Jika Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya, akan sangat sulit untuk Anda memulai olahraga setelah didiagnosis dengan HIV dan memutuskan untuk memiliki rutinitas olahraga. Berikut adalah beberapa tips olahraga untuk

Olahraga untuk penderita HIV/AIDS, yang baik seperti apa?

Pasang 2 alarm

Mungkin akan terasa berat untuk bangun pagi pada tahap awal saat Anda baru memulai berolahraga. Pastikan Anda dapat bangun tepat waktu, pasang 2 alarm dan letakkan jauh dari tempat tidur Anda. Alarm pertama memberi tahu bahwa Anda masih memiliki beberapa menit untuk tidur dan alarm kedua untuk benar-benar membangunkan Anda.

Makan dan minum yang benar

Minum cukup cairan sangat penting saat Anda berolahraga. Air dapat menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Ingatlah bahwa teh, kopi, soda, cokelat atau alkohol berbahaya dan dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan tubuh. Cek tautan berikut untuk tahu minuman yang baik diminum saat berolahraga. Jangan makan dengan porsi besar sebelum berolahraga. Cobalah untuk makan selama 1 jam pertama setelah sesi olahraga untuk menggantikan cadangan tenaga tubuh. Mengonsumsi cemilan seperti apel atau roti gandum lapis isi selai kacang sebelum berolahraga dapat meningkatkan tenaga.

Nutrisi yang tepat juga sangat penting. Dengan peningkatan aktivitas, Anda akan perlu mengonsumi lebih banyak kalori untuk menghindari penurunan berat badan. Anda dapat menyiapkan sarapan yang lezat pada malam sebelumnya dan menghangatkannya di microwave pada pagi hari. Hal ini dapat membuat Anda lebih semangat untuk olahraga. Memikirkan sarapan yang bergizi setelah berolahraga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Pilihlah aktivitas yang Anda sukai

Pilihlah kegiatan yang Anda nikmati. Baik itu yoga, berlari, bersepeda atau olahraga lain. Melakukan sesuatu yang Anda sukai dapat mendorong Anda untuk tetap rutin berolahraga. Ambil waktu istirahat untuk jalan-jalan santai.

Anda dapat mulai dengan olahraga ringan dan meningkatkan intensitasnya saat kondisi kesehatan Anda membaik. Apabila tingkat kebugaran Anda sudah baik, Anda dapat mengikuti olahraga kompetitif. Tenang saja, berpartisipasi dalam olahraga kompetitif atau tim tidak memiliki risiko penyebaran HIV pada atlit lain dan pelatih.

Jangan berlebihan

Program olahraga dengan cukup akan meningkatkan komposisi tubuh dan meminimalisir risiko kesehatan. Pada awalnya, cukup olahraga dengan perlahan dan atur jadwal olahraga dalam aktivitas sehari-hari Anda. Olahraga berlebihan dapat menyebabkan efek berbahaya pada kesehatan Anda.

Berolahragalah setidaknya 20 menit, 3 kali seminggu, semampu Anda. Rutin berolahraga dapat menggenjot tingkat kebugaran tubuh sehingga Anda akan merasa lebih baik.Begitu kekuatan dan tenaga sudah dirasa meningkat, cobalah tambah waktu berolahraga. Misalnya, 5 menit hingga 1 jam, 3-4 hari seminggu.

Olahraga juga merupakan salah satu metode terapi HIV yang dapat meningkatkan sistem imun Anda. Olahraga juga mungkin lebih berguna daripada pengobatan dalam hal tertentu, terutama mendukung pikiran yang positif. Jadi, mengapa Anda tidak olahraga mulai dari sekarang?

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca