home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Vagina merupakan bagian tubuh super sensitif yang bisa memberikan banyak kepuasan saat berhubungan seks. Namun, sering kali kita tidak tahu kalau ada beberapa hal yang dapat membahayakan organ intim tersebut. Apakah saja hal-gal yang mungkin dapat membahayakan vagina?

Pentingnya menjaga kesehatan organ intim wanita

Kesehatan organ intim wanita berpengaruh pada banyak hal, antara lain kesuburan, kehidupan seks dan kemampuan wanita dalam mencapai orgasme. Masalah pada organ intim berpeluang untuk mendatangkan penyakit, juga memengaruhi kehidupan sosial, seperti kehilangan rasa percaya diri dan stres.

Sekilas, vagina hanya tampak seperti organ kecil yang mudah dirawat. Namun, bila dilihat lebih jauh, vagina berhubungan langsung dengan leher rahim dan rahim. Organ ini lebih kompleks atau rumit dibandingkan kelihatannya. Oleh karena itu, perawatan dan menghindari hal-hal yang membahayakan vagina harus dilakukan.

Hindari perilaku saat seks yang dapat membahayakan vagina

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu kamu tinggalkan saat berhubungan seks:

1. Menyemprotkan pewangi atau parfum pada vagina sebelum berhubungan seks

Ada sebagian wanita yang menyemprotkan parfum atau pewangi pada vaginanya. Bahkan ada juga yang menaburkan bedak pada vagina. Hal ini bertujuan untuk membuat wangi organ intim Anda agar pasangan Anda menyukainya saat berhubungan intim.

Meskipun produk ini bisa bikin Anda wangi, tapi kandungan bahan kimianya dapat memicu iritasi yang membuat vagina Anda terasa panas. Vagina Anda tidak perlu sewangi bunga. Cukup jaga kadar pH agar seimbang dan bersihkan dengan wajar menggunakan air bersih, atau bila perlu dengan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine untuk mengusir bakteri dan parasit penyebab infeksi vagina dan bau tak sedap.

2. Menggunakan baby oil sebagai pelumas

Saat vagina Anda kurang cairan atau “seret” saat bercinta dengan pasangan, jangan sekali-kali Anda gunakan baby oil sebagai pelumas karena itu dapat membahayakan vagina. Hal ini malah akan menimbulkan masalah baru pada organ intim Anda. Jika baby oil digunakan akan menimbulkan iritasi pada vagina Anda.

Sama halnya dengan kulit yang terluka, vagina yang terluka atau iritasi akan mengeluarkan cairan yang malah bisa menimbulkan bakteri datang. Bahan dasar minyak pada baby oil cenderung kental dan tidak mudah dibersihkan dengan air. Hal ini membuat baby oil terjebak dalam saluran vagina yang membuat bakteri terperangkap hingga menyebabkan infeksi.

Jika memang membutuhkan pelumas, gunakan saja pelumas silikon atau yang berbasis air karena mudah dibersihkan.

3. Melumuri area sekitar vagia makanan atau minuman manis

Jika fantasi Anda seperti ini, pastikan makanan manis tersebut jauh dari organ intim Anda. Jika gula berhasil masuk ke dalam vagina, hal ini akan mengacaukan kadar pH dan menyebabkan jamur atau jenis infeksi lain.

4. Menghindari penggunaan kondom

Kondom berfungsi sebagai pelindung dari penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Kondom juga dapat berfungsi menghindari hal-hal yang membahayakan vagina, karena dapat menjaga tingkat pH vagina, yang berarti dapat mempertahankan hidup bakteri baik di area vagina. Bakteri baik ini sangat penting karena dapat membantu mencegah infeksi jamur pada vagina dan bacterial vaginosis.

Oleh sebab itu, jika Anda tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit kelamin, Anda juga bisa tertular penyakit tersebut.

5. Menggunakan sex toy yang terkontaminasi

Pastikan penggunaan sex toy saat berhubungan seksual yang Anda lakukan tidak menbahayakan vagina. Anda perlu memastikan mainan seks tersebut dalam keadaan steril. Jangan lupa mencuci sex toy dengan sabun dan air hangat untuk mengusir bakteri sehingga mencegah infeksi. Selain itu, jangan berbagi sex toy Anda dengan orang lain bila Anda tidak dapat menjamin kebersihannya. Hal ini justru bisa menjadi sarana penularan penyakit menular seksual.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Things You Should Never Use As Lube https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/substitute-for-lube diakses pada 10 Oktober 2017.

7 Things That Make Your Vagina Sad https://www.womenshealthmag.com/health/causes-of-vaginal-irritation  diakses pada 10 Oktober 2017.

15 Everyday Habits That Can Mess with Your Vaginal Health  https://www.rd.com/health/wellness/vaginal-health/ diakses pada 10 Oktober 2017.

8 Rules for a Healthy Vagina https://www.everydayhealth.com/womens-health-pictures/hygiene-rules-for-a-healthy-vagina.aspx diakses pada 10 Oktober 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 25/11/2020
x