Apa Bedanya Diabetes Basah dengan Diabetes Kering?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/02/2020 . 7 mins read
Bagikan sekarang

Diabetes melitus ada banyak jenis: diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Di sisi lain, orang Indonesia juga sudah sangat familier dengan istilah penyakit diabetes basah dan diabetes kering. Memang, apa bedanya penyakit diabetes kering dan diabetes basah, dan apa saja gejala keduanya? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apa itu diabetes kering dan diabetes basah?

liraglutide

Penyakit diabetes memiliki banyak nama, seperti penyakit gula dan kencing manis. Penyakit ini terjadi akibat kadar gula darah tinggi akibat hormon insulin yang tidak bekerja dengan baik atau produksi insulin yang tidak mencukupi kebutuhan.

Padahal, insulin dibutuhkan untuk mengatur gula dalam darah terdistribusikan secara optimal ke sel-sel dan jaringan yang ada di seluruh tubuh sebagai bahan bakar energi. Gula dalam darah (glukosa) yang tidak tersalurkan dengan baik ini akan menumpuk di darah dan menimbulkan gejala pada penderitanya.

Terlepas dari istilah penyakit gula maupun kencing manis, ternyata masyarakat Indonesia juga menyebut kondisi ini dengan istilah penyakit diabetes kering dan diabetes basah. Meski begitu, penyakit diabetes basah dan kering bukan istilah medis yang resmi.

Dalam dunia medis, hanya ada beberapa jenis diabetes yang resmi tercatat sebagai gangguan hormon insulin, yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, dan diabetes gestasional, seperti dikutip dari laman American Diabetes Association.

Diabetes melitus tipe 1 terjadi akibat kurangnya produksi hormon insulin yang memadai sehingga membuat gula dalam darah terus menumpuk dan kadarnya terus meninggi. Kemungkinan besar, terganggunya produksi insulin terjadi akibat adanya masalah pada beta pankreas.

Sementara diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh insulin yang tidak berfungsi dengan baik. Meskipun jumlah insulin memadai, bila fungsinya tidak bekerja dengan baik, gula darah tetap akan menumpuk. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan resistensi insulin.

Berbeda lagi dengan diabetes gestasional, yang hanya menimpa ibu hamil dan berkaitan erat dengan perubahan hormon di dalam tubuh.

Ada pula ahli kesehatan yang berpendapat bahwa pradiabetes dan diabetes labil juga masuk dalam daftar jenis diabetes.

Istilah diabetes basah dan kering merujuk pada kondisi luka

periksa ke dokter diabetes

Meski bukan termasuk penyakit “resmi”, penggunaan istilah diabetes kering dan basah ternyata merujuk pada kondisi luka yang dialami oleh pasien diabetes.

Luka borok adalah bentuk komplikasi dari diabetes yang tidak tertangani dengan baik. “Penderita diabetes

tersebut ternyata merujuk pada kondisi luka yang dialami pasien diabetes. “Penderita diabetes (dapat) timbul luka (yang) cenderung basah, tapi yang kering juga merupakan luka,” ungkap dr. Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD pada CNN.

Nah dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit diabetes kering menandakan luka kering. Sementara itu, diabetes basah menandakan luka yang dalam kondisi basah (biasanya bernanah).

Sudah paham, ‘kan, bahwa ternyata diabetes kering dan basah bukan termasuk penyakit diabetes? Pada dasarnya, luka yang sulit sembuh adalah salah satu gejala diabetes. Artinya orang yang memiliki diabetes akan memakan waktu lebih lama untuk bisa sembuh dari luka fisik ketimbang orang yang sehat. Kondisi ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi.

Jadi, untuk selanjutnya akan lebih baik jika Anda menyebutnya sebagai luka kering dan luka basah pada orang yang memiliki penyakit diabetes. Nah, agar lebih memahami apakah sebuah luka diabetes termasuk kering atau basah, mari lihat perbedaannya lebih dalam.

Memahami luka kering pada pengidap diabetes

luka diabetes diamputasi
Dressing Patient’s foot With Bandage

Saat tubuh terluka, proses penyembuhan membutuhkan sirkulasi darah yang lancar pada area luka. Alasannya, karena aliran darah yang lancar memungkinkan sel-sel tubuh yang rusak mendapat oksigen dan nutrisi. Dengan begitu, sel akan meregenerasi diri dengan sel sehat sehingga luka jadi pulih.

Pada pasien diabetes, luka kering terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah akibat gula darah tinggi yang berkepanjangan. Kondisi ini disebabkan sirkulasi darah terganggu.

Jadi, gejala khas dari luka kering pada penderita diabetes adalah proses penyembuhan luka yang lebih lama dari orang sehat. Bila diamati, luka kering pada penderita diabetes tidak menimbulkan gejala luka bernanah.

Memahami luka kering pada pengidap diabetes

pengobatan diabetes insipidus

Luka basah merupakan kondisi lebih lanjut dari luka kering pada penderita diabetes. Ini bisa terjadi karena luka kering tidak diobati dengan tepat atau kadar gula darah pasien diabetes yang terus tinggi sehingga menghambat proses penyembuhan.

Luka diabetes basah ditandai dengan munculnya nanah dan ini merupakan gejala yang khas dari luka basah. Munculnya nanah, menandakan luka diabetes telah terinfeksi oleh bakteri.

Selain itu, gejala khas dari diabetes basah yang perlu diwaspadai adalah proses penyembuhan yang jauh lebih lama dibanding luka kering. Pada beberapa kasus, infeksi luka yang sulit sembuh dapat menyebar ke area lain sehingga harus dilakukan tindakan amputasi.

Mencegah luka diabetes bertambah parah

kesehatan kaki

Luka pada diabetes memang sulit sembuh. Agar tidak berkembang menjadi luka kering maupun basah, pasien diabetes harus mencegah munculnya luka, terutama pada kaki.

Berikut ini beberapa tips menghindari terjadinya luka kering maupun basah pada pasien diabetes, di antaranya:

  • Rajin membersihkan kaki setiap hari. Ketimbang menggosok, lebih baik memijat dan mengusap pelan kulit kaki saat dibersihkan.
  • Setelah dibersihkan, keringkan kaki dengan handuk lembut. Caranya, keringkan dengan ditepuk-tepuk pelan.
  • Tidak membiarkan kaki basah dalam waktu lama
  • Hindari berjalan tanpa alas kaki, terutama di luar rumah
  • Pakai sepatu yang nyaman, yakni sesuai dengan ukuran kaki
  • Potong kuku kaki dan tangan secara rutin, namun hindari memotong kutikula kuku
  • Lakukan pemeriksaan kaki secara rutin pada dokter yang menangani kondisi Anda

Meski sudah menerapkan tips di atas, risiko terjadinya luka kering maupun basah pada pasien diabetes tetap ada. Bila pasien diabetes mengalami luka, segera lakukan hal ini agar kondisinya tidak semakin bertambah parah. Perawatan luka diabetes yang bisa Anda lakukan, antara lain:

Rutin diobati

Jika sudah terluka, pasien diabetes perlu merawat luka tersebut dengan baik. Pasien perlu membersihkan luka dan menutupinya dengan perban bersih.

Baiknya, Anda memakai kaus kaki jika menggunakan sepatu. Namun, sesekali buka sepatu dan kaus kaki agar kulit juga bisa bernapas dan tidak lembap.

Konsultasi ke dokter

Bila luka diabetes kering yang Anda alami tidak pulih dalam beberapa minggu, terus menyebar, terasa sakit, dan menyakitkan, segera periksa ke dokter. Semua gejala tersebut bisa menandakan luka kering telah berkembang menjadi luka basah akibat infeksi.

Umumnya, luka akan diobati dengan krim atau salep antibiotik. Jangan sepelekan luka ini karena bisa bertambah parah dan berakhir dengan tindakan amputasi.

Menjaga kadar gula darah tetap normal

Merawat luka diabetes, baik kering maupun basah tidak hanya lewat obat antibiotik saja. Pasien diabetes perlu menjaga kadar gulanya tetap normal karena ini menjadi salah satu faktor untuk mendukung proses penyembuhan luka.

Kadar gula yang normal bisa diraih dengan menerapkan pola hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan tetap sehat, rutin olahraga, tidur dan cukup minum, dan minum obat diabetes sesuai anjuran dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . 3 mins read

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . 4 mins read

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . 4 mins read

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31/03/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 4 mins read
kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 4 mins read
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 mins read