Anak tantrum usia 9 tahun
Saya irt yg memiliki 3 org anak perempuan, Anak saya pertama usia 9th namanya azraa. Saya sering merasa kewalahan dan kadang menyerah menghadapi anak yg setiap apapun yg dia hadapi selalu berujung masalah bagi hubungan kami (anak dan ortu). Misal dia meminta ijin utk melakukan 1 hal, saya melarang dg satu alasan yg nt merugikan dia, dia merasa tidak terima dan akhirnya merengek ngambek marah dan ujungnya sya jg ikut marah karna dia keras kepala. Kejadian seperti ini hampir tiap hari. Hal yg sepele pun dia tidak pernah bsa menyelesaikan selalu merengek marah ngambek. Mmg saya sll membandingkan dia dg adiknya no 2, adiknya lbh dewasa dr dia. Speechless, g tau lg bagaimna menghadapi dia. Tolong masukkannya mom 🙏😭😭😭😭🙌
























Halo Ratih Pujiastuti, terima kasih untuk pertanyaannya.
Perilaku anak selalu saja menggemaskan. Namun, terkadang juga anak menunjukkan perilaku yang menyababkan orang tuanya marah, kesal, atau kecewa. Anak terkadang menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan yang orang tua harapkan.
Perlu diketahui bahwa perilaku marah dan sulit diatur yang ditunjukkan anak biasanya merupakan cara mereka untuk protes terhadap lingkungannya. Hal demikian terjadi karena anak belum mampu menyampaikan keinginan dan mengelola emosinya dengan baik. Di sisi lain, bisa saja anak marah-marah atau memberontak merupakan cara untuk memperoleh perhatian atau cara agar mendapatkan sesuatu yang diinginkan sesegera mungkin.
Sebagai orang tua dalam mengarahkan anak perlu disertai dengan penjelasan yang detail mengenai alasan orang tua memintanya melakukan sesuatu hal atau melarangnya sehingga anak dapat memahami kondisi tersebut. Namun, apabila anak melakukan kesalahan, anda tidak perlu memarahi secara berlebihan atau memukul atau memberikan label negative terhadap anak karena akan menyebabkan anak meniru perilaku serupa yang bisa saja berlangsung hingga dewasa. Oleh karena itu, anda dapat mengajak anak berdiskusi dengan tenang mengenai alasan anak marah dan susah diatur, tanyakan juga pikiran dan perasaannya, serta dapat membuat kesepakatan bersama apabila anak mudah marah atau membangkang di kemudian hari. Sebaiknya anda tetap menghargai proses perkembangan anak tanpa membandingkan dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing, sehingga perlu dikenali potensi yang hadir padadiri anak. Berikan apresiasi jika anak menunjukkan perilaku yang lebih baik agar anak mempertahankan perilakunya tersebut.
Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog anak jika keluhan berlanjut atau bertambah
parah.