Fitri
Haloo dr selamat malam saya mau bertanya bagaimana saya harus mengatasi anak saya yg udah tidak mau melanjutkan kuliahnya yg br di jalani 1 THN ,Apa yg harus saya lakukan karna udh menasihati membarikan dia semangat tetap aja ga ada kemajuan malah dia memilih maen game yg semakin menggila main game nya saya harus bagai mana dr?!
Berawal dia terkena tekanan oleh senior nya kena buli sampai mengakibat dia trauma dan tidak mau lagi utk kembali ke asrama tolong jawab secepat nya dr karna ini sangat penting utk saya
























Halo Endang Sapitri Sueb, terima kasih atas pertanyaan anda
Kami dapat memahami kekhawatiran anda sebagai orang tua. Ajak ia untuk berbicara dari hati ke hati, dan dengarkan tanpa menghakimi semua yang diutarakan. Lalu, dampingi dalam menentukan langkah selanjutnya atau alternatif lain yang dapat dilakukan. Bantu anak untuk menemukan tujuan hidup yang akan ia capai agar memiliki target yang dapat menumbuhkan motivasinya.
Namun, sebaiknya ajak anak berkonsultasi langsung dengan psikolog agar membantu ia memetakan kondisi saat ini, serta memperoleh penanganan yang tepat.
Semoga membantu ya
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya memahami bahwa Anda sedang menghadapi masalah dengan anak Anda yang tidak mau melanjutkan kuliahnya setelah mengalami tekanan dan trauma di asrama. Berikut adalah beberapa saran yang mungkin dapat membantu Anda:Dengarkan anak Anda dengan empati dan perhatian. Cobalah untuk memahami perasaan dan pikirannya, serta alasan mengapa ia tidak ingin melanjutkan kuliah. Jangan menyalahkan atau memaksa anak Anda untuk melakukan sesuatu yang ia tidak ingin lakukan.
Bicarakan dengan anak Anda mengenai alternatif lain yang mungkin dapat ia lakukan selain kuliah. Cobalah untuk memahami minat dan bakat anak Anda, serta membantu ia menemukan karir atau pekerjaan yang sesuai dengan minatnya.
Berikan dukungan dan dorongan kepada anak Anda. Cobalah untuk memotivasi ia untuk mencari solusi dan mengatasi masalah yang dihadapinya. Berikan pujian dan apresiasi atas usaha dan prestasi yang ia capai.
Jangan biarkan anak Anda terus bermain game yang mengganggu aktivitas sehari-harinya. Batasi waktu bermain game dan ajak ia untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Jika anak Anda masih mengalami trauma atau kesulitan emosional, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau konselor.
Semoga saran-saran ini dapat membantu Anda mengatasi masalah dengan anak Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari orang lain jika Anda merasa kesulitan mengatasi masalah ini.
Related content