Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Oleh

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Minuman ini dikenal dengan kandungan kafeinnya yang dapat memberikan energi, terutama jika dikonsumsi saat pagi hari. Minum kopi sudah menjadi salah satu rutinitas sebelum Anda mulai beraktivitas. Tapi, tahukah Anda bahwa katanya kopi juga memiliki potensi dalam mencegah kanker usus besar?

Studi menunjukkan potensi kopi dalam mencegah kanker usus besar

kanker usus besar stadium awal

Kanker usus besar banyak diderita oleh orang-orang di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan melaporkan pada tahun 2013 bahwa kanker usus besar menjadi penyebab kematian terbesar kedua untuk pria dan terbesar ketiga untuk wanita.

Potensi kopi dalam mencegah kanker usus besar tentu menjadi kabar baik terutama untuk yang gemar minum kopi.

Studi yang dipublikasikan oleh Gastroenterology di tahun 2017 menunjukkan, pasien dengan penyakit kanker kolorektal atau kanker usus besar yang rutin minum kopi setelah diagnosis memiliki risiko kematian awal yang lebih rendah.

Penelitian dilakukan dalam jangka panjang. Para peneliti mengamati data dari sekitar 1.600 pasien kanker usus besar yang telah direkam selama hampir 8 tahun. Studi ini dilakukan untuk menemukan pengaruh pola makan, gaya hidup, dan paparan lingkungan sekitar pada penyakit yang diderita.

Peserta diberi pertanyaan seputar konsumsi 130 jenis makanan dan minuman yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya juga termasuk kopi berkafein, kopi tanpa kafein, dan teh non-herbal (berkafein).

Selama lebih dari tujuh tahun tersebut peneliti juga melihat perkembangan pasien seperti penyakit yang kambuh atau pasien yang meninggal untuk dimasukkan ke dalam perhitungan.

Hasilnya, pasien yang minum kopi telah menurunkan risiko kematian akibat kanker usus besar sampai 52% dengan konsumsi setidaknya 4 cangkir kopi perhari. Sedangkan pasien yang minum sekitar 2 cangkir kopi juga mengalami penurunan risiko sebesar 37%.

Potensi mencegah kanker usus besar dalam kopi bukan dari kafeinnya

intoleransi kafein

Mungkin Anda berpikir potensi kopi dalam mencegah kanker usus besar berasal dari kafeinnya. Namun, ternyata tidak ditemukan perbedaan efek antara kopi yang berkafein dengan kopi yang tidak berkafein.

Bahkan, tim peneliti dari National Institute of Health-American Association of Retired Person (NIH-AARP) juga membandingkan dampak anti-kanker dari keduanya. Orang-orang yang rutin minum kopi berkafein dapat menurunkan risiko kanker usus besar sebanyak 17%, sedangkan konsumsi kopi decaf atau tanpa kafein dapat menurunkan hingga 21%.

Kopi juga terdiri atas lebih dari 1.000 senyawa kimia. Sulit untuk menentukan mana senyawa yang memiliki efek antikanker untuk tubuh.

Penelitian lanjutan masih dibutuhkan

Walau kopi menunjukkan potensi dalam mencegah dan mengurangi risiko kematian akibat kanker usus besar, masih banyak penelitian yang harus dilakukan untuk benar-benar membuktikan efek kopi pada penyakit kanker usus besar.

Penelitian ini hanya menunjukkan hasil pada orang-orang yang minum kopi dalam dosis tinggi. Selain itu, belum ada pemaparan secara jelas akan efek yang dihasilkan dari kopi.

Perbedaan gaya hidup di antara para pasien juga dapat memberi dampak pada efektivitas kopi untuk mencegah kanker usus besar. Studi ini juga cenderung bergantung pada ingatan peserta tentang apa yang diminum dan dimakan.

Selain itu, alternatif lainnya juga harus diperhitungkan. Konsumsi kopi yang rutin dalam pencegahan kanker juga tidak bisa diaplikasikan pada orang-orang yang memiliki masalah pencernaan tertentu seperti gangguan saluran pencernaan, maag, serta GERD.

Dr. Garrett Nash, seorang ahli bedah dengan spesialisasi pada kanker usus besar, mengatakan bahwa mengonsumsi kopi sah-sah saja. Namun, konsumsi kopi untuk mencegah kanker usus besar tidak disarankan karena belum ditemukan penelitian yang cukup untuk hal tersebut.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko kanker usus besar adalah menjalani gaya hidup sehat dengan membatasi asupan processed food seperti sosis dan kornet, banyak makan buah dan sayur, olahraga, dan berhenti merokok.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 16, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 14, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca