Anak mual dan muntah
Dok, mau tanya anak saya umur hampir 3 th bulan lalu demam disertai muntah² dan mual diperiksain ke dokter dikasih obat racik panas nya hilang tapi mual dan muntah masih sampai sekarang ini dok kebetulan anak saya menyusu sufor dok, itu dikarena apa yaa dok dan langkah apa yg harus saya lakukan, mohon bantuannya dok terimakasih 🙏🏻
























Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.
Demam atau suhu tubuh diatas 38 C merupakan respon tubuh terhadap paparan bakteri, virus atau lainnya dari lingkungan. Demam menandakan sistem imun tubuh sedang bekerja melawan benda yang dianggap menyerang dan membahayakan tubuh seperti bakteri atau virus.
Muntah pun adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mungkin mengiritasi saluran pencernaannya. Hal yang dikhawatirkan dari muntah apalagi disertai dengan demam yaitu dehidrasi.
Tubuh manusia memiliki termoregulator atau pusat pengatur suhu di otak, apabila muncul sinyal maka suhu tubuh akan naik meninggi sehingga teraba panas pada tubuh bayi. Wajar jika suhu naik turun yang penting masih batas normal, karena suhu lingkungan juga mempengaruhi suhu tubuh bayi terutama.
Penyebab demam banyak sekali dan perlu dievaluasi dan dicaritahu darimana. Beberapa penyebab berikut:
- infeksi bakteri, virus, parasit dan sebagainya
- respon normal terhadap suhu di lingkungan sekitarnya, pastikan suhu ruangan tidak terlalu panas dan ventilasi baik.
- kekurangan cairan atau dehidrasi, cek kembali apakah bayi cukup minum ASI ataupun susu formulanya atau tidak.
- Beberapa anak mungkin lemas, rewel, tidak nafsu makan (beberapa pada saat tumbuh gigi mungkin demam, lainnya tidak), tidak nafsu makan pada anak saat demam tinggi dialami karena anak sedang merasa tidak nyaman sehingga tidak mau makan atau ada sebab lain seperti tumbuh gigi. Perlu dicek lebih lanjut. Jika ada tanda tumbuh gigi, berikan makanan yang tekstur lembut dan dingin untuk mengurangi nyeri pada gusinya.
- Berikan makan anak lebih sering tapi sedikit porsi tidak masalah yang terpenting diberikan sering.
Demam tidak bahaya, apabila anak:
-masih mau bermain
- Makan dan minum dengan baik
- Merespon dan tersenyum pada Anda
-Terlihat baik-baik saja ketika suhu tubuhnya perlahan menurun
- Pantau suhu tubuh dengan termometer.
Perhatikan dan pantau demam selama 2 hari atau lebih (waspada jika ada gejala kejang demam sebelumnya) dan lihat kondisi anak. Jika anak terlihat lemas, tidak ada asupan lain dan pantau juga frekuensi buang air kecilnya dalam satu hari karena dikhawatirkan dehidrasi dan apabila ada riwayat kejang demam juga, sebaiknya segera ke Rumah Sakit terdekat.
Pertolongan pertama di rumah: kompres hangat, beri obat penurun panas, beri banyak cairan air putih, ASI dilanjutkan, jika minum susu formula maka lanjutkan minum, pastikan cairan cukup, lalu makan minum dapat diberikan sedikit tapi sering, karbohidrat tidak hanya nasi, bisa kentang, ubi, dan banyak makanan lain yang bisa ditawarkan ke anak.
Pada dasarnya apabila virus, bakteri atau apapun yang mengiritasi tubuhnya berkurang maka gejala perlahan akan membaik namun ya tidak langsung seluruhnya, satu persatu misalnya muntah nya membaik, namun masih demam, maka pastikan saja poin yang telah dijelaskan diatas. Apabila anda masih ragu dan anak sulit masuk makanan dan minuman sama sekali serta terlihat tanda dehidrasi, silakan bawa ke RS terdekat.
Semoga membantu, terima kasih
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Mual dan muntah pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi saluran pencernaan, alergi makanan, atau masalah pada sistem saraf. Jika anak Anda masih mengalami mual dan muntah setelah diberikan obat racik, sebaiknya Anda membawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi anak. Selain itu, pastikan anak Anda tetap terhidrasi dengan memberikan cairan yang cukup dan hindari memberikan makanan yang berat atau sulit dicerna. Semoga bermanfaat!Related content