Jika Anda menderita gagal ginjal tingkat lanjut dan permanen, transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan pengobatan yang memungkinkan Anda untuk hidup seperti dulu sebelum menderita gagal ginjal.

Tetapi transplantasi tidak menyembuhkan; ini merupakan pengobatan lanjutan yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat selama sisa hidup Anda. Dan, menunggu donasi ginjal bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun. Transplantasi yang sukses membutuhkan upaya terkoordinasi dari seluruh tim perawatan kesehatan Anda, termasuk nefrologis, ahli bedah transplantasi, koordinator transplantasi, apoteker, ahli gizi, dan pekerja sosial. Tetapi anggota yang paling penting dari tim perawatan kesehatan Anda adalah Anda dan keluarga Anda. Dengan mempelajari perawatan Anda, Anda dapat bekerja dengan tim perawatan kesehatan Anda untuk memberikan diri Anda hasil terbaik, dan Anda dapat menjalani hidup yang aktif.

Bagaimana cara kerja transplantasi ginjal?

Transplantasi ginjal adalah suatu prosedur yang menempatkan ginjal yang sehat dari orang lain ke dalam tubuh Anda. Satu ginjal baru ini mengambil alih pekerjaan dari dua ginjal Anda yang gagal. Seorang ahli bedahakan  menempatkan ginjal baru dalam perut bagian bawah dan menghubungkan arteri dan vena dari ginjal baru ke arteri dan vena Anda. Darah Anda mengalir melalui ginjal baru, yang membuat urin, seperti yang dilakukan ginjal Anda sendiri ketika masih sehat. Kecuali jika mereka menyebabkan infeksi atau tekanan darah tinggi, ginjal Anda akan dibiarkan pada tempatnya.

Perawatan setelah transplantasi

Suksesnya transplantasi membutuhkan upaya terkoordinasi dari seluruh tim perawatan kesehatan Anda, termasuk nefrologis, ahli bedah transplantasi, koordinator transplantasi, apoteker, ahli gizi, dan pekerja sosial. Tetapi anggota yang paling penting dari tim perawatan kesehatan Anda adalah Anda dan keluarga Anda. Dengan mempelajari perawatan Anda, Anda dapat bekerja dengan tim perawatan kesehatan Anda untuk memberikan diri Anda hasil terbaik, dan Anda dapat menjalani hidup yang aktif.

Sistem kekebalan tubuh Anda dirancang untuk menjaga Anda tetap sehat dengan merasakan bila ada “penyerbu asing,” seperti bakteri, dan menolak mereka. Tetapi, sistem kekebalan tubuh Anda juga akan merasakan bahwa ginjal baru Anda adalah asing. Untuk menjaga tubuh Anda dari penolakan tersebut, Anda harus menggunakan obat yang menekan respon kekebalan tubuh. Anda mungkin harus meminum dua atau lebih obat-obat penekan kekebalan, serta obat untuk mengobati masalah kesehatan lainnya. Dokter akan membantu Anda mempelajari kegunaan setiap pil dan kapan harus dikonsumsi.

Pastikan bahwa Anda memahami petunjuk penggunaan obat-obatan sebelum Anda meninggalkan rumah sakit. Jika Anda sudah berada pada hemodialisis, Anda akan menemukan bahwa diet pasca-transplantasi Anda jauh lebih ringan. Anda dapat minum lebih banyak cairan dan makan banyak buah dan sayuran yang sebelumnya harus dihindari. Anda bahkan mungkin perlu untuk menaikkan sedikit berat badan, tetapi hati-hati untuk tidak menambah berat badan terlalu cepat dan menghindari makanan asin yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penolakan ginjal

Anda dapat membantu mencegah penolakan dengan menggunakan obat-obatan dan mengikuti diet Anda, tapi terus amati tanda-tanda penolakan – seperti demam atau nyeri di daerah ginjal baru atau perubahan jumlah urin Anda. Laporkan setiap perubahan tersebut kepada dokter Anda.

Bahkan jika Anda telah melakukan semua hal yang perlu dilakukan, tubuh Anda mungkin masih akan menolak ginjal baru dan Anda mungkin perlu untuk kembali melakukan dialisis. Kecuali dokter menentukan bahwa Anda bukanlah calon yang tepat untuk transplantasi, Anda akan kembali berada pada daftar tunggu untuk ginjal lainnya.

Efek samping imunosupresan

Imunosupresan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, yang dapat menyebabkan infeksi. Beberapa obat juga dapat mengubah penampilan Anda. Wajah Anda mungkin terlihat lebih berisi; berat badan Anda mungkin bertambah, atau munculnya jerawat atau rambut wajah. Tidak semua pasien memiliki masalah ini, dan diet serta alat rias dapat membantu.

Imunosupresan bekerja dengan mengurangi kemampuan fungsi sel kekebalan tubuh. Pada beberapa pasien, pada jangka waktu yang lama, berkurangnya imunitas ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Beberapa imunosupresan menyebabkan katarak, diabetes, asam lambung berlebih, tekanan darah tinggi, dan penyakit tulang. Ketika digunakan dari waktu ke waktu, obat ini juga dapat menyebabkan kerusakan hati atau ginjal pada beberapa pasien.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca