Begini Cara Mudah Mengecek Bau Mulut Sendiri

Begini Cara Mudah Mengecek Bau Mulut Sendiri

Pasti rasanya tidak nyaman bila Anda dilanda bau mulut saat kencan pertama, bahkan sampai membuat lawan bicara menutup hidungnya. Supaya kejadian ini tidak lagi terulang, Anda bisa mengantisipasinya dengan cara mengetahui bau mulut sendiri.

Beragam cara mengetahui bau mulut sendiri

Hampir semua orang pernah mengalami bau mulut. Anda tentu dapat menghindari kecanggungan akibat hal ini dengan cara mengecek dan mencium bau mulut sendiri.

Bau mulut atau halitosis ini umumnya disertai tanda-tanda lain, seperti mulut kering, lidah putih, lidah terasa panas, ludah kental, hingga rasa asam atau pahit pada mulut Anda.

Apabila mengalami tanda-tanda di atas, cobalah beberapa cara di bawah ini untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki bau mulut atau tidak.

1. Mengecap rasa mulut sendiri

cara menghilangkan bau jengkol di mulut, bau mulut, halitosis

Cara mengetahui bau mulut ialah dengan mengecap rasa mulut sendiri. Bau mulut bisa terjadi akibat beragam hal, misalnya makan petai atau jengkol, dehidrasi, dan mulut kering.

Ketika mulut dalam kondisi kering, biasanya ludah akan lebih kental dan berbusa. Sementara itu, sisa makanan yang tertinggal bisa menimbulkan bau apak dalam mulut.

2. Tes aroma mulut

Untuk mencium bau mulut sendiri, coba lakukan tes aroma. Cara ini cukup mudah dipraktikkan, yakni dengan menjilat pergelangan tangan, biarkan mengering, lalu cium aromanya.

Anda juga mampu mengecek bau mulut setelah menggunakan benang gigi (flossing) atau alat pembersih lidah (tongue scraping).

Setelah menggunakannya, Anda bisa mencium apakah ada bau tidak sedap yang tertinggal pada alat tersebut. Jika ada, itu artinya Anda mengalami bau mulut tak sedap.

3. Minta bantuan teman

Cara alternatif untuk mengetahui bau mulut ialah meminta pendapat teman terdekat. Tanyakan langsung kepadanya, apakah ketika Anda berbicara tercium bau mulut atau tidak.

Jangan malu untuk juga bertanya apakah ada lapisan putih pada permukaan lidah Anda atau tidak.

Setidaknya, pengamatan teman dapat menjadi evaluasi untuk diri Anda. Hal ini membantu Anda dalam melakukan langkah selanjutnya guna menghilangkan bau mulut.

Mengapa Anda bisa mengalami bau mulut?

bakteri mulut ke otak

Secara umum, bau mulut atau halitosis timbul karena bakteri penghasil sulfur pada permukaan lidah atau dalam tenggorokan menjadi aktif.

Reaksi kimia tersebut menghasilkan volatile sulphur compounds (VSC), yakni senyawa belerang yang mudah menguap sehingga membuat mulut beraroma tidak sedap.

Bau mulut ini mudah dihirup oleh orang lain saat Anda berbicara ataupun menghela napas. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, halitosis pada dasarnya tidak berbahaya.

Penyebab bau mulut juga berkaitan dengan makanan atau perilaku Anda, misalnya makan makanan berbau tajam, masalah gigi dan mulut, mulut kering, atau merokok.

Selain itu, beberapa gangguan kesehatan serius seperti sinusitis kronis dan gagal ginjal juga dapat menimbulkan gejala halitosis.

Perubahan gaya hidup untuk menghilangkan bau mulut

makan permen penghilang bau mulut setiap hari, permen penghilang bau mulut

Tes sederhana di atas merupakan cara mudah mengetahui bau mulut. Tak perlu berkecil hati bila mengalami kondisi ini, sebab selalu ada solusi agar Anda tidak bau mulut lagi.

Penelitian dalam Journal of Natural Science, Biology and Medicine (2013) juga menyarankan betapa pentingnya menjaga kebersihan mulut dan menghindari faktor pemicu bau mulut.

Berikut ini merupakan sejumlah cara mengusir bau mulut yang mudah untuk Anda lakukan.

  • Menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride untuk mencegah bau mulut.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) dan permukaan lidah dengan alat pembersih lidah (tongue scraping).
  • Berkumur dengan obat kumur nonalkohol yang tidak membuat mulut kering.
  • Memperbanyak makan buah dan sayur serta cukup minum air putih.
  • Segera konsumsi makanan penghilang bau mulut, seperti permen karet bebas gula.
  • Tidak merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya.

Bila Anda mengalami bau mulut, segera lakukan cara di atas untuk mengatasinya. Dengan begitu, Anda bisa kembali percaya diri tanpa mengkhawatirkan aroma mulut yang tidak sedap.

Jika mulut Anda masih berbau dan makin menyengat, segera periksakan dengan dokter gigi. Siapa tahu, masalah bau mulut Anda diakibatkan oleh masalah kesehatan yang serius.

Kesimpulan

  • Bau mulut umumnya disebabkan bakteri penghasil senyawa sulfur yang membuat aroma mulut tidak sedap.
  • Untuk mengetahui bau mulut sendiri, Anda bisa mengecap rasa mulut sendiri, mencium bekas jilatan lidah pada tangan, atau meminta bantuan teman.
  • Halitosis atau bau mulut tidak selalu berbahaya. Kondisi ini bisa hilang dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut.
  • Konsultasi dengan dokter bila bau mulut tidak kunjung hilang atau makin memburuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bad Breath. Oral Health Foundation. (2022). Retrieved 19 October 2022, from https://www.dentalhealth.org/bad-breath

Bad breath. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 19 October 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bad-breath/symptoms-causes/syc-20350922

Halitosis or bad breath. Better Health Channel. (2012). Retrieved 19 October 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/halitosis-or-bad-breath

Villa, A. (2019). Bad breath: What causes it and what to do about it. Harvard Health. Retrieved 19 October 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/bad-breath-what-causes-it-and-what-to-do-about-it-2019012115803

Aylikci, B., & Çolak, H. (2013). Halitosis: From diagnosis to management. Journal Of Natural Science, Biology And Medicine, 4(1), 14. https://doi.org/10.4103/0976-9668.107255

Setiawatie, E., & Hudyono, R. (2011). Volatile sulphur compounds elimination: A new insight in periodontal treatment. Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi), 44(4), 210. https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v44.i4.p210-214

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 31
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.