home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Pilihan Cara Alami untuk Mengatasi Lidah Putih

5 Pilihan Cara Alami untuk Mengatasi Lidah Putih

Normalnya, lidah seharusnya berwarna merah muda dengan sedikit warna putih di atasnya. Namun kadang kala, kondisi lidah putih juga bisa terjadi. Kondisi ini ditandai dengan penampakan lidah didominasi oleh warna putih keabu-abuan pada sebagian atau seluruh permukaannya. Untungnya, Anda bisa mencoba mengatasi lidah putih dengan cara alami.

Pilihan cara mengatasi lidah putih dengan bahan alami

Lidah putih sebenarnya bukanlah kondisi yang terlalu membahayakan. Kondisi ini rentan terjadi apabila Anda kurang telaten dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, memiliki mulut kering, atau melakukan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Meski demikian, pada beberapa kasus, munculnya warna putih di lidah bisa menandakan adanya kondisi serius seperti infeksi, leukoplakia, sifilis, bahkan kanker.

Untuk mengatasi lidah putih, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kemunculannya. Sebab bila lidah putih disebabkan oleh penyakit tertentu, maka pengobatan harus berfokus pada penyakit dasarnya dulu.

Nah, bila lidah putih muncul karena kebiasaan sehari-hari, Anda bisa menerapkan berbagai cara dengan bantuan bahan alami yang mudah ditemukan di rumah.

1. Banyak minum air putih

Salah satu cara yang paling praktis untuk mengatasi lidah putih adalah minum air putih yang banyak. Terkadang, lidah putih bisa muncul sebagai tanda dehidrasi. Kekurangan cairan dapat menurunkan kekebalan tubuh dan mendorong produksi bakteri penyakit.

Maka dari itu, pastikan kebutuhan air putih setiap harinya terpenuhi. Air dapat membersihkan partikel makanan yang tersisa di lidah serta mencegah bakteri menimbulkan bau di mulut.

2. Menggunakan bawang putih

makan bawang putih

Selain melezatkan masakan, bawang putih juga bisa membantu mengatasi lidah putih. Ini semua berkat senyawa aktif bernama allicin dalam bawang putih yang diyakini dapat memerangi jamur penyebab infeksi, misalnya Candida albicans.

Untuk mengatasi lidah putih, Anda bisa menggunakan bawang putih dengan cara memakannya. Iris bawang putih menjadi beberapa bagian lalu makanlah mentah-mentah. Satu siung per hari cukup untuk membantu mengatasi kondisi lidah Anda.

2. Menggunakan baking soda

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Quintessence International menemukan bahwa penggunaan baking soda dapat membantu membunuh mikroorganisme penyebab infeksi mulut, seperti Streptococcus dan Candida.

Bukan hanya itu, baking soda ternyata juga mampu membantu mengeksfoliasi lidah, menghilangkan residu yang menyebabkan lidah berwarna putih, sekaligus mempertahankan kadar pH yang sesuai untuk mulut.

Tak perlu bingung, karena pakai baking soda sebagai cara mengatasi lidah putih itu sebenarnya mudah. Anda hanya perlu menaburkan sedikit baking soda pada sikat gigi atau langsung pada lidah, kemudian gosok perlahan dengan sikat gigi atau alat pembersih lidah.

3. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik

vitamin b12 untuk lansia

Probiotik adalah sekumpulan bakteri baik yang hidup di dalam tubuh manusia, khususnya pada sistem pencernaan. Tanpa sadar, kekurangan bakteri probiotik dapat mengakibatkan sariawan, infeksi mulut, hingga lidah putih.

Probiotik digadang-gadang bisa membantu menyeimbangkan jumlah bakteri di dalam sistem pencernaan, sehingga dapat mengatasi lidah yang berwarna putih.

Anda bisa memilih suplemen probiotik atau makan makanan yang telah diperkaya dengan probiotik, seperti yogurt dan susu. Tujuannya tentu untuk membantu menyeimbangkan jumlah bakteri di dalam usus, sekaligus membunuh bakteri penyebab masalah di area mulut.

4. Menggunakan garam laut

Dari sekian banyak jenis garam yang ada, garam laut adalah salah satu yang bermanfaat baik untuk mengatasi munculnya warna putih pada lidah.

Pasalnya, menurut penelitian dari International Journal of Dermatology, garam laut mengandung antibakteri alami yang mampu menghilangkan bakteri penyebab lidah putih. Teksturnya yang kasar juga dapat mengeksfoliasi lapisan putih pada lidah.

Cara pemakaiannya pun tidak sulit, cukup campurkan garam laut dan segelas air seperti membuat obat kumur. Setelah digunakan untuk berkumur, gosoklah lidah dengan menggunakan garam laut secara perlahan.

5. Menggunakan aloe vera

Aloe vera memiliki sifar antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi. Menggunakan bahan yang satu ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi lidah putih dengan alami.

Aloe vera mengandung enzim yang dapat membantu menghilangkan sel-sel mati dan mendorong regenrasi jaringan kulit. Ini juga termasuk lapisan putih yang ada di lidah.

Cara menggunakannya, berkumurlah dengan satu sendok makan jus aloe vera sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Lakukan sampai lapisan putih mulai menghilang.

Meski bila cara alami bisa memberikan hasil yang cukup efektif, Anda juga tetap harus menjaga kebersihan mulut dan gigi. Selain sikat gigi, jangan lupa untuk menggosok lidah dengan sikat atau pembersih khusus.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sore or White Tongue. (2020). National Health Service. Retrieved 3 December 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/sore-or-white-tongue/

Proksch, E., Nissen, H. P., Bremgartner, M., & Urquhart, C. (2005). Bathing in a magnesium-rich Dead Sea salt solution improves skin barrier function, enhances skin hydration, and reduces inflammation in atopic dry skin. International journal of dermatology, 44(2), 151–157. Retrieved 3 December 2021.
Bidra, A. S., Tarrand, J. J., Roberts, D. B., Rolston, K. V., & Chambers, M. S. (2011). Antimicrobial efficacy of oral topical agents on microorganisms associated with radiated head and neck cancer patients: an in vitro study. Quintessence international (Berlin, Germany : 1985), 42(4), 307–315. Retrieved 3 December 2021.

Surjushe, A., Vasani, R., & Saple, D. G. (2008). Aloe vera: a short review. Indian journal of dermatology, 53(4), 163–166. Retrieved 3 December 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 3 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya