🔥 Diskusi Menarik

Parenting

Mohon petunjuk untuk anak suka tantrum sy merasa capek sbg single parent

0
80k
2 komen

2 komentar

Terima kasih pertanyaannya.

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Tantrum pada anak tidak boleh dibiarkan terus-menerus karena bisa menjadi kebiasaan buruk dan memengaruhi perkembangannya di kemudian hari lho, Bun. Oleh karena itu, Bunda harus mengetahui cara mengatasi atau menghentikan tantrum pada anak berikut ini:

1. Bersikap tenang

Melihat anak berteriak, menangis, atau berguling di lantai saat ia mengalami tantrum memang bisa membuat Bunda panik, khawatir, dan risi dengan pandangan orang di sekitar. Namun, Bunda perlu menepis perasaan tersebut dengan baik.

Hal pertama yang perlu Bunda lakukan adalah tetap bersikap tenang. Cobalah untuk mengajak Si Kecil berdiskusi dan ajak ia ke tempat yang lebih sepi guna menenangkan emosinya.

Sikap Bunda yang seperti ini bisa membuat tantrum Si Kecil lebih mudah untuk diatasi. Jadi, hindari untuk menghadapi anak tantrum dengan teriakan atau paksaan agar ia menghentikan amarahnya ya, Bun.

2. Cari tahu penyebab tantrum

Tantrum pada anak bisa terjadi ketika keinginan buah hati tidak terpenuhi oleh orang tua atau adanya perasaan yang sulit ia ungkapkan. Nah, untuk mengatasi kondisi ini, Bunda perlu mencari tahu apa penyebab Si Kecil tantrum.

Coba tanyakan kepadanya mengapa ia menangis atau marah di tempat yang sepi dan tenang. Bisa saja ia lapar atau mengantuk karena lelah diajak berpergian.

Jika penyebab anak tantrum karena ia lapar atau lelah, tentu saja cara mengatasinya adalah dengan mengajak Si Kecil makan atau pulang agar ia bisa segera istirahat. Jadi, ajak Si Kecil berdiskusi ya, Bunda.

3. Alihkan perhatian anak

Jika Si Kecil tantrum karena menginginkan sesuatu, misalnya mainan, hindari untuk mengabulkan kemauannya dengan membelikan mainan tersebut agar ia diam ya, Bunda. Cara ini memang akan membuatnya diam, tetapi hanya akan menjadi senjatanya di kemudian hari untuk mendapatkan apa yang anak inginkan.

Cobalah untuk mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan memberikan mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau mengajaknya bercerita tentang buku yang ia sukai. Cara ini bisa membuat Si Kecil tenang dan tidak rewel lagi.

4. Berikan makanan atau minuman tertentu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tantrum pada anak mungkin saja disebabkan karena ia merasa lapar. Nah, jika memang ini penyebab utamanya, Bunda bisa memberikan makanan dan minuman tertentu nih, seperti buah, ubi jalar, kacang-kacangan, oatmeal, dan susu pertumbuhan.

Beragam asupan tersebut mengandung prebiotik fructooligosaccharide (FOS) dan galactooligosaccharide (GOS) yang bisa menyehatkan saluran cerna anak agar nutrisi yang ia konsumsi bisa terserap dengan baik.

Untuk mencukupi kebutuhan prebiotik Si Kecil, Bunda juga bisa memberikan susu yang mengandung serat. Serat yang cukup pada anak tidak hanya bisa melancarkan pencernaan dan melindunginya dari sembelit, tetapi juga terbukti bisa meningkatkan produksi hormon serotonin.

Hormon ini berperan penting dalam mengatur suasana hati sehingga Si Kecil bisa lebih tenang, tidak tantrum lagi, serta bisa fokus bermain dan belajar, Bun.

Selain serat, pastikan susu yang Bunda pilih juga mengandung asam amino. Asam amino diketahui turut meningkatkan hormon serotonin sehingga mampu memperbaiki mood buah hati. Pilih juga susu yang tidak mengandung gula dan rendah indeks glikemik agar kesehatan Si Kecil terjaga dan dan tumbuh kembangnya lebih optimal.

5. Hindari untuk memukul anak

Saat Si Kecil mengalami tantrum, hindari untuk memukul atau mencubitnya. Sebagai gantinya, Bunda bisa memeluk atau mencium Si Kecil untuk menenangkan emosinya.

Tidak hanya bisa menenangkan, pelukan dan ciuman juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Bunda benar-benar peduli pada anak, memberikan rasa aman, dan mencintainya.

Pada intinya, anak yang sedang tantrum bisa diatasi dengan cara yang membuat ia nyaman, seperti dengan memberikan makanan dan minuman yang mengandung prebiotik agar suasana hatinya kembali tenang dan senang, memeluknya, juga menciumnya.

Selain itu, Bunda juga perlu lebih sabar ketika mengatasi anak yang sedang tantrum. Ingatlah bahwa Si Kecil masih memiliki keterbatasan untuk menyampaikan keinginan dan mengekspresikan emosinya. Dengan bersikap lebih tenang, Bunda pun bisa mencari tahu penyebab pasti Si Kecil rewel.

Namun, jika cara mengatasi tantrum pada anak tersebut sudah diterapkan, tetapi Bunda masih juga merasa kesulitan dalam menghadapi Si Kecil, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter akan membantu Bunda menemukan cara mengatasi tantrum yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Tidak cukup data untuk menjawab. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain?
1 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan