Gumpalan putih dalam vagina gatak

Halo dok, selama beberapa hari ini saya mengalami gatal gatal di area vagina dalam, saat saya cek, ternyata di dalamnya ada putih2, seperti gumpalan, tetapi bisa saya bersihkan... ini kenapa ya dok? saya juga cukup malu untuk ke dokter karena masih terbilang muda.. saya juga tidak pernah berhubungan seksual... tetapi tidak ada bau sama sekali dan tidak berdarah serta tidak kemerahan kenapa yaa?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Hallo sherly, terima kasih atas pertanyaan nya

Dari gejala yang kamu ceritakan:

  • Gatal di area vagina bagian dalam,
  • Ada putih-putih seperti gumpalan (mirip keju atau susu basi),
  • Tidak berbau,
  • Tidak berdarah,
  • Tidak ada kemerahan di luar,
  • Tidak pernah berhubungan seksual,


Kemungkinan besar ini adalah infeksi jamur vagina (kandidiasis vaginalis). Infeksi ini bisa terjadi meskipun kamu belum pernah berhubungan seksual, dan penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti:

  • Area vagina yang terlalu lembap (misalnya karena pakaian dalam yang terlalu ketat atau tidak menyerap keringat),
  • Sering memakai pantyliner atau celana dalam sintetis,
  • Imunitas menurun,
  • Kebersihan area kewanitaan yang terlalu berlebihan (misalnya sering cebok dengan sabun yang keras atau antiseptik),
  • Konsumsi antibiotik.


Apa yang bisa kamu lakukan sekarang:

  1. Jaga kebersihan area kewanitaan:
  • Bilas dengan air bersih saja (tidak perlu sabun khusus kewanitaan).
  • Keringkan dengan handuk bersih (jangan lembap-lembap).
  • Jangan memakai celana dalam terlalu ketat atau yang berbahan sintetis.
  1. Gunakan celana dalam berbahan katun dan sering-sering ganti jika berkeringat.
  2. Hindari penggunaan pantyliner terus-menerus, karena bisa membuat area tersebut lembap.
  3. Obat antijamur:
  • Kamu bisa membeli obat salep antijamur yang dijual bebas di apotek, seperti yang mengandung clotrimazole (contoh: Canesten atau merk generik lainnya)
  • Ada juga versi ovula (supositoria vagina), tapi mungkin lebih sulit dipakai sendiri bila belum terbiasa.
  1. Pantau gejalanya:
  • Kalau dalam 3–5 hari tidak membaik, atau justru makin gatal dan mengganggu, sebaiknya tetap konsultasi ke dokter, meskipun kamu merasa malu. Dokter tidak akan menilai atau menghakimi kamu, karena ini murni masalah kesehatan biasa yang sering terjadi.
3 minggu yang lalu
Suka
Balas
Gumpalan putih di vagina yang disertai gatal bisa jadi merupakan tanda infeksi jamur atau bakteri. Karena Anda belum pernah berhubungan seksual, kemungkinan penyebabnya adalah infeksi jamur atau bakteri yang tidak menular secara seksual:

Berikut beberapa kemungkinan penyebab gumpalan putih dan gatal pada vagina:

  1. Infeksi Jamur Vagina: Disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan. Gejala meliputi keputihan berwarna putih seperti keju cottage, gatal, dan rasa terbakar saat buang air kecil.
  2. Vaginosis Bakterialis: Terjadi ketika bakteri jahat lebih banyak dari bakteri baik di vagina. Gejala meliputi keputihan berwarna keabuan atau putih, gatal, sensasi terbakar saat kencing, dan bau menyengat. Saran:
  • Jaga Kebersihan Vagina: Cuci area vagina dengan air bersih dan sabun lembut tanpa pewangi. Hindari penggunaan sabun yang keras atau douching, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.
  • Gunakan Celana Dalam Katun: Celana dalam katun membantu menjaga area vagina tetap kering dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur.
  • Hindari Pakaian Ketat: Pakaian ketat dapat memerangkap kelembapan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Konsultasikan dengan Dokter: Meskipun Anda malu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan tes untuk menentukan penyebab gatal dan keputihan Anda. Karena Anda belum pernah berhubungan seksual, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai, seperti krim antijamur atau antibiotik yang aman untuk digunakan. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis, karena masalah ini umum terjadi dan dapat diobati dengan mudah.
3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan