Pengidap HIV dan di duga TB pada masa kehamilan
istri saya mengidap HIV dan di duga TB yang baru di ketahui pada usia kehamilan 36 minggu , dan memiliki siklus demam 6-8 jam dan saat demam batuknya muncul , dokter setempat menyarankan untuk melakukan caesar di usia 38 minggu dan saya sedang menunggu hasil tes dahak dari rumah sakit , saya ingin bertanya apakah istri saya akan bertahan untuk jangka waktu 10 hari ke depan yang saat ini hanya menggunakan paracetamol untuk meredakan rasa demam istri saya, sampai waktu untuk menjalankan operasi ? apakah operasi nya aman untuk pengidap penyakit seperti istri saya ? terima kasih.
























Hallo Dapur Roosevelt, terima kasih pertanyaannya.
Dengan kondisi HIV + dugaan TB aktif + demam berulang dan batuk pada kehamilan 36 minggu, saya tidak menyarankan hanya menunggu 10 hari sampai operasi tanpa evaluasi ulang, terutama bila demam terus berulang.
Yang paling penting: tidak ada yang bisa memastikan melalui chat bahwa istri Anda pasti akan bertahan 10 hari ke depan. Risiko sangat bergantung pada kondisi paru-paru, kadar oksigen, tekanan darah, kadar CD4, viral load HIV, pemeriksaan darah, status TB, dan apakah ada infeksi lain. HIV juga meningkatkan risiko berkembangnya TB aktif.
Mengenai demam yang berulang setiap 6–8 jam
Parasetamol memang dapat menurunkan demam dan umumnya digunakan saat hamil, tetapi parasetamol hanya mengendalikan gejala, bukan penyebab demam.
Kalau memang dicurigai TB aktif, pengobatan TB pada kehamilan tidak harus ditunda sampai bayi lahir. Pedoman menyebutkan bahwa bila TB aktif terdiagnosis pada ibu hamil, pengobatan sebaiknya dimulai segera karena TB yang tidak diobati dapat lebih berbahaya bagi ibu dan janin daripada pengobatannya. Pada HIV-TB, dokter juga perlu memperhatikan interaksi obat TB dengan obat HIV.
Jadi, saya menyarankan hari ini juga menghubungi dokter penyakit dalam/TB-HIV dan dokter kandungannya dan menyampaikan secara jelas:
"Ibu hamil 36 minggu dengan HIV, dugaan TB, demam berulang setiap 6–8 jam disertai batuk. Apakah aman menunggu sampai 38 minggu hanya dengan parasetamol sambil menunggu hasil dahak?"
Menurut saya ini perlu ditanyakan sekarang, bukan menunggu sampai hasil dahak keluar bila kondisi klinisnya memburuk.
Apakah operasi caesar aman?
HIV dan TB bukan berarti otomatis tidak boleh menjalani operasi caesar. Banyak pasien dengan HIV dapat menjalani persalinan/operasi dengan aman bila kondisi infeksinya ditangani dan tim medis melakukan persiapan yang tepat.
Namun pada kasus istri Anda, keamanan operasi tidak hanya ditentukan oleh HIV. Dokter juga harus menilai apakah TB aktif, seberapa berat kondisi paru-parunya, kadar oksigen, kondisi jantung-paru, hasil laboratorium, kondisi HIV, serta obat yang sedang digunakan. Karena itu keputusan operasi pada 38 minggu sebaiknya dilakukan oleh tim obstetri bersama penyakit dalam/infeksi dan anestesi.
Bahkan bila TB aktif terkonfirmasi, pengobatan TB dapat diberikan selama kehamilan dengan regimen yang dipilih dokter.
Jangan menunggu 10 hari jika muncul tanda bahaya
Segera bawa ke IGD rumah sakit, jangan menunggu jadwal operasi, jika terjadi salah satu dari :
Dengan HIV + dugaan TB + demam berulang, ambang untuk kembali ke rumah sakit memang sebaiknya rendah.
Satu hal lagi yang penting: bila dokter memang mencurigai TB paru menular, beri tahu rumah sakit sebelum datang agar mereka dapat menerapkan tindakan pencegahan penularan yang sesuai.
Operasi caesar bisa aman pada ibu dengan HIV bila direncanakan dan dipantau dengan baik, terutama untuk menurunkan risiko penularan ke bayi bila viral load tinggi atau kondisi obstetri memang mengarah ke caesar. Namun bila ada dugaan TB aktif, dokter perlu menilai dulu apakah ada infeksi paru yang perlu terapi segera, karena TB yang belum tertangani bisa berisiko untuk ibu dan bayi. Saran saya: bawa istri Anda ke dokter kandungan yang menangani kehamilan risiko tinggi dan dokter penyakit infeksi/paru secepatnya. Idealnya di rumah sakit yang punya layanan Obstetri-Ginekologi, Penyakit Dalam/Infeksi, dan Paru. Jangan hanya mengandalkan paracetamol sambil menunggu 10 hari tanpa kontrol. Jika ada sesak, batuk darah, demam tinggi terus-menerus, penurunan kesadaran, atau gerak janin berkurang, segera ke IGD.
Related content