Siklus menstruasi tidak teratur
Halo Dok, nama sya Wega Anggita, tahun ini umur sya 22 thn. Saya ingin bertanya... Dari semenjak pertama kli datang bulan sampai sekaran siklus menstruasi sya tidak teratur. Jaraknya kurang lebih dri 35 hri dri haid sebelumnya. Tap beberapa waktu lalu sya kurang lebih sudah 6 bulan belum juga menstruasi semenjak haid terakhir. Karna khawatir kmudian sya pergi ke dokter untuk cek USG untuk mengetahui apa penyebabnya. Kata dokternya rahim sya memang agak tebal dikarenakan sudah lama tidak menstruasi dan tidak dilihat adanya kanker atau kista. Kemudian dokternya meresepkan sya obat untuk memancing menstruasi. Setelah kurang lebih 1 minggu mengkonsumsi obat tersebut sampai habis, akhirnya sya menstruasi dan darah yang pertama keluar berwarna coklat. Dok kira2 apa penyebab sya tidak haid selama kurang lebih 6 bulan tersebut? Sya takut kalau nanti sya akan sulit untuk mendapatkan keturunan. Sekiranya apa yng harus sya lakukan Dok agar kehawatiran sya tidak terjadi?
sekian dan terimakasih🙏.
























Hallo Sobat Sehat,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Hiperlapsia endometrium atau penebalan dinding rahim terjadi ketika hormon estrogen dalam tubuh wanita terlalu tinggi, sedangkan hormon progesteronnya terlalu rendah.
Kedua hormon ini berperan penting dalam menstruasi dan kehamilan. Selama masa ovulasi, estrogen berperan dalam mengentalkan endometrium, sedangkan progesteron mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Apabila kehamilan tidak terjadi, kadar progesteron turun dan memicu rahim melepaskan lapisannya sebagai periode menstruasi.
Wanita yang memiliki hiperlapsia endometrium menghasilkan progesteron yang rendah, sehingga rahim tidak dapat melepaskan lapisan endometrium dan lapisan tersebut akhirnya terus menebal.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami hiperplasia endometrium, di antaranya:
-Usia di atas 35 tahun
-Riwayat keluarga dengan kanker rahim atau kanker ovarium
-Perubahan hormon menjelang menopause (pramenopause) atau saat menopause
-Efek samping terapi hormon estrogen
-Siklus menstruasi tidak teratur
-Gangguan organ reproduksi, misalnya infertilitas atau sindrom ovarium polikistik (PCOS)
-Berat badan berlebih atau obesitas
-Penyakit tertentu, seperti diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit kandung empedu
Semoga membantu.
Salam, dr. Syifa.