Aldolase

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu aldolase?

Tes aldolase  digunakan untuk mendeteksi penyakit pada hati dan otot.

Aldolase adalah enzim yang terlibat dalam proses glikolisis atau pemecahan glukosa menjadi energi dalam tubuh. Aldolase tersebar di seluruh bagian tubuh. Namun, enzim ini paling banyak ditemukan di otot dan hati.

Penderita distrofi otot, dermatomyositis, dan peradangan multi-otot cenderung memiliki tingkat aldolase yang tinggi. Tingkat aldolase masih dapat meningkat pada pasien muscular nacrosis, cedera otot, dan penyakit menular yang menyebar di otot (misalnya taeniasolium). Kenaikan jumlah aldolase ditemukan pada pasien yang mengidap hepatitis kronis, biliary obstructive jaundice, dan sirosis. Di samping itu, tes ini digunakan untuk mengidentifikasi penyebab otot melemah. Penyakit otot dapat dideteksi melalui tingkat enzim aldolase yang tinggi. Sementara itu, kelemahan otot yang disebabkan oleh penyakit neurologis seperti polio, miastenia gravis, dan multiple sclerosis memiliki tingkat enzim aldolase yang normal.

Kapan saya harus menjalani aldolase?

Secara umum, tes ini digunakan untuk mendiagnosis cedera otot dan hati. Misalnya, jika otot jantung rusak karena serangan jantung, tingkat aldolase akan meningkat dengan cepat. Begitu pula jika Anda mengidap penyakit sirosis.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, tes ini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan tes yang lebih akurat seperti creatine kinase, ALT, AST.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani aldolase?

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil tes, di antaranya:

    • penyuntikan otot sebelum tes dapat menaikkan tingkat aldolase
    • latihan intensif dapat meningkatkan aldolase untuk sementara waktu
    • obat-obatan tertentu dapat menaikkan tingkat aldolase (misalnya racun hati)
    • obat-obatan tertentu dapat menurunkan tingkat aldolase (misalnya fenotiazin)

Perhatikan peringatan dan tindakan pencegahan sebelum menjalani perawatan ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi dan instruksi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani aldolase?

  • untuk hasil terbaik, Anda tidak dianjurkan untuk berolahraga secara intens atau melakukan kegiatan fisik lainnya sebelum menjalani tes
  • dokter akan meminta Anda untuk membatasi kegiatan fisik beberapa hari sebelum tes
  • pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi tingkat aldolase dan membuat hasil tes tidak akurat
  • Anda disarankan untuk menggunakan pakaian lengan pendek untuk mempermudah proses pengambilan sampel darah dari tangan Anda

Bagaimana proses aldolase?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani aldolase?

Sebagian orang mungkin akan merasakan sakit ketika jarum suntik ditusukkan ke kulit. Namun bagi kebanyakan orang, rasa sakit tersebut akan berangsur hilang ketika jarum sudah berada tepat di pembuluh darah. Umumnya, tingkat nyeri yang dialami tergantung pada keahlian perawat, kondisi pembuluh darah, dan sensitivitas seseorang terhadap rasa sakit.

Setelah melalui proses pengambilan darah, balut tangan Anda dengan perban. Tekan vena perlahan untuk menghentikan pendarahan. Setelah melakukan tes, Anda dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar proses tes, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk instruksi lebih lanjut.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Normal

Kisaran normal:

  • dewasa: 3-8,2 Sibley-Lehninger unit / dL atau 22-59 mU / 37 °C (unit SI)
  • anak-anak: dua kali lebih tinggi dari kisaran dewasa
  • bayi: empat kali lebih tinggi dari kisaran dewasa

Abnormal

Peningkatan aldolase disebabkan oleh:

  • penyakit hati (misalnya, hepatitis)
  • penyakit otot (misalnya, distrofi otot, dermatomyositis, dan peradangan multi-otot)
  • cedera otot
  • infeksi otot (misalnya, taeniasolium)
  • necrosis process (misalnya, nekrosis usus)
  • koroner

Kisaran normal untuk tes aldolase dapat bervariasi tergantung laboratorium yang Anda pilih. Diskusikan dengan dokter apabila ada pertanyaan seputar hasil tes Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anion Gap

Tes anion gap dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya kelainan asam pada darah. Cari tahu definisi, proses, dan penjelasan hasil test.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Abses Hati

Abses hati adalah kantung nanah yang terbentuk di hati karena infeksi dan dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani segera.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Uretrotomi

Uretrotomi adalah sebuah prosedur untuk memperlancar aliran urine. Pelajari lebih lanjut tentang definisi, proses, dan risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Kandung Kemih 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alfa-Amilase

Alfa-Amilase

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit