backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 07/03/2020

    Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

    Anda sedang mengalami radang tenggorokan lalu berkeinginan untuk makan es krim? Ternyata, makan es krim saat radang tenggorokan diperbolehkan. Namun tidak untuk semua es krim.

    Sebelum kita mencari lebih dalam soal efek makan es krim saat radang tenggorokan, ada baiknya kita ketahui dulu makanan apa saja yang mungkin mengiritasi tenggorokan lebih parah atau yang sulit untuk ditelan. Makanan yang dimaksud seperti:

    • biskuit
    • roti kering
    • makanan pedas
    • soda
    • kopi
    • minuman beralkohol
    • makanan ringan seperti keripik atau popcorn
    • sayuran mentah
    • buah yang asam seperti jeruk, lemon, atau jeruk nipis

    Terlalu sering mengeluarkan dahak dari tenggorokan pun dapat memperburuk radang tenggorokan. Oleh karena itu, bagi sebagian orang yang mengalami peningkatan jumlah dahak akibat olahan susu, lebih baik menghindari susu dan makanan olahannya ketika saat mengalami radang tenggorokan.

    Aturan makan es krim ketika radang tenggorokan

    Makanan atau minuman dingin termasuk es krim atau es loli ternyata direkomendasikan untuk meringankan sakit karena radang tenggorokan. Pada sebuah artikel yang diterbitkan pada 2013 silam oleh Prof. Ron Eccles menjelaskan, es loli menurunkan temperatur pada ujung saraf dalam tenggorokan, sehingga mengurangi rasa nyeri.

    Es krim dapat menjadi pilihan makanan untuk meredakan nyeri karena membuat tenggorokan mati rasa dan meringankan nyeri saat radang tenggorokan untuk sementara. Es krim juga merupakan salah satu makanan yang tidak menyebabkan iritasi ketika sakit tenggorokan.

    Bahkan, es krim dapat menjadi sumber kalori tambahan ketika Anda kesulitan untuk mengonsumsi sumber protein dari makanan lain. Jika Anda memiliki intoleransi atau alergi terhadap susu, jenis es krim tanpa susu seperti sorbet dan es loli dapat menjadi pilihan karena dapat memberikan efek yang sama.

    Ada jenis es krim yang perlu dihindari

    es krim sehat diabetes
    Sumber: Shutterstock

    Lebih baik pilih jenis es krim yang tidak memiliki kacang, potongan biskuit atau tambahan lainnya yang mungkin menyulitkan untuk ditelan atau mengiritasi tenggorokan. Es krim yang terlalu manis karena mengandung karamel juga dapat memperburuk radang tenggorokan.

    Makan es krim saat radang tenggorokan dapat menjadi pilihan makanan untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Namun, pilih es krim seperti es krim susu atau es loli yang tidak memliki tambahan kacang atau yang terlalu manis.

    Apa makanan lain yang dapat mengurangi nyeri saat radang tenggorokan?

    Mengonsumsi es krim saat radang tenggorokan memang dapat meringankan nyeri, tapi makanan dan minuman hangat juga dapat memberikan efek yang sama.

    Selain itu, makanan lembut dan yang mudah ditelan biasanya aman untuk dikonsumsi ketika radang tenggorokan. Tekstur yang lembut dapat membatasi iritasi yang terjadi ketika Anda menelan makanan.

    Beberapa jenis makanan yang mungkin dapat Anda pilih seperti:

    • Seral seperti oatmeal yang dimasak dengan air hangat
    • Puding atau agar-agar
    • Yoghurt tawar atau dicampur dengan buah
    • Sayuran yang sudah dimasak
    • Smoothies buah atau sayur
    • Jus buah yang tidak asam, seperti jus apel atau alpukat

    Mengonsumsi makanan tersebut dapat membantu Anda tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa menyebabkan iritasi pada tenggorokan.

    Memang ada beberapa pantangan makanan saat radang tenggorokan, bukan berarti Anda jadi tidak perlu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Masih banyak makanan yang memiliki tekstur lembut dan tidak mengandung asam tapi kaya akan nutrisi dan gizi yang Anda butuhkan. Namun sekai lagi, makan es krim saat radang tenggorokan itu diperbolehkan.

    Disclaimer

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 07/03/2020

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan