Anak terlambat bicara
Halo semuanya saya ingin bertanya dan berbagi cerita anak saya yg no 2 terlambat bicara dan menghindari kontak mata, dia masih merespon bila saya candaan dengan tersenyum tertawa tapi sangat sulit melatihnya mengikuti kata2 per kata untuk berbicara. Kakaknya juga dulu terlambat berbicara tetapi dia masih berusaha berbicara walau kata2nya tidak terlalu jelas
























Halo resa, terima kasih atas pertanyaan anda.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk merangsang stimulan dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak.
1. Ajak si kecil berkomunikasi -> Mulailah berbicara dengan si kecil ketika ia baru lahir, hal ini dilakukan untuk merangsang indra pendengarannya sejak dini. Nah, ketika anak sudah mulai bisa mendengar dan melihat secara jelas, sebagai orangtua Anda harus sudah mulai mengajak si kecil berinteraksi dan berbicara kapan pun dan di mana pun. Jangan lupa beri perhatian sambil menatapnya saat si kecil mulai mengoceh. Buatlah diri Anda seekspresif mungkin, agar memancing respon gelak tawa si kecil dan suara yang dikeluarkan “ala bahasa bayi”.
2. Belajar sambil bermain -> Bermain adalah cara paling ampuh untuk mengajak anak berinteraksi sambil memberikan pelajaran pada anak agar lebih tanggap atas apa yang Anda ucapkan. Contohnya, Anda bisa menggunakan media mendongeng dengan menceritakan berbagai macam jenis cerita sebelum tidur dan saat waktu luang. Selain itu, Anda juga bisa merangsang stimulan otaknya dengan musik. Anda bisa memutar lagu anak-anak dalam bentuk audio dan visual dari ponsel, DVD, acara TV, ataupun media lainnya. Jangan lupa untuk mengajaknya berjoget dan bertepuk tangan agar menambah kegembiraan dan semangat si kecil. Jika ini dilakukan secara rutin, lambat laun anak pasti akan mencoba menirukan nada dan lirik lagu yang sering dinyanyikannya. Ketika anak sudah mulai bosan, Anda juga bisa mengajak bermain si kecil dengan gambar-gambar pada flash card, puzzel, ataupun benda-beda lain yang memiliki bentuk dan gambar menarik. Ajak juga si kecil bermain tebak-tebakan anggota tubuh dengan menanyakan di mana letak hidung, mata, kuping, mulut.
3. Ajukan pertanyaan yang lebih banyak -> Jika anak sudah mulai mengeluarkan “bahasa ala bayi”-nya, dan memberi beragam respon, jangan ragu untuk menanggapinya. Anda mempertegas apa yang si kecil ucapkan dengan mengajukan pertanyaan yang lebih banyak sehingga memungkinkan anak memberikan respon. Contohnya jika anak meminta minum ataupun mandi, Anda bisa berpura-pura menanyakan maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Meskipun respon jawaban yang Anda dapatkan tidak jelas atau bahkan tidak Anda pahami, Anda harus tetap meresponnya. Anda bisa mensiasatinya dengan mencoba mengulangi apa yang si kecil katakan untuk memperjalas maknanya, namun gunakanlah kata yang jelas dan benar secara berulang-ulang agar si kecil mudah mencerna dan terbisa dengan kata tersebut. Bukan malah merespon balik dengan menggunakan “bahasa ala bayi”.
4. Ajak anak bersosialisasi -> Banyak sekali alasan di balik anak terlambat bicara. Salah satunya yang sering terjadi adalah anak Anda takut dan malu jika bertemu orang baru yang jarang dia jumpai. Oleh karena itu, Anda harus sering mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah. Kenalkan si kecil dengan teman-teman sebayanya, fungsinya agar anak terbiasa bertemu dengan banyak orang selain keluarga di rumah. Selain itu, si kecil akan cepat belajar dari anak lainnya, entah dari segi cara bermain, cara berbicara, dan cara berinteraksi.
5. Lakukan terapi -> Jika sampai usia 3 tahun anak belum bisa berbicara dengan jelas dan masih terbata-bata, sebaiknya Anda segera melakukan terapi. Jika Anak tidak segera mendapatkan terapi pada usia empat tahun menjelang masuk TK, anak akan rentan bisa mengalami stres dan tantrum karena sulit untuk menerjemahkan kemauan mereka.
Maka dari itu, penting bagi anak anda untuk segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang untuk di evaluasi lebih lanjut.
Sekian dan Terima Kasih