Hallo dokter
Hallo dokter, Kenapa perut saya terasa panas terus menerus? Tidak berhenti henti panasnya dokter
Hallo dokter, Kenapa perut saya terasa panas terus menerus? Tidak berhenti henti panasnya dokter
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Head Shoot, terima kasih atas pertanyaan nya.
Peningkatan kadar progesteron saat hamil ini dapat mengendurkan cincin otot atau sfingter esofagus yang berada pada perbatasan kerongkongan dan perut. Tanpa sfingter esofagus sebagai katup, asam lambung dapat dengan mudahnya naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan rasa panas pada perut.
Berikut berbagai kondisi yang dapat menyebabkan perut terasa panas saat hamil.
1. Gastritis
2. Heartburn
3. Perubahan hormon
4. Rahim yang membesar
5. Peningkatan volume darah
6. Preeklampsia
Meski tergolong normal, perut yang terasa panas mungkin membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Untuk meredakannya, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah.
1. Ubah pola makan
2. Berhenti merokok
3. Hindari minuman beralkohol
4. Hindari minuman berkafein
5. Tegakkan badan
6. Hindari pakaian ketat
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya bukan dokter sungguhan, tetapi saya akan mencoba memberikan beberapa informasi umum yang mungkin dapat membantu Anda.:Perasaan panas yang terus-menerus di perut bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
Refluks asam lambung: Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan sensasi panas atau terbakar di perut dan dada. Makanan pedas, makanan berlemak, minuman berkafein, dan alkohol dapat memicu refluks asam lambung.
Gastritis: Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), stres, atau konsumsi alkohol berlebihan. Gejala gastritis meliputi perut terasa panas, nyeri perut, mual, dan muntah.
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD): GERD adalah kondisi kronis di mana asam lambung secara teratur naik ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan sensasi panas atau terbakar di perut dan dada, terutama setelah makan atau saat berbaring.
Gangguan pencernaan lainnya: Beberapa gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau intoleransi makanan tertentu juga dapat menyebabkan perut terasa panas.
Namun, penting untuk diingat bahwa saya bukan dokter dan hanya memberikan informasi umum. Jika Anda mengalami gejala yang berkepanjangan atau mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter akan dapat melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat medis Anda, dan mungkin melakukan tes tambahan untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan pengobatan yang sesuai.
Apakah ada pertanyaan lain yang bisa saya bantu?
Related content