Kulit bagian kelamin mengering dan lecet
Izin tanya dok , saya punya keluhan pada alat kelamin saya , kulit mengering , dan terkadang sampai lecet ,lecetnya itu kaya luka sayatan , jadi rasanya perih , kalo pas kulit mengering gitu terkadang rasanya gatal , obatnya apa ya dok ?























Hallo RC Klaten, terima kasih atas pertanyaan nya.
Keluhan **kulit alat kelamin kering, gatal, lalu pecah/lecet seperti sayatan dan terasa perih** bisa disebabkan oleh iritasi atau dermatitis/eksim, gesekan, infeksi jamur (kandidiasis), atau kondisi kulit tertentu. Karena penyebabnya berbeda, sebaiknya jangan langsung memakai obat antijamur atau krim steroid tanpa mengetahui penyebabnya.
Untuk sementara:
* Hindari sabun, sabun kewanitaan, pewangi, antiseptik, tisu basah, dan scrub pada area tersebut.
* Cuci lembut dengan dan jangan terlalu sering mencuci.
* Keringkan dengan **menepuk perlahan**, bukan menggosok.
* Gunakan celana dalam katun yang longgar dan hindari pakaian ketat.
* Pada bagian kulit luar yang kering, boleh menggunakan **pelembap/emolien tanpa pewangi** untuk membantu memperbaiki lapisan kulit.
* Hindari hubungan seksual sementara jika menyebabkan luka semakin perih atau terbuka.
**Karena sudah sampai pecah seperti luka sayatan dan berulang**, sebaiknya diperiksa langsung oleh dokter kulit atau dokter kandungan/urologi, tergantung apakah keluhannya pada penis atau vulva. Beberapa kondisi seperti kandidiasis atau penyakit kulit tertentu memang membutuhkan obat khusus.
Sementara ini, hindari menggaruk, jangan pakai sabun yang keras, cukup bersihkan dengan air atau sabun lembut, lalu keringkan dengan baik. Gunakan pelembap yang aman untuk area genital, dan bila berhubungan seksual gunakan pelumas berbahan dasar air. Hindari celana terlalu ketat dan pilih bahan katun. Jika ternyata penyebabnya jamur, biasanya perlu krim antijamur. Bila karena radang/eksim, bisa perlu salep kortikosteroid sesuai resep dokter. Jangan memakai obat sembarangan di area kelamin. Segera periksa bila ada bengkak, ruam, luka yang makin banyak, keluar cairan, atau nyeri saat berkemih.
Related content