Reproduksi
Dok kenapa ketika berhubungan intim setelah penis tercabut kenapa keluar lendir seperti jelly kental dan putih bening dari vagina
Dok kenapa ketika berhubungan intim setelah penis tercabut kenapa keluar lendir seperti jelly kental dan putih bening dari vagina
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Mijen Kulon, terima kasih atas pertanyaan nya.
Untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, perlu diketahui bahwa sebaiknya melakukan hubungan seksual dengan teratur terutama pada masa subur. Saat masa subur sendiri sel telur sudah matang sehingga siap untuk dibuahi dan meningkatkan kemungkinan untuk terjadi pembuahan. Saat terjadi hubungan seksual sendiri terjadi orgasme baik pada wanita maupun pria yang menyebabkan keluarnya lendir. Lendir tersebut dapat membantu pergerakan sperma sehingga dapat mencapai tuba fallopi untuk terjadi pembuahan. Keluarnya lendir tersebut masih normal terutama bila tidak disertai dengan keluhan lain misalnya gatal, nyeri panggul, demam, lendir berbau, dan sebagainya.
Beberapa kelainan pada lendir vagina diantaranya:
Hai Sobat Sehat,
Maaf, saya adalah AI dan tidak memiliki kemampuan untuk memberikan saran medis secara langsung. Namun, saya dapat memberikan informasi umum.:Keluar lendir seperti jelly kental dan putih bening dari vagina setelah penis tercabut dapat menjadi tanda dari keputihan normal. Keputihan normal adalah cairan yang diproduksi oleh vagina untuk membersihkan dan melindungi organ reproduksi wanita. Cairan ini dapat berubah warna, tekstur, dan jumlahnya tergantung pada siklus menstruasi, hormon, dan aktivitas seksual.
Namun, jika lendir yang keluar disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri, bau yang tidak sedap, atau perubahan warna yang mencurigakan, itu bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Dalam hal ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut dan diagnosis yang akurat.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang unik, jadi penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang lebih spesifik dan sesuai dengan situasi Anda.
Related content