Kuis #CegahStunting, Dapatkan Gopay Total Rp.300K Kuis #CegahStunting, Dapatkan Gopay Total Rp.300K

Kuis #CegahStunting, Dapatkan Gopay Total Rp.300K

Selesai

Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dibandingkan dengan teman-teman seusianya.


Banyak beredar mitos-mitos mengenai stunting, di antaranya adalah mitos-mitos penyebab stunting.


Benarkah stunting cuma disebabkan karena anak kurang makan?


Yuk tulis jawaban Sobat di kolom komentar dan dapatkan hadiah saldo Gopay total Rp.300K untuk 6 orang pemenang.


Caranya:

  1. Pastikan sudah FOLLOW Instagram Hello Sehat
  2. Tuliskan jawabanmu di https://hellosehat.com/community/parenting/
  3. Sertakan (hastag) #CegahStunting dan ID Instagram


Salam Sehat💙

17
69k
32 komen

32 komentar

Stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, melainkan juga melibatkan sejumlah faktor yang berinteraksi kompleks. Beberapa penjelasan ilmiahnya sebagai berikut:


- Malnutrisi Prenatal, bisa dibilang kondisi gizi ibu selama kehamilan memengaruhi pertumbuhan janin. Malnutrisi pada ibu dapat menyebabkan janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan optimal, yang kemudian dapat menyebabkan stunting.


- Infeksi dan Penyakit Kronis, infeksi pada masa anak-anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Penyakit kronis seperti diare berkepanjangan juga dapat menyebabkan kehilangan nutrisi yang signifikan.


- Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, termasuk imunisasi dan perawatan medis, dapat meningkatkan risiko stunting.


- Ekonomi, ketidakstabilan ekonomi dapat membatasi akses keluarga terhadap makanan bergizi.


ID Instagram: albab.el.ibrahim

#CegahStunting

2 minggu yang lalu
Suka
Balas

STUNTING,


  1. saya seorang ibu muda di usia 21tahun, dan 23tahun sudah memiliki 2anak. Proses tumbuh kembang anak yg pertama bagus karna anak terpenuhi kebutuhan semua gizi,nutrisi, dan keekonomian masi bisa di cukupi walau masi blm Cukup banget.. bisa take care anak pertama



Lahirlah anak ke 2 dan aku mengalami baby blues, rasa nya capek, lelah dll.. banyak banget perubahan nya, pas Covid merubah semua nya kelahiran anak ku di usia 3bulan, kesusahan. Keuangan pun susah. Sampai di usia 10bulan anak ku yg ke 2 masi batas wajar gizi nya. Tapi setelah kerja semua itu berubah anak aku jdi kurus dll..


Aku jadi merasa menyalahkan semua ini sama aku sendiri. Tiap nimbang harus berhadapan dengan kader posyandu dan mempermasalahkan BB anak, saat ini aku sedang berjuang untuk terus menjadi 15/13kg posisi anak aku 9kg/10kg . Jadi stunting itu kurang nya asupan nutrisi, makanan jug perhatian kita buat anak...

Ada juga memang dari ekonomi keluarga yg tidak mencukupi nya..

Lebih di perhatikan lagi buat hal seperti saya ini. Karna bukan tidak mungkin waktu yg kita punya buat mencari makan, dan kurang memperhatikan anak kita sendiri...



Ini semua tidak mau di lakukan untuk seorang ibu tapi keadaan yg membuat kita menyepelekan dampak ini jadi patal buat anak di masa depan. Dan tumbuh kembang anak menjadi terhambat..


Ini adalah reality ibu di luar sana, karna ada pun anak yg jadi di titipkan sama orang tua kita , bahkan di asuh oleh org lain..



Semoga kita sadar akan ini, dan terus semangat buat anak kita..


#ChallengeSTUNTING #cegahstunting



IG : eva.amaliasuryani








3 minggu yang lalu
Suka
Balas

Jawabannya : MITOS..

Penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh balita dimulai dari dalam kandungan (9 bulan 10 hari) sampai dengan usia dua tahun. Stunting akan terlihat pada anak saat menginjak usia dua tahun, yang mana tinggi rata-rata anak kurang dari anak seusianya.

Penyebab utama stunting di Indonesia adalah karena asupan gizi dan nutrisi yang kurang mencukupi kebutuhan anak, pola asuh yang salah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, buruknya lingkungan tempat tinggal.

Sebelum kelahiran sekitar 23% anak yang baru lahir kondisinya sudah stunted akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. Dan setelah lahir angka stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan.

Dan intinya stunting bukan mengenai kurangnya asupan makan. Namun, kurangnya asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak. Dengan mengetahui hal ini, diharapkan para orang tua tidak memberikan makan anak-anaknya dengan porsi atau jumlah yang besar. Namun, memperhatikan kekayaan kandungan dari setiap makanan yang disajikan untuk sang buah hati.

#CegahStunting

IG IG : @elda_febriyanti

1 bulan yang lalu
Suka
Balas
1

Tidak hanya itu, penyebab stunting lainnya adalah:

1. Kurang Gizi dalam Waktu Lama

Bisa terjadi sejak anak berada di dalam kandungan. Penyebabnya, adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi. Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin. Kekurangan gizi sejak dalam kandungan inilah yang juga bisa menjadi penyebab terbesar kondisi stunting pada anak.


2. Pola Asuh Kurang Efektif

Pola asuh di sini berkaitan dengan perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak. Bila orang tua tidak memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting. Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak.


3. Tidak Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan

Setelah bayi lahir, sebaiknya ibu dan bayi menerima perawatan pasca melahirkan. Sangat dianjurkan juga bagi bayi untuk langsung menerima asupan ASI agar dapat memperkuat sistem imunitasnya. Perawatan pasca melahirkan dianggap perlu untuk mendeteksi gangguan yang mungkin dialami ibu dan anak pasca persalinan.


4. Sakit Infeksi yang Berulang

Sakit infeksi yang berulang pada anak disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang tidak bekerja secara maksimal. Saat imunitas tubuh anak tidak berfungsi baik, maka risiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk stunting, menjadi lebih tinggi.


5. Faktor Sanitasi

Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak.

#CegahStunting

Id Instagram: hnylemnnn

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Jawabannya : salah.. Stunting bukan cuma disebabkan karena anak kurang makan, tapi akar sebabnya jauh sebelum itu.. Sejauh pemahaman sy ttg stunting, masalah stunting udah mulai dr sejak kehamilan sang ibu.. Kurangnya asupan gizi ibu hamil bisa jadi penyebab perkembangan janin tidak maksimal.. Bayi bisa lahir prematur atau BB bayi lahir kurang.. Ditambah lagi,, asupan nutrisi pada bayi selama 1.000 hari kehidupan pertamanya.. Pun menentukan anak bisa terkena stunting.. Jangan lupa, ASI eksklusif 6 bulan, dan diteruskan hingga 2 tahun moms..!! ASI penting bgt bgt bgttttt... (*sy rasakan sendiri bedanya anak yg full ASI sama yg ASI terhenti di 6 bulan *karna kondisi medis)

Ga mau anak stunting, gmn dong caranya? Mulai dr seawal mungkin moms.. Rutin minum tablet tambah darah (TTD) sejak remaja/sebelum menikah, jaga pola makan bergizi selama kehamilan, ASI ekslusif setelah anak lahir, dampingi MP-ASI sesuai usia anak..

Jadi, jangan cari pembelaan "anaknya kecil karena turunan orangtuanya" ya... Karna kata medis pun tinggi badan tidak diturunkan secara genetika.. A.K.A, ga ada hubungannya stunting sama tinggi badan ortu yg (maaf) semampai (*semeter tak sampai) 🥲


#CegahStunting

ID Instagram : @yulistia_saparina

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Penyebab terjadi stunting bukan hanya karena anak kurang makan ya.

Kita kenali dulu stunting itu apa sih sebenernya?

Stunting adalah bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering). Hal ini diakibatkan karena akumulasi ketidakcukupan nutrisi sejak dari awal kehamilan sampai anak berusia 24 bulan. Keadaan ini diperparah karena tidak terimbaginya kejar tumbuh. Ciri-ciri anak stunting akan bertubuh pendek. Selain itu stunting dianggap menjadi permasalahan karena berhubungan dengan resiko meningkat angka kesakitan dan kematian, perkembangan otak kurang optimal sehingga perkembangan motorik anak menjadi lambat dan pertumbuhan mental terhambat.


Banyak faktor mengapa angka stunting tinggi. Penyebab langsung salah satunya kurang asupan gizi dan adanya penyakit infeksi yang diderita.

Penyebab lain adalah pengetahuan ibu yang rendah tentang gizi sejak awal kehamilan. Padahal memperhatikan gizi selama kehamilan merupakan kunci penting untuk pertumbuhan bayi sejak dalam kandungan sampai dilahirkan. Juga pola asuh yang kurang tepat dalam memenuhi gizi bayi ketika dalam periode emas yaitu 0-24 bulan. Dan pelayanan kurang optimal juga sangat mempengaruhi, sehingga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan penyebabnya akan menurunkan angka stunting.

Sebagai masyarakat luas di era digitalisasi kita dapat membantu pencegahan stunting dengan cara banyak sharing ilmu gizi. Semakin kita sering sharing ilmu ini akan semakin paham untuk diri sendiri dan masyarakat. Ayo #cegahstunting.


Ig : azlansadavir

1 bulan yang lalu
Suka
Balas
1

Jawaban nya tidak bukan hanya kurang makanan saja anak bisa jadi stunting ada beberapa penyebab yang lain..

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) stunting adalah perawakan pendek pada balita akibat kekurangan gizi kronik. Pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai negara penyumbang stunting terbesar setelah India, Nigeria, dan Pakistan.

Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Secara medis, stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan yang seharusnya.

Ada sederet faktor yang bisa meningkatkan risiko stunting, yang paling sering adalah tidak terpenuhinya asupan gizi dalam jangka panjang. Tak sedikit orang yang menganggap anak yang bertubuh pendek disebabkan karena faktor genetik. Pada kenyataannya, genetika hanya menyumbang sebagian kecil untuk kondisi kesehatan anak.

Meski begitu, anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Itu sebabnya, para orang tua perlu mengetahui ciri anak stunting dan yang tidak.

Penyebab Stunting

Penyebab stunting yang biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan adalah kekurangan gizi kronis, terutama kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain:

1. Ibu hamil kekurangan asupan gizi

Melansir dari WHO (World Health Organization), sekitar 20 persen stunting sudah terjadi saat bayi berada dalam kandungan. Pemicunya adalah asupan gizi yang tidak memadai.

Kurangnya asupan gizi ini bisa membuat ibu hamil mengalami anemia defisiensi zat besi. Akibatnya, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan janin. Apa saja jenis vitamin yang direkomendasikan untuk kesehatan bumil? Baca informasinya di artikel Inilah 4 Vitamin Penting yang Dibutuhkan Ibu Hamil.

2. Pola makan tidak seimbang

Pola makan yang tidak seimbang, seperti kurangnya konsumsi sayuran, buah-buahan, dan sumber protein, dapat menyebabkan anak kekurangan nutrisi penting untuk mencapai pertumbuhan optimal.

Hal ini diungkapkan dalam jurnal ilmiah berjudul Risk Factors of Stunting in Children Aged 1-5 Years at Wire Primary Health Care, Tuban Regency, East Java yang dipublikasikan di Journal of Maternal and Child Health. Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan kalau faktor genetik yang meliputi tinggi badan ibu dan ayah, serta konsumsi ikan dapat berpengaruh pada risiko stunting.

1. Perawatan yang tidak memadai usai melahirkan

2. Gizi anak yang tidak terpenuhi

3. Pola asuh orang tua

4. Infeksi berulang

5. Sanitasi yang kurang baik

6. Kurangnya akses ke layanan kesehatan

#CegahStunting Ig: rositaputri_04

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Jawabannya tidak!karena menurut laman kementerian kesehatan Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, dan hipertensi. Jarak kelahiran anak yang pendek. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak


Stunting juga dapat disebabkan oleh masalah asupan gizi yang dikonsumsi selama kandungan maupun masa balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum masa kehamilan, serta masa nifas, terbatasnya layanan kesehatan seperti pelayanan antenatal, pelayanan post natal dan rendahnya akses makanan bergizi, rendahnya akses sanitasi dan air bersih juga merupakan penyebab stunting. Multi faktor yang sangat beragam tersebut membutuhkan intervensi yang paling menentukan yaitu pada 1000 HPK ( 1000 hari pertama kehidupan ).


Faktor Penyebab stunting juga dipengaruhi oleh pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif, selain itu stunting juga disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti pendidikan ibu, pengetahuan ibu mengenai gizi, pemberian ASI eksklusif, umur pemberian MP-ASI, tingkat kecukupan zink dan zat besi, riwayat penyakit infeksi serta faktor genetik.jadi banyak faktor yang menyebabkan stunting #CegahStunting iG :@kikio_f95

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Halloo.. menurut Aku nih yaa, anak stunting bukan hanya disebabkan karna Anak kurang makan lhio Tapi bisa jadi karna kurangnya mutu dan kualitas makanan yang diberikan ke Anak. Contoh hal nya apakah makanan yang diberikan sudah sesuai dengan petunjuk dari IDAI yaitu tentang ISI PIRING KU? dan kalau memang sudah diberikan sesuai dengan isi piringku tapi anak belum juga lahap makann, yukk cek lagi bagaimana kita mengolah dan menyajikan makanan semenarik mungkin dengan citarasa yang sesuai dengan selera anak. Contoh nya kalau anak suka yang gurih, coba rasa makanannya dibuat lebih gurih sedikit jangan hambar ya. Atau jika anak kurang suka yang rebusan atau kuah2 . Coba dibuatkan makanan yang minim kuah, dan bisa juga kita hias makanannya dengan cetakan2 lucu seperti bento2 an yang lagi hits sekarang ini.


nahh.. dan yang paling penting diperhatikan lagi adalah, apakah tidur anak sudah cukup? Tidur adalah hal wajib minimal 1 hari sekali untuk anak. Karna ketika tidur lah tumbang anak optimal. Tubuhnya istirahat dan saat itulah segala nutrisi yang beri bekerja dengan baik. Jadi pastikan anak cukup tidur ya Moms.


Dan yang terakhir sependek pengalaman Aku setelah punya 2 Anak adalah, berikan afirmasi positif dan stimulasi. Afirmasi adalah kata dan kaliamat positif untuk anak tiap2 hari. Contoh ketika Anakku sedang tidur atau sedang bermain, aku selalu selipin kalimat ‘ Anak baik..sehat sempurna ya Nak, tumbuh kembang mu berjalan baik, lebih dari sesamu, makan nya lahap tidur nya hebat. Dan untuk stimulasi, sebisa mungkin aku selalu mengusahakan untuk mendampingi anak bermain, menonton, dan melakukan activity dirumah.


Semoga bermanfaat yaa, sharing2 sederhanaku ini😊🙏🏻


#CegahStunting

ID Instagram : @damanikyohana8

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Tidak hanya itu, penyebab stunting lainnya adalah:

1. Kurang Gizi dalam Waktu Lama

Bisa terjadi sejak anak berada di dalam kandungan. Penyebabnya, adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi. Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin. Kekurangan gizi sejak dalam kandungan inilah yang juga bisa menjadi penyebab terbesar kondisi stunting pada anak.


2. Pola Asuh Kurang Efektif

Pola asuh di sini berkaitan dengan perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak. Bila orang tua tidak memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting. Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak.


3. Tidak Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan

Setelah bayi lahir, sebaiknya ibu dan bayi menerima perawatan pasca melahirkan. Sangat dianjurkan juga bagi bayi untuk langsung menerima asupan ASI agar dapat memperkuat sistem imunitasnya. Perawatan pasca melahirkan dianggap perlu untuk mendeteksi gangguan yang mungkin dialami ibu dan anak pasca persalinan.


4. Sakit Infeksi yang Berulang

Sakit infeksi yang berulang pada anak disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang tidak bekerja secara maksimal. Saat imunitas tubuh anak tidak berfungsi baik, maka risiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk stunting, menjadi lebih tinggi.


5. Faktor Sanitasi

Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak.


#CegahStunting

ID Instagram: @abccrinlvrcba

1 bulan yang lalu
Suka
Balas
Lihat 22 komentar lain
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.