Kewanitaan
Hello! Dok mau tanya, saya ada keluar keputihan setiap hari.
Keputihan itu tidak berbau menyengat atau amis dan tidak gatal ataupun nyeri, dan cairan pun normal, hanya saja keluar setiap hari dan meninggalkan bekas di celana.
Penyebabnya apa ya? Apakah berbahaya? Dan bagaimana cara menghilangkannya?
Terimakasih.
























Halo Mia Fitriana, terima kasih atas pertanyaannya.
Keputihan atau leukorea adalah cairan yang diproduksi vagina secara berkala. Keputihan merupakan kondisi normal yang tak selalu perlu dikhawatirkan kecuali keputihannya tidak normal maka harus di cek ke dokter.
Keputihan adalah hal normal dialami wanita, keputihan yang normal ditandai dengan:
- tidak berbau, jikapun ada, maka tidak menyengat atau berbau lain tidak sedap
- berwarna putih kekuningan
- tidak gatal
Karena pada dasarnya vagina wanita mengandung flora normal yang dapat terganggu apabila terjadi infeksi atau pemicu lainnya.
Beberapa sebab keputihan tidak normal (berubah warna, berbau beda dari biasanya lebih menyengat dan gatal) antara lain:
- infeksi jamur
- infeksi bakteri seperti pada bakterial vaginosis
- penyakit kelamin yang menular dari pasangan.
Tips menjaga agar keputihan tidak mengganggu atau tidak normal:
- jika banyak, sering berganti celana dalam agar tidak lembab
- jaga higiene atau kebersihan organ intim terutama setelah buang air kecil dan besar, pastikan bersih dan kering
- hindari menggunakan celana berbahan panas dan ketat
- hindari penggunaan cairan pembersih vagina yang terlalu sering dan berlebihan.
- untuk pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena beda sebab akan beda terapi.
apabila keputihan seperti berbau berbeda dari biasanya bahkan membuat gatal, sebaiknya segera berkonsultasi langsung dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat.
Terimakasih
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Keluar keputihan setiap hari adalah hal yang umum pada wanita. Keputihan adalah proses alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi organ reproduksi wanita. Namun, jika keputihan Anda meninggalkan bekas di celana, mungkin ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.:Penyebab umum keputihan yang meninggalkan bekas di celana adalah:
Keputihan fisiologis: Ini adalah keputihan normal yang terjadi sebagai bagian dari siklus menstruasi. Cairan ini biasanya bening atau putih susu, tidak berbau, tidak gatal, dan tidak menyebabkan nyeri. Jika keputihan Anda sesuai dengan deskripsi ini, kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Infeksi ragi (kandidiasis): Infeksi ragi dapat menyebabkan keputihan yang berwarna putih, kental, dan seperti keju cottage. Infeksi ragi biasanya disertai dengan gatal dan kemerahan pada area vagina. Jika Anda mengalami gejala ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Bakteri vaginosis: Bakteri vaginosis adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan keputihan berwarna abu-abu atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap. Jika Anda mengalami keputihan dengan bau yang tidak sedap, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Infeksi menular seksual (IMS): Beberapa IMS seperti klamidia atau gonore dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal. Jika Anda memiliki riwayat hubungan seksual yang tidak aman atau merasa khawatir tentang IMS, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Penting untuk diingat bahwa saya hanya dapat memberikan informasi umum berdasarkan deskripsi yang Anda berikan. Untuk diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis lainnya. Mereka akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin tes tambahan untuk menentukan penyebab keputihan Anda.
Jika keputihan Anda tidak disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri, atau bau yang tidak sedap, kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda merasa khawatir atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan rekomendasi yang sesuai.
Semoga informasi ini membantu! Apakah Anda memiliki pertanyaan lain?
Related content