4 Tips Mencegah Risiko Kanker Usus Besar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seperti kebanyakan kasus kanker lain, tak banyak yang diketahui soal penyebab pasti dari kanker usus besar. Namun ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker ini, seperti riwayat kanker keluarga, kelebihan berat badan, merokok, hingga pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat. Tidak ada cara yang terbukti bisa mencegah penyakit ini sepenuhnya, tetapi ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko Anda. Apa saja hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker usus besar?

Yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker usus besar

1. Skrining kanker sedini mungkin

Skrining adalah proses pemeriksaan kanker atau pra-kanker pada orang yang tidak mengalami gejala penyakit ini. Skrining rutin kanker kolorektal merupakan salah satu senjata terkuat untuk mencegah kanker usus besar.

Sejak pertama sel abnormal mulai tumbuh sebagai polip kolorektal, biasanya diperlukan waktu sekitar 10 sampai 15 tahun baginya untuk berkembang menjadi kanker. Di sinilah peran skrining rutin untuk bisa sepenuhnya mencegah kanker usus besar dalam kebanyakan kasus. Ini dikarenakan sebagian besar polip bisa ditemukan dan diangkat sebelum memiliki kesempatan untuk berubah menjadi kanker. Skrining juga bisa berdampak pada penemuan kanker kolorektal lebih dini, saat penyakit ini masih sangat mungkin untuk disembuhkan sepenuhnya.

2. Tes genetik, terutama untuk orang yang punya riwayat kanker di keluarga

Jika Anda memiliki riwayat polip kolorektal atau kanker di keluarga, Anda harus berkonsultasi pada dokter. Kanker turunan dari kerabat dekat (tingkat pertama) seperti orangtua, kakak, dan adik adalah yang paling mengkhawatirkan, tetapi kanker dalam kerabat jauh juga merupakan hal penting. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari konseling genetik untuk mengulas riwayat medis keluarga untuk melihat seberapa besar kemungkinan Anda memiliki risiko kanker. Konselor juga bisa membantu Anda menentukan apakah pemeriksaan gen tepat bagi Anda. Orang yang memiliki kelainan gen bisa melakukan tindakan untuk mencegah kanker usus besar, seperti menjalani skrining di usia muda atau bahkan operasi.

3. Obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aspirin dan obat pereda nyeri (NSAID) lainnya dapat mengurangi perkembangan polip pada orang dengan riwayat kanker kolorektal atau polip. Namun perlu dipahami bahwa konsumsi obat NSAID rutin yang tidak perlu bisa menyebabkan efek samping besar, termasuk perdarahan dinding lambung dan pembekuan darah yang menyebabkan stroke atau serangan jantung. Konsultasi pada dokter terkait risiko dan manfaat aspirin.

4. Perubahan pola makan dan asupan suplemen

Pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat dilaporkan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatnya kasus kanker usus besar di Indonesia. Perbanyak menu makanan Anda dengan buah dan sayuran segar, serta coba untuk sebisa mungkin mengurangi konsumsi daging merah bisa membantu mengurangi risiko kanker usus besar. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D memiliki risiko yang lebih rendah untuk kanker kolorektal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 7, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca