Kenapa Penderita Epilepsi Perlu Rajin Minum Minyak Ikan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kandungan asam lemak yang berlimpah dalam minyak ikan rupanya bermanfaat sebagai pengobatan baru untuk epilepsi. Peneliti menemukan bahwa minum minyak ikan dapat mengurangi angka kejadian kejang pada percobaan dengan tikus. Terlebih lagi, para ahli menguak bahwa senyawa docosahexaenoic acid (disingkat DHA) yang terkandung dalam minyak ikan punya peran penting dalam mencegah kejang. Info selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

Apa itu epilepsi?

Epilepsi adalah kelainan saraf yang ditandai dengan kejang spontan dan berulang. Serangan kejang ini dipicu oleh lonjakan sinyal listrik di antara sel saraf otak (juga disebut neuron).

Saat ini memang sudah ada obat-obatan untuk mencegah munculnya kejang epilepsi. Obat tersebut harus dikonsumsi secara rutin, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.  

Apa benar minum minyak ikan bisa mencegah kejang?

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serangan epilepsi dapat dikurangi dengan DHA, yaitu asam lemak omega-3 yang dapat ditemukan pada minyak atau lemak ikan seperti ikan salmon, herring, dan juga dalam bentuk suplemen minyak ikan.

Selain DHA, ternyata hormon alami dalam tubuh manusia, yaitu estrogen, juga punya peran penting untuk mencegah kejang. Produksi hormon estrogen akan meningkat kalau Anda mengonsumsi DHA yang cukup.

Dengan mengetahui bahwa estrogen dan DHA memiliki potensi untuk mencegah kejang, para ahli melakukan penelitian untuk menentukan apakah mungkin ada kaitan antara keduanya.

Bagaimana minum minyak ikan bisa mencegah kejang?

Para peneliti melakukan penelitian dengan menguji tiga pola makan dengan bahan utama minyak pada tiga kelompok tikus selama 28 hari. Kelompok pertama diberi makanan yang mengandung minyak kedelai. Kelompok kedua diberi makanan yang mengandung minyak biji kapas. Sedangkan kelompok terakhir diberi makanan yang mengandung minyak biji kapas ditambah suplemen DHA.

Ketiga pola makan ini dipilih karena jumlah kandungan DHA yang ada pada setiap bahan alami berbeda-beda. Misalnya, tubuh akan menghasilkan lebih banyak DHA dari minyak kedelai dibandingkan dengan minyak biji kapas.

Setelah 28 hari, masing-masing kelompok tikus diberikan obat untuk memicu kejang. Peneliti menemukan bahwa kelompok yang diberikan makanan yang mengandung minyak kedelai dapat menunda terjadinya kejang lebih lama dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberikan minyak biji kapas saja.

Durasi terjadinya kejang juga tercatat lebih pendek pada kelompok tikus yang diberikan makanan yang mengandung minyak biji kedelai.

Namun, kelompok tikus yang diberi makanan yang mengandung minyak biji kapas dan ditambahkan suplemen DHA dapat menunda kejang paling lama dibandingkan dengan kelompok tikus lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa asupan DHA dari makanan sangat berperan dalam mencegah kejang.

6 Manfaat Minyak Ikan Untuk Kesehatan Tubuh

Pentingnya estrogen untuk mencegah kejang

Selanjutnya, tim ahli mengukur kadar estrogen di otak pada masing-masing kelompok tikus tersebut. Mereka menemukan bahwa tingkat estrogen dalam otak tikus yang diberi makanan yang mengandung minyak kedelai dua kali lebih tinggi daripada tikus yang diberi makanan yang mengandung minyak biji kapas saja.

Menariknya, tikus yang diberi makanan yang mengandung minyak biji kapas dan ditambahkan suplemen DHA memiliki tingkat estrogen otak yang paling tinggi diantara kelompok tikus lainnya. Dari temuan ini, para peneliti meyakini bahwa DHA sangat memengaruhi produksi estrogen di otak, yang kemudian akan berperan dalam pencegahan kejang.

Tim peneliti kemudian membuktikan teori tersebut dengan memberikan obat penekan estrogen pada tikus. Mereka menemukan bahwa kelompok tikus yang diberikan obat penekan estrogen mengalami kejang secara lebih cepat dibandingkan kelompok yang tidak diberikan obat tersebut.

Jadi, orang dengan epilepsi sebaiknya juga minum minyak ikan

Penelitian ini memang dilakukan dengan subyek tikus. Akan tetapi, karena kemiripan struktur genetik antara tikus dan manusia, para ahli menyimpulkan bahwa efek DHA dalam minyak ikan juga akan sama pada manusia yang punya epilepsi.

Akan tetapi, bukan berarti minum minyak ikan bisa menggantikan obat antiepilepsi atau obat antikejang yang sudah diresepkan oleh dokter Anda. Konsultasikan dulu pada dokter, bagaimana Anda bisa minum minyak ikan berdampingan dengan obat antiepilepsi Anda. Misalnya berapa dosis yang diperlukan atau jadwal minumnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit


Direkomendasikan untuk Anda

daging angsa

Belum Banyak Diketahui, Inilah Manfaat Daging Angsa dan Kandungan Gizinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit