Hallo Dok saya melakukan HS sekitar Minggu lalu tapi tidak ada sperma yang keluar dan saya banyak mengonsumsi Norelut Dok Lalu hari ini ada darah s
... Lihat LainnyaGatal di Miss V
Dok kenapa ya kulit kemaluan aku terasa gatal (kadang-kadang) lalu dibagian bibir vagina sampai lipatan vagina juga gatal dan ini sering, kadang kulit dibibir vagina nya ngelopek gitu dok. Ini udh agak lama, munculnya tiba-tiba pas habis haid pertengahan tahun kmrin. Tdinya dikulit kemaluanku gatal & kulitnya mengelupas kaya ketombe kecil-kecil trs pke salep ketoconazole jdi jarang gatel + jarang ngelupas kulit nya, tpi bekas nya tuh ga ilang. Sekarang malah gantian di bibir vagina nya yg gatal + ngelupas, trs ak ksih ketoconazole dipinggir² nya tapi tetep aja gatal, terus lipatan Miss v nya skrng yg sring gatal, ini kenapa ya dok? Jamur atau bakteri? Apa ada salep yg lebih ampuh? Btw aku msih skolah dok, mau pake rebusan air sirih seminggu 2×, soalnya ak jg keputihan dari dulu ga ilang-ilang, skrng malah jadi gatal
2 komentar
Terbaru
Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.
Dari gejala yang kamu alami—**gatal di area kemaluan, kulit mengelupas, sering kambuh setelah haid, keputihan yang tidak hilang, dan tidak membaik dengan ketoconazole**—kemungkinan besar ini disebabkan oleh **infeksi jamur atau iritasi kulit**, tapi ada juga kemungkinan infeksi bakteri atau kondisi kulit lainnya.
### **Kemungkinan Penyebab:**
1. **Infeksi Jamur (Kandidiasis Vaginalis)**
- Ditandai dengan **gatal yang parah**, kulit mengelupas, dan keputihan berwarna putih seperti susu atau gumpalan keju.
- Biasanya muncul **setelah haid** karena perubahan pH vagina.
- Bisa makin parah karena **kelembapan di area lipatan kulit**.
2. **Infeksi Bakteri (Bacterial Vaginosis atau Dermatitis Kontak)**
- Jika keputihan **berbau amis atau busuk**, bisa jadi bacterial vaginosis (BV).
- Jika hanya gatal tanpa bau, bisa jadi iritasi dari **sabun, celana dalam ketat, atau pembalut**.
- Bisa juga karena alergi **terhadap deterjen atau pewangi pakaian**.
3. **Eksim atau Dermatitis Kontak**
- Bisa terjadi akibat **gesekan, keringat, atau reaksi alergi terhadap sabun**.
- Ditandai dengan **kulit kering, bersisik, mengelupas, dan gatal**.
### **Cara Mengatasinya:**
✅ **Ganti Salep**
- Karena ketoconazole kurang efektif, coba salep **clotrimazole 1% atau miconazole 2%** (antijamur) yang bisa dibeli di apotek.
- Jika masih tidak membaik, mungkin butuh **krim kombinasi dengan steroid ringan** (seperti hidrokortison).
✅ **Jaga Kebersihan & Keringkan Area Vagina**
- Pakai **celana dalam katun**, hindari celana ketat.
- Jangan gunakan **sabun kewanitaan atau pembersih dengan pewangi**, cukup bilas dengan air bersih.
- Setelah mandi atau BAK, pastikan area vagina **kering sebelum memakai celana dalam**.
✅ **Keputihan & Gatal Parah? Minum Obat Antijamur**
- Kalau gatal terus-menerus dan keputihan banyak, kamu mungkin butuh obat minum seperti **fluconazole 150 mg** (harus dengan resep dokter).
✅ **Boleh Pakai Rebusan Air Sirih, Tapi Jangan Berlebihan**
- Air sirih **bisa membantu**, tapi kalau terlalu sering justru bisa **membunuh bakteri baik di vagina**, jadi cukup **1-2 kali seminggu saja**.
Kalau sudah coba perawatan di atas tapi masih gatal terus dan kulit tetap mengelupas, **sebaiknya periksa ke dokter kulit & kelamin** supaya bisa diperiksa lebih lanjut dan diberikan obat yang lebih tepat.
Penting untuk tidak mengabaikan gejala ini, terutama jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal. Penggunaan air sirih bisa membantu, tetapi sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai. Dokter mungkin akan merekomendasikan salep atau obat yang lebih efektif, tergantung pada penyebab yang mendasari. Hindari penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi, seperti sabun beraroma atau tisu yang mengandung bahan kimia. Jika gejala tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Related content