9 Tes Kesehatan untuk Wanita Saat Memasuki Usia 40-an

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan pertambahan usia, biasanya tubuh akan mengalami penurunan fungsi. Selain itu, sistem kekebalan tubuh pun biasanya mengalami penurunan yang akan berakibat pada kemampuan tubuh untuk menangkal penyakit. Biasanya usia pertengahan yang dimulai dari usia 40-an menjadi lampu kuning bagi wanita untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatannya. Berikut beberapa tes kesehatan untuk wanita yang sebaiknya di jalani jika Anda menginjak usia 40-an.

Apa jenis tes kesehatan untuk wanita usia 40 tahunan yang perlu dilakukan?

1. Pemeriksaan tekanan darah

American Heart Association merekomendasikan untuk memeriksakan tekanan darah setiap tahunnya dan dimulai di awal usia 20. Terlebih jika Anda memasuki usia 40-an maka hal ini menjadi salah satu tes wajib bagi seluruh wanita.

Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama dari penyakit jantung dan stroke. Tekanan darah yang normal berada pada 120/80 mmHg. Jika tekanan darah Anda melebihi batas normal, Anda bisa menurunkannya dengan diet, olahraga, dan pengobatan.

2. Tes kadar kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi menjadi salah satu pemicu penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai rutin untuk mengecek kadar kolesterol dalam tubuh untuk memeriksa kadar kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), dan trigliserida setiap tahunnya.

Jika kadar kolesterol jahat melebihi 130 maka Anda perlu mengubah gaya hidup Anda dan mulai untuk melakukan diet sehat yang dapat membantu menurunkan serta menstabilkan kadar kolesterol dalam tubuh.

3. Pemeriksaan kadar gula darah

American Diabetes Association merekomendasikan wanita untuk memulai tes kadar gula darah tahunan yang dimulai pada usia 45 tahun. Mengonsumsi makanan yang tidak sehat, tinggi kalori, gula, dan lemak, bisa meningkatkan kadar gula darah

Lama-kelamaan, kondisi tersebut akan berkembang jadi diabetes. Dokter biasanya akan memulainya dengan tes glukosa puasa atau tes A1C (tes darah yang menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama 3 bulan terakhir).

4. Pemeriksaan mata

Tes kesehatan untuk wanita yang tak kalah pentingya yaitu tes mata. American Optometric Association menyatakan ketika wanita memasuki usia 40 tahun maka kesehatan matanya harus diuji setiap 1-3 tahun sekali.

pemeriksaan visus mata

Penyakit yang mengancam kesehatan mata wanita di usia 40-an adalah glaukoma, rabun dekat, dan penyakit degenerasi makula. Selain itu, jika Anda mengidap diabetes maka kesehatan retina Anda juga perlu dicek karena diabetes bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata.

5. Skrining kanker serviks

Wanita yang berusia antara 30-65 tahun perlu menjalani tes pap smaer setiap tiga tahun sekali dan HPV setiap lima tahun sekali. Jangan ragu untuk menceritakan riwayat seksual Anda pada dokter untuk melihat apa saja hal yang perlu dikhawatirkan dari hal tersebut. Terlebih jika Anda memiliki riwayat berganti-ganti pasangan.

6.  Pemeriksaan payudara

Skrining payudara yang paling utama dan awal dimulai dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Hal ini dilakukan dengan cara memeriksa kondisi payudara sendiri dengan mendeteksi apakah terdapat perubahan seperti adanya benjolan, bentuk,  kerutan, lekukan di sekitar payudara dengan cara merabanya.

Selain itu, penting untuk menyadari adanya perubahan pada puting susu. Perubahan itu bisa meliputi bentuk, ukuran, ruam, dan nyeri.

7. Pemeriksaan kulit

Kulit menjadi bagian penting yang tak boleh dilewatkan dari rangkaian tes kesehatan untuk wanita. Pasalnya, kulit menjadi tameng tubuh yang setiap harinya terkena paparan langsung sinar matahari maupun polusi.

Oleh karena itu, seiring dengan pertambahan usia Anda perlu memberi perhatian lebih pada kesehatan kulit. Wanita berkulit putih terutama berisiko tinggi terkena kanker kulit seperti melanoma dan jenis lainnya dibandingkan dengan wanita berkulit gelap.

Memiliki keluarga dengan melanoma dan sering mengalami sengatan sinar matahari langsung di usia muda meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker kulit. Oleh karenanya, lakukan pemeriksaan ke dokter khusus kulit untuk mengecek kondisi kulit Anda secara keseluruhan. Selain itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda melihat perubahan pada kulit seperti tahi lalat yang membesar, ruam, arau bercak.

8. Pemeriksaan tiroid

Sekitar 13% wanita  yang berusia 35-65 tahun memiliki hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif). Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan tiroid setidaknya setiap lima tahun sekali. Pasalnya, beberapa kelainan tiroid juga lebih umum terjadi setelah masa menopause.

Tiroid yang kurang aktif biasanya diukur melalui tes darah. Jika Anda mengalami gejala seperti perubahan mood, penambahan berat badan, kebiasaan tidur, dan peningkatan kolesterol secara tiba-tiba maka segera konsultasikan dengan dokter Anda karena hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah pada tiroid.

9. Tes kesehatan mental

Tak hanya kesehatan tubuh wanita yang perlu diperhatikan, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Wanita berusia 40-an ke atas rentan mengalami depresi. Pasalnya ini merupakan usia menuju peralihan dimana wanita mendekati masa menopause. Perubahan hormon yang terjadi bisa membuat wanita menjadi lebih mudah stres.

Penelitian menunjukkan  wanita yang berusia antara 40-59 tahun ini juga memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi ketimbang dengan remaja putri. Selain itu, banyak wanita yang memasuki usia 40-an mengalami kecemasan yang berlebihan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mendatangi terapis ahli untuk mengecek potensi depresi yang mungkin terjadi.

Berbagai tes kesehatan untuk wanita ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai penyakit serius yang mungkin mengintai Anda seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, cobalah untuk mengonsultasikan pada dokter Anda terkait jenis dan rangkaian tes yang perlu dijalani.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Skrining Apa Saja yang Wajib Dilakukan Wanita?

Skrining adalah rangkaian tes kesehatan untuk mendeteksi penyakit. Nah, ada beberapa jenis skrining untuk wanita yang wajib dilakukan. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Wanita 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Kesehatan Wanita, Menstruasi 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Hormon estrogen berfungsi mengatur tumbuh kembang remaja perempuan selama puber dan selama kehamilan. Apa akibatnya jika perempuan kekurangan hormon ini?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Serba-serbi Orgasme, dari Pengertian Hingga Cara Mencapainya

Orgasme wanita bisa dicapai lewat berbagai cara, bahkan berulang kali. Namun, untuk mencapainya tidaklah semudah pria. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Tips Seks 4 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
endometriosis adalah, penyakit endometriosis, operasi endometriosis, gejala endometriosis, penyebab endromentriosis, kista endometriosis

Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
gangguan cemas dan masalah tidur saling berkaitan

Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit