Trauma pada anak

Dok anak saya umur 7 tahun. Dia melihat kejadian kdrt, sampe akhirnya dia sekarang ga mau ikut sama bapaknya. Karena setelan kdrt kami berpisah. Bagai mana cara mengatasinya dok. Biar anak saya ga takut lagi sama bapaknya.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1
3

3 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Kejadian yang tidak menyenangkan yang dialami oleh anak terkadang menyisakan trauma sehingga berdampak pada perilaku anak dalam menjalani keseharian, yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap keseharian orang tua dalam menjalani aktivitasnya.


Sebagai orang tua tentunya mengharapkan yang terbaik buat anak sehingga berbagai cara akan dilakukan agar anak merasa nyaman dan aman menjalani hari-harinya. Anda dapat membantu anak untuk menangani rasa traumanya dengan menghadapkan secara langsung dengan perlahan pada sumber trauma. Setelah itu tenangkan anak kembali, validasi emosinya sampaikan bahwa ayahnya tidak bermaksud membuat dia merasa takut. Tanyakan juga perasaan dan pikiran anak terkait hal tersebut. Hargai setiap proses anak, agar anak tidak merasa semakin tertekan selama menjalani proses tersebut. Berikan apresiasi setiap perkembangan anak, sehingga termotivasi untuk mempertahankan perilaku baiknya. Tidak ada salahnya meminta maaf kepada anak dan meluangkan waktu lebih banyak untuk beraktivitas bersama.


Untuk memastikan kondisi anak yang sebenarnya diperlukan asesmen/ pemeriksaan yang mendalam oleh professional. Dengan dilakukan pemeriksaan lebih dini, maka dapat segera ditentukan pula langkah yang tepat untuk selanjutnya.

Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog anak jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas
1
@Ririn Nur Abdiah Bahar, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Terimakasih dok atas jawabannya.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas
1

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba memberikan saran yang mungkin dapat membantu Anda dalam mengatasi trauma anak Anda terkait dengan kejadian KDRT dan hubungan dengan ayahnya. Namun, perlu diingat bahwa saya adalah AI dan bukan dokter atau psikolog. Jika Anda merasa perlu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental yang dapat memberikan saran yang lebih spesifik dan sesuai dengan situasi Anda.:
  1. Berikan dukungan emosional: Pastikan anak Anda merasa didengar dan dipahami. Ajak dia untuk berbicara tentang perasaannya dan berikan dukungan emosional yang kuat. Jangan menyalahkan atau mengkritik perasaannya, tetapi berikan ruang bagi dia untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan.

  2. Jelaskan situasi dengan bahasa yang sesuai: Sesuaikan penjelasan Anda dengan usia dan tingkat pemahaman anak Anda. Jelaskan bahwa kejadian KDRT adalah sesuatu yang tidak benar dan tidak pantas, dan bahwa Anda telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi dia dari situasi tersebut.

  3. Bantu anak memahami perbedaan antara perilaku yang baik dan buruk: Ajarkan anak Anda tentang perilaku yang sehat dan menghormati, serta tentang hak-haknya sebagai anak. Berikan contoh-contoh positif dan ajak dia untuk berbicara tentang apa yang dia harapkan dari hubungan dengan ayahnya.

  4. Berikan kesempatan untuk bertemu dengan ayahnya secara bertahap: Jika anak Anda merasa siap, Anda dapat mencoba memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan ayahnya secara bertahap. Pastikan pertemuan tersebut dilakukan di lingkungan yang aman dan terkontrol, misalnya dengan pendampingan dari orang dewasa yang dipercaya oleh anak.

  5. Pertimbangkan terapi atau konseling: Jika trauma anak Anda berlanjut atau mempengaruhi kehidupan sehari-harinya, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Terapis atau konselor dapat membantu anak Anda dalam mengatasi trauma dan membangun kembali kepercayaan diri serta hubungan yang sehat.

Ingatlah bahwa setiap anak bereaksi secara berbeda terhadap trauma, dan proses pemulihan dapat memakan waktu. Bersabarlah dan berikan dukungan yang konsisten kepada anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan tambahan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog yang berpengalaman.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan