Tips Aman dan Mudah Berolahraga Untuk Penderita HIV/AIDS

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya, akan sangat sulit untuk Anda memulai olahraga setelah didiagnosis dengan HIV dan memutuskan untuk memiliki rutinitas olahraga. Berikut adalah beberapa tips olahraga untuk

Olahraga untuk penderita HIV/AIDS, yang baik seperti apa?

Pasang 2 alarm

Mungkin akan terasa berat untuk bangun pagi pada tahap awal saat Anda baru memulai berolahraga. Pastikan Anda dapat bangun tepat waktu, pasang 2 alarm dan letakkan jauh dari tempat tidur Anda. Alarm pertama memberi tahu bahwa Anda masih memiliki beberapa menit untuk tidur dan alarm kedua untuk benar-benar membangunkan Anda.

Makan dan minum yang benar

Minum cukup cairan sangat penting saat Anda berolahraga. Air dapat menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Ingatlah bahwa teh, kopi, soda, cokelat atau alkohol berbahaya dan dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan tubuh. Cek tautan berikut untuk tahu minuman yang baik diminum saat berolahraga. Jangan makan dengan porsi besar sebelum berolahraga. Cobalah untuk makan selama 1 jam pertama setelah sesi olahraga untuk menggantikan cadangan tenaga tubuh. Mengonsumsi cemilan seperti apel atau roti gandum lapis isi selai kacang sebelum berolahraga dapat meningkatkan tenaga.

Nutrisi yang tepat juga sangat penting. Dengan peningkatan aktivitas, Anda akan perlu mengonsumi lebih banyak kalori untuk menghindari penurunan berat badan. Anda dapat menyiapkan sarapan yang lezat pada malam sebelumnya dan menghangatkannya di microwave pada pagi hari. Hal ini dapat membuat Anda lebih semangat untuk olahraga. Memikirkan sarapan yang bergizi setelah berolahraga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Pilihlah aktivitas yang Anda sukai

Pilihlah kegiatan yang Anda nikmati. Baik itu yoga, berlari, bersepeda atau olahraga lain. Melakukan sesuatu yang Anda sukai dapat mendorong Anda untuk tetap rutin berolahraga. Ambil waktu istirahat untuk jalan-jalan santai.

Anda dapat mulai dengan olahraga ringan dan meningkatkan intensitasnya saat kondisi kesehatan Anda membaik. Apabila tingkat kebugaran Anda sudah baik, Anda dapat mengikuti olahraga kompetitif. Tenang saja, berpartisipasi dalam olahraga kompetitif atau tim tidak memiliki risiko penyebaran HIV pada atlit lain dan pelatih.

Jangan berlebihan

Program olahraga dengan cukup akan meningkatkan komposisi tubuh dan meminimalisir risiko kesehatan. Pada awalnya, cukup olahraga dengan perlahan dan atur jadwal olahraga dalam aktivitas sehari-hari Anda. Olahraga berlebihan dapat menyebabkan efek berbahaya pada kesehatan Anda.

Berolahragalah setidaknya 20 menit, 3 kali seminggu, semampu Anda. Rutin berolahraga dapat menggenjot tingkat kebugaran tubuh sehingga Anda akan merasa lebih baik.Begitu kekuatan dan tenaga sudah dirasa meningkat, cobalah tambah waktu berolahraga. Misalnya, 5 menit hingga 1 jam, 3-4 hari seminggu.

Olahraga juga merupakan salah satu metode terapi HIV yang dapat meningkatkan sistem imun Anda. Olahraga juga mungkin lebih berguna daripada pengobatan dalam hal tertentu, terutama mendukung pikiran yang positif. Jadi, mengapa Anda tidak olahraga mulai dari sekarang?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Mendengar istilah cuci darah dapat membuat bulu kuduk merinding. Tapi satu hal yang pasti, prosedur medis ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit