Diare pada anak 1 thn 4bulan

Pagi dok.. Anak saya umur 1,4 thn mengalami diare selama beberapa bulan terakhir tp ada jeda berhenti sekitar seminggu,lalu diare lagi it kenapa yahh dokk.. Mohon d jawab 😩🙏🙏🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2
2

2 komentar

Hallo Sobat Sehat,

Terimakasih atas pertanyaannya.

Seorang anak dikatakan mengalami diare jika terjadi perubahan dalam frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dan perubahan konsistensi (bentuk) feses menjadi lebih cair.

Anda perlu memperhatikan tanda bahaya pada anak yang sedang mengalami diare, seperti:

  • Mata menjadi cekung
  • Air mata tidak keluar saat menangis
  • Frekuensi buang air kecil (BAK) jarang, urin sedikit dan berwarna pekat
  • Anak tampak kehausan, bisa tampak rakus saat diberi minum
  • Anak sangat lemas
  • Jika kondisi sudah semakin berat maka anak tidak bisa makan dan minum


Diare pada anak umumnya terjadi karena infeksi kuman yang menyebar ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.


Untuk mengetahui penyebab pasti diare berulang pada anak Anda, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mungkin memeriksa sampel tinja, dan mungkin merujuk anak Anda ke spesialis jika diperlukan.


Pada keadaan diare tanpa dehidrasi, buang air kecil masih seperti biasa. ASI diteruskan, tidak perlu membatasi atau mengganti makanan, termasuk susu formula. Dapat diberikan CRO (Cairan rehidrasi oral atau yang dikenal dengan nama oralit, merupakan cairan yang dikemas khusus, mengandung air dan elektrolit digunakan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi saat diare) dengan memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misal berat badannya 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap diare. Bila si kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit.

Pada keadaan dehidrasi ringan-sedang, anak terlihat haus dan buang air kecil mulai berkurang. Mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering.

Pada keadaan ini, anak harus diberikan cairan rehidrasi dibawah pengawsan tenaga medis, sehingga anak perlu dibawah ke rumah sakit.

Semoga membantu,

Salam, dr. Syifa.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya bukan dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan beberapa informasi yang mungkin berguna.:

Diare pada anak usia 1 tahun 4 bulan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa kemungkinan penyebab diare berulang pada anak Anda adalah:

  1. Infeksi virus: Infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus dapat menyebabkan diare pada anak-anak. Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi atau makanan dan minuman yang terkontaminasi.

  2. Infeksi bakteri: Bakteri seperti Salmonella, Campylobacter, atau E. Coli dapat menyebabkan diare pada anak-anak. Infeksi bakteri biasanya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

  3. Alergi makanan: Beberapa anak mungkin memiliki alergi makanan tertentu yang dapat menyebabkan diare. Biasanya, alergi makanan ini melibatkan susu sapi atau gluten.

  4. Intoleransi makanan: Beberapa anak mungkin memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti laktosa atau fruktosa. Intoleransi ini dapat menyebabkan diare setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut.

  5. Gangguan pencernaan: Beberapa gangguan pencernaan, seperti gastroenteritis atau sindrom iritasi usus, dapat menyebabkan diare berulang pada anak-anak.

Untuk mengetahui penyebab pasti diare berulang pada anak Anda, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mungkin memeriksa sampel tinja, dan mungkin merujuk anak Anda ke spesialis jika diperlukan.

Dalam beberapa kasus, diare pada anak dapat menyebabkan dehidrasi. Pastikan anak Anda tetap terhidrasi dengan memberikan cairan yang cukup, seperti air putih, ASI, atau formula. Juga, hindari memberikan makanan yang berat atau sulit dicerna selama diare.

Saya harap informasi ini bermanfaat. Namun, ingatlah bahwa hanya dokter yang dapat memberikan diagnosis yang akurat dan memberikan pengobatan yang tepat. Jadi, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter anak Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan