Emosi anak tinggi dan kurang fokus dalam belajar
Selamat siang dokter.. saya mau tanya.. anak saya semenjak masuk sekolah dan sejak usia 5 tahun kurang dia emosinya selalu tinggi dan bahkan kalau sedang belajar di sekolah ataupun dirumah juga kurang fokus. Apakah itu termasuk tanda-tanda gejala kalau anak saya itu autisme ??
Terima kasih
























Halo Yuanda Saputri, terima kasih untuk pertanyaannya.
Kami bisa memahami kekhawatiran yang anda rasakan. Perlu diketahui bahwa untuk memastikan kondisi anak yang sebenarnya diperlukan asesmen/ pemeriksaan yang mendalam oleh professional. Dengan dilakukan pemeriksaan lebih dini, maka dapat segera ditentukan pula langkah yang tepat untuk selanjutnya. Sebaiknya orang tua tidak memberikan diagnosa sendiri karena hanya akan memperburuk kondisi anak.
Anda dapat mendampingi anak untuk membiasakan mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu, termasuk melalui cara dengan membantu orang tuanya melakukan aktivitas keseharian di rumah. Perlu diingat juga bahwa memberikan instruksi kepada anak sebaiknya dengan cara satu persatu melalui instruksi singkat, jelas, dan detail. Dengan demikian anak dapat membiasakan diri untuk fokus. Selain itu, anda dapat mengajak anak untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti meronce, bermain puzzle, mewarnai, dan sebagainya.
Terkait pendidikan anak, tertunya dibutuhkan metode belajar yang tepat agar dapat menerima dan mengelola informasi yang diperoleh. Melalui sekolah inklusi dan/atau shadow teacher yang berkompeten, dan terapi (oleh terapis/ psikolog anak) bisa membantu perkembangannya. Yang tidak kalah pentingnya adalah hargai setiap proses yang ditunjukkan oleh anak agar tidak merasa tertekan menjalaninya dan termotivasi untuk mempertahankan perilaku baiknya.
Dalam proses belajar, anak membutuhkan ruangan yang kondusif (jauh dari pintu/ jendela, atau benda lainnya yang dapat menarik perhatian sehingga mengganggu konsentrasi) dan posisi duduk yang dapat membantunya tenang selama proses belajar. Gunakan pula metode belajar dan waktu istirahat yang disesuaikan karena anak dengan hiperaktif mudah mengalami penurunan konsentrasi (misalnya dimulai dengan mengerjakan tugas 5 menit, lalu beristirahat 5 menit. Kemudian pada minggu selanjutnya mengerjakan 7-10 menit, istirahat 5 menit. Dst). Jangan lupa untuk mengevaluasi perkembangan setiap minggunya. Ada baiknya anda memiliki cacatan perkembangan anak mengenai durasi ia dapat fokus mengerjakan.
Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog / psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Tingginya emosi dan kurang fokus dalam belajar tidak selalu merupakan tanda-tanda autisme. Namun, hal ini bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi lainnya seperti ADHD atau gangguan kecemasan. Untuk memastikan kondisi anak Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak yang dapat melakukan evaluasi dan memberikan diagnosis yang tepat. Selain itu, terapi perilaku dan terapi bicara dapat membantu anak Anda meningkatkan fokus dan kemampuan belajarnya. Selalu ingat untuk memberikan dukungan dan perhatian yang cukup pada anak Anda. Semoga bermanfaat.Related content