Suka kesal jika anak tidak mau makan

Hallo dok saya mw bertanya.

saya suka marah2 dg anak yg usia nya baru 20 bulan terkadang sy suka cubit atau pukul cz sy kesal dia sulit sekali makan selalu di emut dan di lepeh, hal ini berlangsung sudah hampir 1 tahun semenjak sy melahirkan anak ke dua yg jaraknya hanya 15 bulan.

setelah sy marah2 dan melampiaskan kekesalan kpd anak sy yg pertama sy sadar sy salah dan harusnya tdk seperti itu setelah tenang sy peluk anak sy dan minta maaf.

sy lihat anak sy ini meniru tingkah sy yg suka agresif kpd adik nya.

dan ketika sy marah dan melakukan kekerasan kpd anak sy selalu teringat ketika sy kecil dulu yg di perlakukan sm oleh ortu sya.

tp sy sadar dok knp ortu sy dulu suka hukum dan marah ke sy ya karena sy dulu sm seperti anak sy ini tidak nurut apa akta ortu dan suka nangis dan itu yg membuat ortu sy kesal.

Pertanyaan

bagaimana ya dok agar sy bs mengontrol emosi ketika menghadapi anak yg sulit makan?

apakah innerchild sy terbawa sampai sy punya anak ini dok karena setiap sy marah2 dan hukum anak,sy sealu teringat masa kecil sy ?



Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2

2 komentar

Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.


Pertama, perlu dipahami ada istilah sibling rivalry, jadi kakak yang mempunyai adik baru cenderung menganggap saingan sehingga sering cemburu dan usia tersebut juga usia anak tantrum, jadi, belum banyak kemampuannya seperti keinginannya dan ingin diperhatikan maka seringkali membuat orang tua kesal. akan tetapi usia tersebut juga anak sedang suka eksplor lingkungan dan pilih makanan sesuka hatinya sehingga perlu kesabaran ekstra. Maka orang tua wajib paham itu, lalu ketika terjadi hal kesalnya, tarik napas, diam sejenak jika sulit maka menepi sejenak minta tolong ayah atau lainnya awasi anak, setelah tenang baru kembali temani anak.


upayakan untuk memperlakukan anak keduanya adil, kakak barangnya yang dipinjam maka ijin dulu atau selalu libatkan kakak dalam upaya menjaga adik, sering luangka waktu untuk kakak juga.


jika makan masih sulit, periksakan ke dokter spesialis anak untuk melihat sebab lainnya seperti kelainan oromotor.


ajak masak bersama, coba suasana makan lebih menyenangkan, siapkan waktu khusus tanpa adiknya.


terkait innerchild, apabila sulit menenangkan sendiri maka bisa melakukan konsultasi lebih detail dengan psikolog. meminta bantuan kepada suami atau keluarga sangat diperbolehkan untuk menjaga kesehatan mental.


regulasi emosi ibu penting karena energinya bisa meluas dirasakan anak.

dengan pemahaman kondisi, diharapkan menjadi lebih baik.


semangat membersamai tumbuh kembang anak.

2 minggu yang lalu
Suka
Balas
Ibu, memahami bahwa menghadapi anak yang sulit makan dan mengelola emosi diri sendiri adalah tantangan besar, terutama dengan jarak kelahiran anak yang berdekatan. Perasaan kesal dan frustrasi yang Ibu alami adalah hal yang wajar, dan kesadaran Ibu akan perilaku serta keinginan untuk berubah adalah langkah yang sangat baik:

Mengenai anak yang sulit makan, ini adalah fase normal dalam perkembangan anak saat mereka belajar makan. Beberapa tips yang bisa Ibu terapkan:

  1. Bersikap tenang: Ingatlah bahwa anak sedang melatih keterampilan motoriknya. Makan berantakan adalah bagian dari proses belajar.
  2. Berikan porsi kecil: Kurangi porsi agar anak tidak merasa terlalu kenyang dan lebih fokus pada makan.
  3. Batasi waktu makan: Buat jadwal makan agar anak lebih disiplin dan tidak makan terlalu lama.
  4. Kenali tanda kenyang: Perhatikan saat anak mulai merasa kenyang dan alihkan perhatian jika mereka mulai bermain dengan makanan. Untuk mengendalikan emosi Ibu saat menghadapi situasi ini, penting untuk menenangkan diri sebelum bertindak. Orang tua seringkali sulit menahan emosi karena rasa takut atau stres. Cobalah tips berikut:
  5. Tenangkan diri: Tarik napas dalam-dalam atau hitung perlahan sebelum merespons.
  6. Hindari hukuman fisik: Memukul atau mencubit tidak akan menyelesaikan masalah dan justru bisa ditiru anak, seperti yang Ibu amati pada anak pertama terhadap adiknya.
  7. Kendalikan cara bicara: Hindari berkata kasar dan pilih kata-kata yang baik.
  8. Tunda tindakan saat marah: Tunggu hingga emosi mereda sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Perasaan yang Ibu alami, yang mengingatkan pada masa kecil, menunjukkan adanya pengaruh "inner child". Ini adalah hal yang umum terjadi, di mana pengalaman masa lalu dapat memengaruhi cara kita bereaksi sebagai orang tua. Kesadaran Ibu akan hal ini sangat penting untuk memutus siklus tersebut. Anak-anak belajar dari contoh, sehingga mengelola emosi diri akan membantu anak Ibu belajar cara yang lebih sehat dalam mengekspresikan perasaannya. Jika kesulitan dalam mengelola emosi ini terus berlanjut atau Ibu merasa membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk mengatasi trauma masa lalu atau pola asuh, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikolog anak. Mereka dapat memberikan strategi yang lebih spesifik dan membantu Ibu dalam proses ini.
3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan