Mengenal Sindrom Angioedema, Pembengkakan Pada Kaki Hingga Organ Intim

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pembengkakan pada tubuh bisa disebabkan banyak hal. Salah satunya sindrom angioedema (angioedema syndrome). Kondisi ini menyebabkan mata, kaki, tangan, bahkan organ kelamin jadi membengkak. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini pada ulasan berikut.

Sindrom angioedema, penyebab pembengkakan tubuh

Angioedema syndrome adalah pembengkakan lapisan kulit, jaringan subkutan, atau selaput lendir yang terjadi secara tiba-tiba.

Tidak hanya mata, tangan, bibir, atau kaki, sindrom ini juga bisa menyebabkan usus, alat kelamin, lidah, tenggorokan, dan laring ikut membengkak.

Pembengkakan umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 3 hari.

Meskipun begitu, pembengkakan yang terjadi pada saluran napas bagian atas dan saluran pencernaan, dapat menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen) yang mengancam jiwa, muntah dan diare parah.

Selain munculnya pembengkakan, sindrom angioedema juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Munculnya sensasi panas dan nyeri di area yang bengkak
  • Pembengkakan yang terjadi pada lidah, laring, atau tenggorokan dapat menyebabkan sulit bernapas
  • Pembengkakan pada lapisan transparan yang menutupi bagian mata (konjungtiva) dapat mengganggu penglihatan
  • Nyeri perut disertai mual, muntah, dan diare karena usus bengkak
  • Kesulitan buang air kecil karena kandung kemih dan uretra ikut membengkak

Kenapa sindrom angioedema bisa terjadi?

bibir bengkak

Sindrom yang membuat tubuh bengkak ini memiliki berbagai penyebab. Akan tetapi, dalam banyak kasus, belum diketahui penyebab pastinya.

Beberapa penyebab umum dari sindrom angioedema, antara lain:

Alergi

Angioedema sering kali terjadi sebagai hasil dari reaksi alergi. Kondisi ini sering disebut dengan allergic angioedema. Pemicunya bisa dari berbagai macam hal, seperti makanan, bahan kimia, atau gigitan serangga.

Reaksi alergi muncul karena tubuh salah mengenali suatu zat sebagai zat berbahaya. Tubuh kemudian membuat antibodi yang malah menyerang tubuh dan menyebabkan pembengkakan.

Genetik

Pada kasus langka, sindrom angioedema terjadi karena kesalahan genetik yang diwarisi oleh orangtua. Kesalahan genetik ini memengaruhi gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi zat C1 esterase inhibitor (C1INH).

C1INH adalah protein yang ada di dalam darah. Tugasnya, membantu sistem kekebalan tubuh dari infeksi dan menghilangkan sel-sel mati yang tidak diperlukan tubuh.

Jika terjadi kesalahan dalam produksi C1INH, orang tersebut akan rentan dengan infeksi atau memiliki gangguan autoimun. Salah satunya, sistem imun salah mengenali zat tertentu sehingga menyebabkan angioedema.

Obat

Angioedema juga bisa terjadi akibat penggunaan obat. Kondisinya bisa muncul saat obat baru diminum, beberapa bulan kemudian, atau bertahun-tahun kemudian.

Ada beberapa jenis obat yang rentan menyebabkan sindrom angioedema, di antaranya:

  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), seperti enalapril, lisinopril, perindopril dan ramipril, yang digunakan untuk mengobati hipertensi.
  • Ibuprofen dan jenis obat penghilang rasa sakit lainnya,
  • Angiotensin-2 receptor blockers (ARBs), seperti irbesartan, losartan, valsartan, dan olmesartan, yang digunakan untuk mengobati hipertensi

Tanpa sebab yang jelas

Angioedema yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya dikenal dengan angioedema idiopatik. Namun, ahli kesehatan meyakini jika kondisi ini dapat dipicu oleh stres, suhu panas atau dingin, infeksi ringan, dan aktivitas yang berat.

Perawatan untuk orang dengan sindrom angioedema

periksa ke dokter diabetes

Pengobatan utama untuk sindrom ini adalah dengan minum obat. Namun, pemberian obat harus disesuaikan dengan jenis angioedema.

Pada angioedema alergi dan idiopatik, dokter akan memberikan kombinasi obat antihistamin dan kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan.

Semetara untuk sindrom angioedema akibat obat, dapat diobati dengan penggunaan obat yang lebih aman tanpa memicu munculnya gejala.

Angioedema herediter (keturunan/genetik) tidak akan merespons antihistamin maupun obat-obatan steroid. Itu sebabnya, untuk mengobati jenis pembengkakan tubuh ini diarahkan pada tindakan pencegahan.

Pasien juga akan diberikan obat untuk menstabilkan kadar protein dalam darah untuk mencegah munculnya gejala.

Pada pasien yang mengalami gejala anafilaksis, suntikan auto-injector adrenalin akan diberikan agar gejala sindrom angioedema tidak bertambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hordeolum (Bintitan)

Hordeolum (bintitan) adalah munculnya benjolan yang terasa sakit di kelopak mata atas ataupun bawah. Bentuknya menyerupai jerawat. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Uveitis

Uveitis adalah peradangan pada uvea yang berada pada lapisan tengah mata. Kondisi ini dapat menyebabkan mata Anda membengkak dan merusak jaringan mata.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Epididimitis

Salah satu penyebab epididimitis adalah infeksi menular seksual. Apa faktor risiko lainnya? Bagaimana cara mengatasi dan pencegahannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 12 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Diuretik Alami untuk Mengatasi Tubuh Bengkak Akibat Air

Duduk sepanjang hari bisa bikin bagian tubuh bengkak karena timbunan air. Jika ini terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan obat diuretik alami berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Urologi, Ginjal 4 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

otitis eksterna (swimmer's ear)

Otitis Eksterna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
peredaran darah tidak lancar

10 Gejala Peredaran Darah Tidak Lancar dan Berbagai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
aktinomikosis actinomycosis adalah

Kenali Tanda dan Gejala Aktinomikosis, Infeksi Langka Penyebab Rahang Kaku

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
papilledema adalah pembengkakan saraf mata

Waspada Papilledema, Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit