputar vaksin meningitis dan mengapa Anda perlu mendapatkannya sebelum ibadah haji. 

Mengenal meningitis dan alasan penting untuk vaksin sebelum berkunjung ke Arab Saudi

Terdapat empat vaksin wajib yang Anda harus peroleh sebelum berangkat ibadah haji, salah satunya meningitis. Ada beragam jemaah yang turut ibadah haji di tanah suci. Mereka datang dari negara berbeda yang kita tidak tahu seperti apa riwayat kesehatan mereka. Saat ibadah kemungkinan penularan penyakit lebih besar, termasuk penyakit meningitis.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, wilayah Afrika Sub-Sahara dijuluki sebagai meningitis belt. Karena persebaran penyakit ini lebih tinggi pada wilayah tersebut. 

Tak menutup kemungkinan jemaah yang datang dari wilayah Afrika. Namun, meningitis bisa datang dari negara manapun. Maka itu, pemerintah Arab Saudi mengimbau setiap jemaah yang akan menjalankan ibadah haji untuk mendapatkan vaksin meningitis.

Penyakit menigitis kebanyakan disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis, tetapi dapat disebabkan juga oleh virus. Penyakit ini dapat menyerang anak, remaja, hingga orang dewasa.

Meningitis memiliki gejala awal hampir mirip seperti flu, serta diiringi dengan tanda-tanda di bawah ini.

  • demam
  • sakit kepala
  • leher kaku
  • mual dan muntah
  • sensitif terhadap cahaya
  • tidak dapat berkonsentrasi

Meningitis dapat ditularkan melalui batuk, pilek, dan berciuman. Ketika bakteri meningitis ada di tenggorokan atau hidung individu, penularannya akan semakin mudah dalam lingkungan banyak orang, seperti di barak militer, asrama, di dalam rumah, termasuk ketika ibadah haji.

Maka itu, ketahui seputar persiapan vaksin meningitis untuk jemaah yang akan menjalankan ibadah haji.

Vaksin meningitis untuk calon jemaah haji

Penularan meningitis dan dampaknya berlangsung begitu cepat dan mudah. Maka itu, vaksin meningitis menjadi hal yang wajib untuk persiapan sebelum menjalani ibadah haji.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai vaksin meningits.

1. Waktu terbaik untuk menerima vaksin

Selain menjaga kesehatan agar tubuh tetap prima berangkat ibadah haji, jangan lupa untuk mendapatkan vaksin meningitis. Pemerintah Arab Saudi menyarankan para jemaah yang hendak melakukan ibadah ke tanah suci, wajib suntik meningitis minimal tidak kurang dari 10 hari sebelum jadwal keberangkatan.

2. Batas usia yang wajib menerima vaksi meningitis

Jemaah haji maupun traveler yang berusia 2 tahun ke atas wajib melakukan vaksin meningitis. Untuk orang tua yang berusia 55 tahun ke atas, masih diperkenankan untuk menerima vaksin meningitis sebagai tindakan preventif.

3. Tipe vaksin meningitis

Vaksin meningitis yang masih dapat diterima untuk calon jemaah haji yaitu:

  • Vaksin ACYW135 meningokokal konjugat dalam waktu 5 tahun terakhir
  • Vaksin ACYW 135 polisakarida dalam waktu 3 tahun terakhir

Jangan lupa mempersiapkan sertifikasi vaksin yang tertera jelas tipe vaksin yang sudah Anda terima. Jika tipe vaksin tidak secara jelas tertera, sertifikasi hanya berlaku dalam jangka waktu 3 tahun. 

4. Langkah preventif selain vaksin

Menurut penelitian dalam International Journal Of Infectious Diseases, langkah preventif yang bisa ditempuh untuk melengkapi vaksin meningitis adalah profilaksis antibiotik. 

Profilaksis antibiotik merupakan pengobatan yang bertujuan untuk mencegah penyakit atau infeksi tertentu. Biasanya, pengobatan ini dilakukan untuk mencegah penyakit menular yang belum ada vaksinnya.

5. Konsumsi vitamin C

Meskipun sudah mendapatkan vaksin meningitis sebagai persiapan untuk haji, Anda perlu menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin C. Menurut penelitian dari jurnal Nutrients, Vitamin C membantu sel darah putih melawan infeksi, serta melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.  

Anda bisa mengonsumsi vitamin C dari makanan seperti jeruk, stroberi, kiwi, brokoli, paprika, kale, maupun bayam. Selain itu, Anda dapat melengkapi asupan vitamin C harian dengan produk suplemen tertentu. Sebaiknya suplemen yang dikonsumsi dalam format effervescent (tablet larut air).

Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama larutan ini menambah asupan cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 6, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 11, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca