anak saya sudah MPASI selama 1 bulan dengan usia tgl

anak saya sudah MPASI selama 1 bulan dengan usia tgl 25 ini 7 bulan. awalnya saya kasih homemade tapi sudah 1 minggu ini saya coba kasih fortif karena saya sudah mulai bekerja. nah dari awal MPASI anak saya pupnya berubah jadi warna hitam gt itu gimana ya? bahaya atau tidak. tapi anak saya tidak lemas malah aktif dan bb pun naik. anak saya juga full sufor minum s26 phpro tahap 2, sering kentut jg dan sblm MPASI pupnya warna hijau gt. jadi ini bahaya ga ya mengenai pupnya yg berubah menjadi warna hitam?

dan saya harus gimana memberi MPASI untuk anak saya bagusnya seperti apa? tolong direkomendasikan jika homemade menunya apa saja dan jika fortif yg bagus apa ya bu?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Perubahan warna feses bayi menjadi hitam setelah MPASI, terutama setelah mengonsumsi MPASI fortifikasi, kemungkinan besar disebabkan oleh kandungan zat besi yang tinggi dalam makanan fortifikasi atau susu formula yang dikonsumsi. Zat besi yang tidak terserap sempurna oleh tubuh bayi akan dikeluarkan melalui feses, menyebabkan warnanya menjadi gelap atau kehitaman:

Mengingat bayi Anda tetap aktif, berat badannya naik, dan tidak menunjukkan gejala lain seperti lemas, demam, muntah, atau feses yang sangat lengket seperti aspal (melena), kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, jika Anda merasa khawatir atau jika ada perubahan lain yang mencurigakan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk MPASI bayi usia 7 bulan, baik homemade maupun fortifikasi, penting untuk memastikan nutrisi yang seimbang dan bervariasi: 1. MPASI Homemade:

  • Tekstur: Pada usia 7 bulan, tekstur MPASI bisa lebih kental dari pure dan bisa mulai diperkenalkan camilan.
  • Menu 4 Bintang: Pastikan setiap porsi mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran/buah.
  • Karbohidrat: Nasi tim saring, bubur kentang, ubi.
  • Protein Hewani: Daging ayam, daging sapi, ikan (salmon, kakap), telur (kuning telur dulu).
  • Protein Nabati: Tahu, tempe, kacang-kacangan (misalnya kacang merah yang dihaluskan).
  • Sayuran & Buah: Brokoli, bayam, wortel, labu, buncis, alpukat, pisang, pir, pepaya.
  • Lemak Tambahan: Tambahkan sedikit minyak zaitun, minyak kelapa, atau santan pada MPASI untuk menambah kalori dan membantu penyerapan vitamin.
  • Porsi & Frekuensi: Berikan 2-3 kali sehari makanan utama, dan bisa mulai 1-2 kali camilan.
  • Perkenalkan Bertahap: Perkenalkan satu jenis makanan baru setiap beberapa hari untuk mengidentifikasi potensi alergi. 2. MPASI Fortifikasi:
  • MPASI fortifikasi adalah pilihan yang baik, terutama jika Anda sibuk bekerja, karena sudah diperkaya nutrisi penting seperti zat besi, zinc, dan vitamin.
  • Tips Memilih:
  • Baca Label Nutrisi: Pastikan kandungan gizi sesuai untuk usia bayi Anda.
  • Pilih Bahan Berkualitas: Pilih produk dari merek terpercaya yang telah melewati uji keamanan BPOM.
  • Perhatikan Usia: Sesuaikan dengan tahapan usia bayi (misalnya, untuk 7 bulan).
  • Cek Tanggal Kedaluwarsa: Selalu periksa tanggal kedaluwarsa.
  • Hindari Alergen: Jika bayi memiliki riwayat alergi, perhatikan komposisi bahan.
  • Contoh: Bubur beras instan atau sereal bayi yang difortifikasi. Terus berikan variasi makanan untuk memastikan bayi mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi untuk panduan MPASI yang lebih personal dan sesuai dengan kondisi bayi Anda.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan