home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tips Menghadapi Suami Dengan Gairah Seks Tinggi

5 Tips Menghadapi Suami Dengan Gairah Seks Tinggi

Apakah Anda merasa suami memiliki gairah seks tinggi? Di saat Anda sudah merasa cukup dengan aktivitas bercinta rutin berdua, suami merasa kurang dan kurang terus. Jika ini terjadi, ada baiknya Anda dan suami bersikap terbuka dan membicarakan hal ini dengan pikiran jernih. Lalu, apa lagi yang bisa Anda lakukan? Ini tipsnya untuk Anda.

Apa saja yang bisa mempengaruhi gairah seks seorang pria?

Masalah gairah bercinta bukan hanya ketika gairah terlalu kecil atau tidak ada, namun gairah terlalu besar juga akan menjadi masalah dalam kehidupan seks. Ada beberapa orang memiliki libido yang terlalu tinggi sehingga dia tidak bisa menahannya. Hal ini akan menjadi masalah jika suami bergairah namun istrinya sedang merasa lelah atau sedang tidak mood bercinta.

Gairah seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti halnya usia, bila masih tergolong muda, gairahnya bisa dipastikan masih tinggi. Menurut seksolog, di usia 40an kebanyakan pria masih ingin melakukan hubungan intim 2-3 kali seminggu.

Kebugaran fisik seorang pria juga mempengaruhi gairah seksnya, bila masih kuat jogging, push up, naik tangga secara cepat tanpa kehabisan nafas, sangat besar kemungkinan gairah pria seperti ini normal bahkan bisa tinggi.

Faktor hormonal juga penting untuk diperhatikan, bila kadar hormon seksual nya tinggi atau kadar testosteron tinggi, maka akan tinggi juga gairahnya. Namun, jika seorang pria menderita penyakit kronis seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit berat lainnya, hal ini akan menurunkan gairah seksual dalam jangka panjang.

Tips untuk Anda yang memiliki suami dengan gairah seks tinggi

Jangan khawatir, jika Anda memiliki suami dengan gairah seks tinggi, sebelum hal ini menjadi masalah dalam pernikahan Anda. Ada baiknya, Anda melakukan hal berikut ini.

1. Bicarakan bahwa Anda tidak dapat mengimbangi hasratnya

Katakan pada suami bahwa kebutuhan seksual Anda berdua berbeda. Sementara Anda terus mengusahakan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhannya, suami juga harus mampu memahami Anda yang memiliki energi terbatas dan gairah yang tidak meletup-letup sepertinya.

2. Jaga agar suami tidak tersinggung saat Anda terlalu capek untuk bercinta

Jelaskan dengan halus saat Anda sudah terlalu capek untuk memulai ronde ketiga, misalnya, janjikan pada suami untuk memberikan kebutuhan batiniahnya begitu energi Anda pulih, dan ingat, Anda harus menepatinya.

3. Bicarakan jika suami merasa kegiatan bercinta Anda berdua membosankan

Jika suami menjawab iya, bicarakan kegundahan Anda akan libidonya yang terlalu tinggi untuk Anda imbangi. Biasakan berlaku jujur kepada satu sama lain.

4. Sarankan untuk menemui dokter atau konsultasi ke psikolog jika semakin mengganggu

Jika Anda merasa bahwa gairah seks tinggi suami Anda mulai mengganggu hubungan. Tidak ada salahnya Anda berdua datang ke dokter atau berkonsultasi ke psikolog atau seksolog, jika hal ini dirasa membantu. Bagaimanapun juga, semua usaha untuk kebahagiaan berdua harus dilakukan.

5. Usahakan yang terbaik untuk berdua berdasar kesepakatan

Sudah menjadi rahasia umum gairah seks tinggi pada pasangan dapat menjurus kepada perselingkuhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Perselingkuhan dalam bentuk apapun tidak dapat ditolerir dan jika sampai terjadi, tentukan jalan terbaik apa yang harus Anda berdua tempuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

9 Vital Tips for the Partner With a Higher Sex Drive.

https://www.psychologytoday.com/blog/divorce-busting/201001/9-vital-tips-the-partner-higher-sex-drive. Accessed 02/05/2017.

7 Steps to Resolve Sexual Desire Differences.

http://www.aarp.org/home-family/sex-intimacy/info-06-2012/steps-to-resolve-sexual-desire-differences.html. Accessed 02/05/2017.

How to Deal with Mismatched Libidos.

http://www.goodinbed.com/blogs/sex_doctors/2011/05/dealing-with-mismatched-libidos-1/. Accessed 02/05/2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri