Mempertimbangkan Pilihan Operasi Bypass Jantung

Oleh

Banyak orang dengan penyakit jantung koroner bertahan hidup berkat operasi bypass jantung. Dalam operasi ini, dokter bedah memanfaatkan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya untuk menciptakan jalan pintas di sekitar arteri yang tersumbat, lantas mengembalikan aliran darah menuju jantung. Sebuah laporan dalam Jurnal Kardiologi Universitas Amerika menyebut operasi ini, pertama kali dirintis di tahun 1960-an, sebagai “salah satu cerita sukses terbesar dalam dunia medis”.

Penghargaan itu pantas diterima, tapi tidak semua orang dengan penyakit jantung koroner membutuhkan operasi ini. Banyak orang mampu mengendalikan penyakit mereka melalui diet dan olahraga, dan yang lainnya dengan obat-obatan, angioplasti, atau perawatan tanpa operasi lainnya. Setelah memeriksa semua keuntungan dan kerugian setiap cara, Anda dan dokter dapat memutuskan perawatan yang cocok bagi Anda.

Apa saja manfaat operasi bypass?

Operasi bypass mampu menyembuhkan gejala penyakit jantung koroner dengan cepat, termasuk angina (nyeri dada). Pasien biasanya bisa kembali beraktivitas seperti biasa selama 10-15 tahun, setelahnya mungkin memerlukan operasi bypass lainnya jika tersumbat lagi. Jika Anda mengidap penyakit jantung koroner parah—contohnya, beberapa arteri tersumbat dan ventrikel kiri melemah—operasi bypass dapat memperpanjang hidup Anda.

Apa saja kerugian operasi bypass?

Seperti operasi utama lainnya, operasi bypass jantung memiliki beberapa risiko. Sejumlah kecil pasien bahkan tidak bertahan hidup dari operasi itu. Angka kematian kurang dari 1% pada pasien di bawah 65 tahun dan cukup sehat, tapi bertambah drastis pada pasien lanjut usia dan pasien dengan jantung yang rusak, diabetes, atau menjalani operasi jantung sebelumnya.

Dengan sedikit menghalangi aliran darah yang normal, operasi bypass berpotensi menyebabkan beberapa komplikasi parah. Menurut sebuah laporan dalam Jurnal Kardiologi Universitas Amerika, sekitar 3% pasien akan menderita stroke selama operasi 3% lainnya akan kehilangan ketajaman mental. Sebuah studi tahun 2006 di Pusat Medis Universitas Duke menemukan kerusakan ginjal setelah operasi jantung meningkat. Para peneliti Duke menganalisis 5 juta orang yang keluar dari rumah sakit dan menemukan peningkatan gagal ginjal sebanyak 5 kali lipat selama periode studi. Mereka memperkirakan sekitar 20,000 kasus muncul setiap tahun. Komplikasi terutama umum pada pasien lanjut usia dan dengan diabetes, hipertensi, angina tidak stabil, aritmia, gagal jantung, atau menjalani operasi bypass sebelumnya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, lebih banyak dokter bedah melakukan operasi off-pump, yang berarti jantung terus berdetak saat cangkok bypass dipasang. Hal ini mengurangi risiko pendarahan dan komplikasi ginjal. Namun, Asosiasi Jantung Amerika mencatat bahwa kedua teknik dapat memberikan hasil yang sempurna dan mengatakan bahwa percobaan skala besar diperlukan untuk menentukan prosedur mana yang lebih baik.

Ingatlah bahwa operasi bypass bukan obat. Jika pasien tidak mengambil langkah lain untuk mengendalikan penumpukan plak dalam arteri, operasi bypass akan bernasib sama dengan arteri asli. Setengah bypass pembuluh vena tersumbat oleh plak dalam 10 tahun. Bypass arteri sekarang lebih sering digunakan untuk operasi bypass, dan arteri lebih jarang tersumbat setelah 10 tahun.

Apa saja alternatif operasi bypass?

Jika Anda mengidap penyakit arteri koroner parah, operasi bypass mungkin harapan terbaik untuk bertahan hidup. Namun, kebanyakan pasien akan mempertimbangkan memilih cara lain.

Angioplasti balon adalah salah satu alternatif umum dari operasi bypass. Dalam prosedur ini, dokter memasang selang yang disebut kateter melalui arteri yang tersumbat. Setelah kateter masuk, balon kecil dipompa untuk melebarkan arteri. Dokter lalu mengeluarkan kateter dan balon, tapi mungkin memasang perancah logam kecil, disebut stent, untuk menjaga arteri agar tidak tersumbat lagi. Seperti operasi bypass, angioplasty memulihkan aliran darah ke jantung dan meredakan gejala penyakit arteri koroner.

Dan, seperti operasi bypass, angioplasty dapat menjaga Anda tetap hidup. Para peneliti di Universitas Emory membuktikan poin tersebut pada hampir 400 pasien dengan penyakit jantung koroner ringan sampai sedang. Dengan pedoman saat ini, semua pasien memenuhi syarat untuk angioplasti atau operasi bypass. Pasien dipilih secara acak untuk salah satu prosedur tersebut. Menurut terbitan April 2000 dalam Jurnal Kardiologi Universitas Amerika, pasien dari setiap kelompok mungkin tetap hidup 8 tahun kemudian.

Ulasan sistematis 23 orang secara acak di tahun 2007 dalam percobaan yang terkontrol menemukan bahwa kelangsungan hidup selama 10 tahun sama pada kedua perawatan. Operasi bypass lebih efektif dalam meredakan angina dan membutuhkan lebih sedikit perawatan berulang, tapi memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan stroke selama prosedur.

Obat yang menurunkan tekanan darah dan kolesterol adalah alternatif lain. Obat jantung macam penghambat beta dan penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dapat meredakan angina dan menangkal serangan jantung. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, statin atau obat penurun kolesterol lainnya dapat memperlambat penumpukan plak dan banyak mengurangi risiko serangan jantung. Dokter mungkin juga menyarankan dosis harian aspirin. Dengan mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah, obat penghilang rasa sakit biasa ini memberikan perlindungan yang kuat kepada jantung.

Apakah saya mampu menghindari operasi jantung dengan mengubah gaya hidup?

Tergantung dengan kondisi jantung Anda, tapi beberapa ahli percaya bahwa banyak orang dengan masalah jantung bisa mengatasinya dengan diet yang sehat bagi jantung, olahraga, teknik relaksasi, dan perubahan gaya hidup lainnya. Contohnya, program untuk pasien jantung yang dirancang oleh Dr. Dean Ornish—kombinasi mengurangi stres, olahraga teratur, dan diet sangat rendah lemak—telah terbukti meredakan angina dengan cepat dan mengurangi risiko serangan jantung setengahnya. Program ini telah terbukti menyembuhkan penyakit jantung pada beberapa pasien dengan mengurangi penebalan plak dalam arteri yang tersumbat. Ornish juga menganjurkan pengajaran pasien jantung kemampuan berkomunikasi untuk “membuka hati mereka”, mengutip beberapa studi tentang manfaat kedekatan dan intimasi yang melindungi jantung.

Untuk mencegah berkembangnya penyakit jantung, atau bahkan memulihkannya, pasien jantung harus mengurangi atau menghindari lemak jenuh (dalam produk hewan seperti mentega, susu segar, telur, dan daging) dari diet. Sama pentingnya, Anda harus menghindari lemak trans, yang juga dapat menambah kolesterol jahat.

Namun, beberapa lemak sebenarnya baik bagi jantung. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa “lemak baik”, misalnya asam lemak omega-3 dalam ikan berlemak macam salmon, mungkin juga membantu menurunkan kolesterol dan membantu mencegah atau mengurangi penyakit jantung. Sebuah laporan dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika tahun 2006 mencatat bahwa konsumsi normal (1-2 porsi per minggu) ikan jenis tertentu mengurangi risiko kematian koroner sebanyak 36%. Studi lain yang melibatkan 20,000 dokter AS melaporkan bahwa orang yang makan ikan setidaknya sekali seminggu kemungkinan meninggal karena serangan jantung mendadak berkurang sebanyak 50% daripada orang yang hanya makan ikan sekali sebulan.

Para ahli berspekulasi bahwa karena omega-3 memiliki efek anti-radang sepanjang tubuh, mereka mungkin meredakan peradangan arteri. Omega-3 juga tampak meningkatkan kadar kolesterol “baik” HDL, yang membantu melawan plak yang cenderung menghambat arteri. Jadi, selagi menurunkan lemak dalam diet, Anda mungkin ingin berbicara dengan dokter tentang minum suplemen minyak ikan omega-3 atau menambahkan ikan dalam diet. Ingat, ikan mengandung raksa dan zat pencemar lainnya, tapi manfaat konsumsi yang cukup tampak melebihi risiko.

Tentu saja, gaya hidup yang sehat bagi jantung masuk akal seperti apapun perawatan yang Anda terima. Jika Anda merokok, makan makanan berlemak tinggi, dan tidak berolahraga, prosedur atau obat apapun hanya menyembuhkan sementara.

Apakah dokter terlalu sering menyarankan operasi bypass meski sebenarnya tidak diperlukan?

Banyak orang khawatir bahwa dokter mungkin merekomendasikan operasi bypass dengan cepat tanpa meneliti pilihan lainnya. Namun, menurut sebuah laporan dalam terbitan 1 Maret 2001 Jurnal Medis New England, justri kebalikannya. Studi menemukan bahwa 43% pasien yang memenuhi syarat untuk operasi bypass (berarti pasien dengan penyakit jantung koroner parah) tidak pernah menjalani operasi bypass, sering karena dokter menyarankan perawatan lainnya.

Memilih perawatan yang tepat untuk masalah jantung bisa sulit—bagi Anda dan dokter. Pada tahun 2009, sekelompok organisasi jantung menerbitkan pedoman untuk membantu dokter menentukan dengan tepat kapan operasi jantung harus dilakukan. Perawatan penyakit jantung koroner tergantung banyak faktor individual, termasuk tempat penyumbatan, apakah Anda menderita diabetes, dan fungsi jantung secara keseluruhan. Itulah sebabnya Anda harus mempelajari semua yang Anda sanggup tentang kondisi Anda dan mempersiapkan diri untuk memberikan banyak pertanyaan. Anda bahkan mungkin ingin mencari pendapat kedua. Pada akhirnya, informasi mungkin merupakan obat terbaik.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca