Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit skleroderma sebelumnya? Skleroderma adalah satu dari beberapa jenis penyakit rematik autoimun yang dikenal juga dengan nama sistemik sklerosis. Memang belum banyak yang mengetahui mengenai skleroderma ini. Supaya lebih jelas, saya akan mengupas satu per satu mengenai mitos dan fakta tentang skleroderma.

Beragam mitos dan fakta mengenai skleroderma

Meski skleroderma tidak terlalu umum dibandingkan dengan penyakit autoimun lainnya seperti lupus, ada berbagai hal yang perlu diluruskan seputar mitos skleroderma.

Berikut berbagai mitos dan fakta skleroderma yang belum banyak diketahui:

1. Benarkah skleroderma adalah penyakit yang hanya menyerang kulit?

gatal karena tungau penyebab scabies

Jawabannya, tidak. Skleroderma memang adalah penyakit autoimun yang gejala utamanya menyerang kulit.

Skleroderma adalah penyakit yang berasal dari kata “sclero” yang artinya keras atau kaku dan “derma” yang berarti kulit.

Jadi, skleroderma adalah penyakit yang ditandai dengan kulit mengeras dan kaku.

Gejala utama skleroderma di antaranya kulit menjadi keras, menghitam, dan muncul bercak putih di bagian atasnya atau salt and pepper appearance.

Selain tanda utama pada kulit, penderita skleroderma juga kerap mengalami gejala awal berupa nyeri sendi.

Lebih dari sekitar 90% penderita skleroderma mengalami fenomena Raynaud.

Fenomena Raynaud adalah perubahan warna pada jari tangan, jari kaki, bibir, lidah, telinga, atau wajah saat sedang berada di cuaca dingin maupun mengalami stres emosional.

Perubahan warna di bagian tubuh tersebut berawal dari warna putih pucat saat sirkulasi darah terganggu, kemudian berubah menjadi biru saat darah kekurangan oksigen.

Terakhir, aliran darah kembali normal menjadi warna merah. Namun, bukan hanya menyerang kulit dan sendi, skleroderma juga dapat ditemukan pada organ-organ tubuh lainnya.

Inilah mengapa skleroderma yang menyerang kulit saja adalah mitos.

2. Mitos atau fakta, skleroderma adalah penyakit yang kebanyakan dialami wanita?

obat sakit kepala belakang

Jawabannya, fakta. Sekitar 90% pasien penyakit skleroderma terjadi pada wanita. 

Hanya saja, belum diketahui penyebab pasti mengapa kebanyakan kasus skleroderma dialami oleh wanita dan mengapa sedikit sekali terjadi pada pria.

Sementara risiko untuk terkena skleroderma dapat terjadi pada siapa saja dari mulai bayi sampai lanjut usia (lansia).

Namun, penyakit skleroderma paling berisiko dialami oleh kelompok usia 35-55 tahun.

3. Benarkah skleroderma hanya terdiri dari satu jenis?

cara memilih asuransi mitos skleroderma

Jawabannya tidak, ini hanyalah mitos skeloderma. Skleroderma adalah penyakit yang terbagi menjadi dua jenis.

Pertama adalah localized scleroderma (skleroderma terlokalisasi) dan kedua yakni systemic sclerosis (skleroderma sistemik).

Skleroderma terlokalisasi

Localized scleroderma atau skleroderma terlokasisasi adalah jenis yang tidak terjadi di seluruh bagian tubuh tetapi hanya muncul di bagian tertentu.

Jenis skleroderma ini terbagi menjadi morphea dan skleroderma linier. Morphea memiliki ciri khusus berupa penebalan pada kulit yang tampak licin, mengilap, hingga berwarna kecokelatan.

Terkadang penebalan morphea bisa menghilang maupun semakin membesar. Sementara skleroderma linier umumnya muncul di bagian lengan, kaki, dan dahi.

Skleroderma linier juga dapat membentuk lipatan yang menyerupai sayatan pedang di sepanjang kulit kepala dan leher.

Skleroderma linier kadang mampu membuat lapisan kulit dalam menjadi rusak. Hal ini membatasi pergerakan sendi yang ada di bawah kulit.

Skleroderma sistemik

Systemic sclerosis atau skleroderma sistemik adalah penebalan atau pengerasan kulit akibat pembentukan jaringan parut di seluruh organ tubuh, termasuk otot dan sendi.

Jadi, mitos skleroderma yang mengatakan bahwa hanya ada satu jenis itu tidak tepat. Jenis skleroderma ini terbagi menjadi skleroderma diffuse (menyeluruh) dan skleroderma limited (terbatas).

Sesuai dengan namanya, skleroderma diffuse adalah kondisi penebalan kulit yang cepat bertambah parah dan hampir mengenai seluruh bagian tubuh. .

Berbeda dengan skleroderma limited yang tidak mengenai bagian dada, perut, lengan atas, dan paha. Jadi, skleroderma limited hanya terbatas di jari tangan, lengan, muka, dan tangan serta jarang mengenai organ dalam.

Baik skleroderma diffuse maupun skleroderma limited sama-sama berpotensi untuk menyebar ke organ tubuh lain.

Namun, skleroderma diffuse yang biasanya memiliki peluang paling besar untuk mengenai organ tubuh lainnya.

4. Benarkah skleroderma adalah penyakit yang ringan?

penanganan serangan jantung pada diri sendiri

Jawabannya, tidak. Hal ini bisa dikatakan sebagai mitos karena skleroderma bukanlah penyakit yang tergolong ringan.

Ini karena selain mengenai kulit sebagai sasaran utamanya, skleroderma juga bisa menyerang organ-organ dalam tubuh khususnya jantung dan paru-paru.

Atas dasar itulah skleroderma tidak bisa dianggap remeh sebagai penyakit kulit semata.

Orang dengan skleroderma bisanya juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan organ jantung dan paru-paru guna mengetahui kondisinya.

Hal ini dikarenakan skleroderma adalah penyakit yang dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru, hipertensi pulmonal, sistem pencernaan, dan ginjal.

5. Mitos atau fakta, skleroderma mudah didiagnosis?

penyebab sirosis hati

Jawabannya, mitos. Sebagian besar penyakit autoimun, termasuk skleroderma, sulit didiagnosis bila hanya melihat gejala awalnya.

Sebab gejala yang muncul bisa saja menyerupai penyakit autoimun lainnya seperti lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjogren, dan lainnya.

Oleh karena itu, dokter bisanya akan melihat gejala apa saja yang pernah dialami pasien, termasuk pemeriksaan fisik dan kulit.

Selain itu, dokter juga akan melakukan berbagai tes lain guna memastikan hasilnya. Tes yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis skleroderma adalah tes laboratorium, meliputi tes darah rutin, tes fungsi ginjal, tes fungsi hati, tes ANA dan ANA profile.

Tes ANA atau anti-nuclear antibodies bertujuan untuk mencari antibodi spesifik yang biasanya dimiliki oleh penderita skleroderma.

Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan biopsi kulit bila gejala kelainan kulit cenderung meragukan.

Sementara bila gejala kelainan kulit sudah cukup khas, dokter biasanya tidak melakukan pemeriksaan biopsi.

Selanjutnya, bila pasien tergolong mengalami skleroderma sistemik, dokter umumnya menyarankan pemeriksaan lanjutan terkait organ jantung dan paru-paru.

6. Mitos atau fakta, skleroderma tidak bisa ditangani dan disembuhkan?

berhenti minum obat tidur resep

Jawabannya, fakta. Sebenarnya bukan sekadar mitos bahwa skleroderma adalah penyakit yang bisa ditangani.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada obat yang mampu benar-benar menyembuhkan skleroderma.

Itu sebabnya, penanganan rutin dari dokter dan disiplin dalam menjalani pengobatan merupakan bentuk tindakan yang perlu dilakukan dalam perawatan skleroderma.

Dokter biasanya menyarankan pasien skleroderma untuk menjalani perilaku hidup sehat, terapi yang direkomendasikan, dan minum obat rutin.

Namun, penanganan tersebut tidak selalu sama dan disesuaikan dengan gejala serta tingkat keparahan masing-masing pasien skleroderma.

Selain itu, pengobatan skleroderma juga bertujuan agar pasien berada di fase remisi atau kondisi yang stabil.

Meski belum bisa menyembuhkan skleroderma seutuhnya, pengobatan berguna untuk mengurangi efek dan gejala agar kondisi pasien lebih baik.

Pengobatan juga membantu mencegah fungsi organ-organ tubuh yang terkena menjadi lebih buruk.

7. Benarkah skleroderma adalah penyakit menular?

manusia bersosialisasi mitos skleroderma

Jawabannya, tidak. Skleroderma bukanlah penyakit menular. Jadi, ini hanya mitos skleroderma belaka.

Anda tidak perlu khawatir untuk berdekatan dengan pasien skleroderma.

Jika Anda tidak mengalami skleroderma pun jangan cemas untuk berada di dekat pasien skleroderma karena tidak akan membuat Anda tertular penyakit ini.

8. Mitos atau fakta, skleroderma adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga?

perbedaan pendapat dalam keluarga

Jawabannya, tidak diturunkan secara langsung. Namun, ada kecenderungan genetik menurun diwariskan dalam keluarga.

Begini, sejauh ini memang belum ditemukan secara pasti mengenai penyebab dari skleroderma.

Akan tetapi, ketika ada anggota keluarga mengalami skleroderma, anggota keluarga lainnya bisa mendapatkan genetik yang cenderung mengarah ke skleroderma.

Kecenderungan genetik ini kemungkinan berkembang menjadi skleroderma karena ada pemicu dari faktor lingkungan.

Faktor lingkungan yang dapat memicu kecenderungan genetik meliputi paparan silika, virus seperti sitomegalovirus, herpes virus, dan lainnya. 

Agar penanganan skleroderma bisa lebih cepat dilakukan, usahakan untuk tidak mengabaikan gejala apa pun yang Anda rasakan. 

Semakin cepat Anda memeriksakan diri ke dokter, semakin cepat pula diagnosis dan penanganan dapat diberikan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Skleroderma adalah satu dari beberapa jenis penyakit rematik autoimun. Supaya lebih jelas, mari pahami seputar mitos dan fakta skleroderma.

Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR
mitos skleroderma adalah

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR
komplikasi lupus

Mungkinkah Lupus Bisa Menimbulkan Komplikasi Pada Organ Paru?

Selain menyerang sendi dan kulit, lupus juga menimbulkan komplikasi pada organ lain, termasuk paru. Seperti apa gejala dan pengobatan yang perlu diketahui?

Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR
Hidup Sehat, Fakta Unik 8 November 2019

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Psoriasis Kuku Bisa Disembuhkan?

Psoriasis bisa menyerang kuku Anda. Bisa penyakit psoriasis kuku ini disembuhkan? Mari simak penuturan ahli dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Seseorang dengan Penyakit Autoimun Tertentu, Bisa Mengalami Penyakit Autoimun Lainnya?

Katanya, seseorang yang mengalami penyakit autoimun punya kecenderungan lebih besar untuk mengalami jenis penyakit autoimun lainnya. Benarkah demikian?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 2 September 2019 . Waktu baca 6 menit

Aturan Pola Makan yang Mampu Meringankan Gejala Penyakit Autoimun

Demi memulihkan kondisi, kadang dibutuhkan pengaturan pola makan harian yang tepat. Salah satunya yakni diet penyakit autoimun. Bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 27 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

Jangan anggap sepele, penyakit autoimun bisa merusak organ tubuh secara perlahan. Oleh sebab itu, yuk cari tahu semua hal tentang penyakit ini dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
NSAID untuk autoimun

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit