🔥 Diskusi Menarik

Apa Benar Demam Berdarah Bisa Menginfeksi Lebih Dari Satu Kali? Apa Benar Demam Berdarah Bisa Menginfeksi Lebih Dari Satu Kali? 
Mulai04/03/2024
Berakhir01/05/2024

Apa Benar Demam Berdarah Bisa Menginfeksi Lebih Dari Satu Kali?

Di musim hujan seperti sekarang, apakah Sobat Sehat khawatir anak-anak rentan terkena demam berdarah alias DBD?


Penyakit DBD tergolong cukup serius karena masih tingginya kasus kematian yang terjadi di Indonesia.


Penyebabnya, tentu karena gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Nyamuk DBD ini memiliki tampilan berwarna hitam dengan bercak putih pada tubuhnya.


Untuk mencegah penularan, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan, yaitu menjaga kebersihan 3M dan dilengkapi dengan vaksinasi. Vaksin demam berdarah dapat mencegah penyakit dengue dan mengurangi risiko keparahan.


Yuk, tanya lebih lanjut tentang serba-serbi demam berdarah pada anak, langsung ke ahlinya!


Semua pertanyaan Sobat Sehat akan dijawab oleh dr. Nunki Andria Samudra, Sp.A tanpa pungutan biaya apapun, lho.


Buruan tulis pertanyaan Sobat Sehat di kolom komentar sekarang!

33
74k
266 komen

266 komentar

Benarkah anak lebih berisiko anak terkena DBD?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Jika anak terkena DBD apa yang harus dilakukan?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
@Ifat Iktiar Rini

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

Tahapan penyakit Demam Berdarah Dengue terdiri dari 3 fase.

Fase yang pertama adalah fase demam. Anak akan mengalami demam tinggi mendadak, disertai dengan nyeri kepala, nyeri di sekitar mata, nyeri otot dan nyeri sendi, mual dan muntah. Pada fase demam yaitu sekitar hari 1-3, perawatan yang dapat dilakukan di rumah antara lain memberikan anak asupan makanan bergizi dan minum dengan cukup, melakukan kompres hangat pada anak, kemudian anak dapat diberikan obat penurun panas dan pereda nyeri seperti paracetamol.

Jika demam menetap selama 3 hari, anak perlu segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan. Jika anak dirawat di RS, orang tua dapat terus melakukan pengawasa pada anak selama perawatan. Pastikan anak sadar penuh, BAK cukup, tangan dan kaki hangat, tidak ada perdarahan dan segera melapor kepada Dokter atau perawat jaga jika ada keluhan selama perawatan di RS.

Semoga informasi ini bermanfaat.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Kapan tepatnya bintik2 ruam merah keluar di kulit pada penderita dbd?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
@Azira Fatarani

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

Bintik-bintik merah yang tidak hilang dengan penekanan (ptechiae) umumnya timbul saat kadar trombosit turun, yaitu pada fase kritis di hari ke 4-5. Semoga informasi ini dapat membantu.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tertular demam berdarah?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
@Sherly Wulandari

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

Untuk mengurangi risiko tertular demam berdarah,

lakukan 3M Plus, yaitu: Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air, Mendaur ulang/mengubur berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. Plus cegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk misalnya dengan memakai repellent/lotion anti nyamuk, membersihkan lingkungan rumah dan merapikan barang-barang yang menumpuk agar tidak jadi tempat persembunyian nyamuk, tidur menggunakan kelambu, dsb. Lengkapi dengan Vaksinasi untuk cegah DBD/ Vaksin Dengue yang dapat diberikan pada usia 6-45 tahun.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Dok, Apa yang harus saya lakukan jika saya mencurigai saya menderita demam berdarah?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Desi Safrina

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

Pada perjalanan penyakit DBD, terdapat 3 fase, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan.

Pada fase demam, yang berlangsung pada hari ke 1-3, penderita akan mengalami demam, nyeri kepala, nyeri di sekitar mata, nyeri sendi, mual dan muntah. Pada fase ini penderita demam berdarah perlu beristirahat, banyak minum, dan jika perlu mengonsumsi obat penurun panas dan pereda nyeri seperti Paracetamol. Jika demam tidak turun dalam 3 hari, atau kondisi tidak membaik saat demam turun (memasuki fase kritis di hari ke 4-5), penderita perlu memeriksakan diri ke dokter. Pada fase kritis terjadi perembesan plasma, sehingga darah menjadi kental, dan apabila tidak mendapat terapi infus/ cairan yang memadai, penderita DBD dapat mengalami syok dan dapat bersifat fatal. Semoga informasi ini bermanfaat.

4 hari yang lalu
Suka
Balas

Dok, Apa yang harus saya lakukan jika saya mencurigai saya menderita demam berdarah?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Bagaimana cara mencegah penyakit demam berdarah di lingkungan rumah tangga, Dok?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
@Delya Azmarini

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

Untuk mencegah demam berdarah, lakukan 3M Plus, yaitu: Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air, Mendaur ulang/mengubur berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. Plus cegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk misalnya dengan memakai repellent/lotion anti nyamuk, membersihkan lingkungan rumah dan merapikan barang-barang yang menumpuk agar tidak jadi tempat persembunyian nyamuk, tidur menggunakan kelambu, dsb. Lengkapi dengan Vaksinasi untuk cegah DBD/ Vaksin Dengue yang dapat diberikan pada usia 6-45 tahun.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Makanan apa yang baik untuk pasien demam berdarah, Dok?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Jika sudah pernah sakit DBD apakah bisa terinfeksi kembali?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Seperti apa siklus penyakit demam berdarah?

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
Lihat 148 komentar lain
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.