Tidak keputihan tapi berbau
Selamat pagi dok mohon maaf mau tanya saya tidak mengalami keputihan sama sekali tapi kok cairan Miss V sy berbau dan setelah berhubungan juga bau.
Sy sdh cek Pap Smear tapi semuanya normal mohon bantuannya ya dok.
Selamat pagi dok mohon maaf mau tanya saya tidak mengalami keputihan sama sekali tapi kok cairan Miss V sy berbau dan setelah berhubungan juga bau.
Sy sdh cek Pap Smear tapi semuanya normal mohon bantuannya ya dok.
2 komentar
Terbaru
Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo sobat sehat,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Bau yang tidak biasa pada cairan Miss V setelah berhubungan seksual dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan tidak selalu merupakan tanda masalah kesehatan serius.
Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi bau cairan Miss V termasuk:
Jika Anda merasa cemas atau bau yang tidak biasa disertai dengan gejala lain seperti gatal, iritasi, atau nyeri, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung terutama jika Anda mencurigai adanya infeksi. Dokter Anda dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab bau yang tidak biasa dan memberikan perawatan yang sesuai jika diperlukan.
Semoga membantu,
Salam, dr. Syifa.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Berdasarkan informasi yang Anda berikan, ada beberapa kemungkinan penyebab bau pada cairan vagina meskipun tidak ada keputihan yang terlihat. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:Infeksi vagina: Meskipun hasil Pap Smear Anda normal, tetapi masih ada kemungkinan infeksi vagina yang tidak terdeteksi. Infeksi seperti vaginosis bakterialis atau infeksi jamur dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada cairan vagina.
Perubahan pH vagina: pH vagina yang tidak seimbang dapat menyebabkan perubahan bau pada cairan vagina. Faktor seperti kebersihan yang tidak memadai, penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai, atau perubahan hormonal dapat mempengaruhi pH vagina.
Infeksi menular seksual (IMS): Meskipun Anda telah melakukan Pap Smear, tetapi tidak semua IMS dapat terdeteksi melalui tes tersebut. Beberapa IMS seperti trikomoniasis atau klamidia dapat menyebabkan bau pada cairan vagina.
Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau spesialis penyakit menular seksual untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin akan merekomendasikan tes tambahan seperti tes kultur atau tes DNA untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi masalah yang Anda alami.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kebersihan area intim dengan baik, menggunakan pakaian dalam yang bersih dan nyaman, menghindari penggunaan produk pembersih yang keras atau beraroma kuat, dan menghindari hubungan seksual yang tidak aman.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan lebih lanjut, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.
Related content