Broken home
Saya anak perempuan pertama dari 3 bersaudara , ketika umur saya 15 tahun org tua saya memutuskan untuk bercerai karena ada masalah sedikit, saya tidak pernah menyangka keluarga saya uang yang kelihatan Cemara bahagia, tiba-tiba bisa menjadi seperti ini, sejak saat itu saya jadi malu bahkan tak banyak bicara semua masalah yang saya hadapi selalu saya pendam sendiri , saya tiba tiba bisa menangis sendiri jika merasa kesepian ,saya suka insecure dengan orang lain dan tak percaya diri, prestasi sayapun menurun, dan semangat saya seketika hilang , pikiran saya selalu berat , saya selalu menimbang perasaan kedua orang tua saya yang sudah bercerai.
























Halo, terima kasih atas pertanyaan anda
Kami dapat memahami kebingungan, kesedihan dan kekecewaan yang anda alami sebagai anak seorang anak setelah orang tua bercerai. Tentu kejadian tersebut mempengaruhi kondisi anda dalam menjalani keseharian.
Perlu disadari bahwa semua emosi yang anda rasakan adalah valid, serta tidak terdapat batasan waktu yang ideal untuk memulihkan hal tersebut karena setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Yang terpenting adalah tidak menyalahkan diri sendiri atas keputusan yang diambil oleh kedua orang tua anda.
Cobalah untuk meluangkan waktu berdialog dengan diri sendiri, kenali diri (segala potensi yang dapat dikembangkan) dan kebutuhan anda saat ini. Ekspresikan emosi dan pikiran yang anda rasakan dengan cara yang tepat, seperti melakukan jurnaling, bergabung pada komunitas yang menyenangkan bagi anda, melakukan hobi, dsb. Anda juga tidak perlu ragu meminta bantuan ataupun dukungan dari kerabat terdekat yang anda percaya.
Apabila kondisi ini tidak dapat diatasi secara mandiri, maka jangan ragu meminta bantuan profesional (psikolog/ psikiater).
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya memahami bahwa Anda mengalami kesulitan setelah orang tua Anda bercerai. Situasi seperti ini bisa sangat menantang dan mempengaruhi emosi dan kesejahteraan mental Anda. Saya akan mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin dapat membantu Anda.:Cari dukungan: Penting untuk memiliki seseorang yang dapat Anda percaya dan berbagi perasaan Anda. Anda bisa mencari dukungan dari teman dekat, anggota keluarga lainnya, atau bahkan seorang konselor atau terapis yang dapat membantu Anda mengatasi perasaan Anda.
Jaga kesehatan mental dan fisik: Lakukan aktivitas yang Anda nikmati dan yang dapat membantu mengurangi stres, seperti olahraga, meditasi, atau hobi lainnya. Pastikan Anda juga mendapatkan istirahat yang cukup dan menjaga pola makan yang sehat.
Jangan menyalahkan diri sendiri: Ingatlah bahwa perceraian orang tua bukanlah kesalahan Anda. Jangan menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah atas situasi ini. Anda tidak bertanggung jawab atas keputusan orang tua Anda.
Cari cara untuk mengungkapkan perasaan: Jika Anda merasa kesepian atau sedih, penting untuk menemukan cara untuk mengungkapkan perasaan tersebut. Anda bisa menulis di jurnal, berbicara dengan seseorang yang dipercaya, atau bahkan mencari bantuan dari seorang profesional.
Fokus pada diri sendiri: Sementara Anda mungkin merasa perlu untuk memikirkan perasaan kedua orang tua Anda, jangan lupakan kebutuhan dan perasaan Anda sendiri. Fokuslah pada diri sendiri, kebahagiaan Anda, dan mencapai tujuan pribadi Anda.
Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional: Jika Anda merasa kesulitan mengatasi perasaan Anda sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis. Mereka dapat membantu Anda mengatasi perasaan negatif dan memberikan dukungan yang Anda butuhkan.
Ingatlah bahwa setiap orang bereaksi berbeda terhadap perceraian orang tua, dan perasaan Anda sepenuhnya valid. Jika Anda merasa terus berjuang, penting untuk mencari bantuan dan dukungan yang tepat. Semoga Anda dapat menemukan cara untuk mengatasi perasaan Anda dan memulihkan semangat dan kepercayaan diri Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.
Related content