Kenapa Tidur Terlalu Lama Malah Bikin Kita Lebih Lelah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang suka tidur, bukan? Tidak ada yang lebih sempurna dari merayap perlahan menuju tempat tidur dan tidur sepuasnya setelah seharian penuh bekerja. Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah atau gangguan kesehatan. Tapi bagaimana jika sebaliknya yang terjadi, dan Anda tidur terlalu lama? Apa yang akan terjadi jika Anda tidur lebih lama dari waktu yang seharusnya? Jawabannya adalah Anda justru akan merasa lelah. Mengapa? Simak ulasannya.

Penyebab rasa lelah setelah tidur terlalu lama

Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk membantu Anda menciptakan dan mengumpulkan memori, memelihara sistem imun tubuh, dan membuat Anda berenergi saat terjaga. Saat akhir pekan, kebanyakan dari Anda pasti akan berencana tidur lebih lama untuk ‘menebus’ rasa lelah.

Menurut Michael Breus ahli kesehatan tidur, kebutuhan tidur manusia adalah 7,5 jam sehari. Saat Anda tidur, Anda akan melalui lima tahapan dengan tahap 1-4 dengan periode tidur REM (rapid eye movement) di antara tiap tahapannya dan setiap tahapan memiliki lama waktu 90 menit. Tidur terlalu lama yang menyebabkan Anda justru merasa lelah, berhubungan dengan tahapan dalam tidur.

Tahap satu atau yang biasa disebut dengan tidur ringan. Di tahap ini Anda berayun-ayun dari tidur dan terjaga sehingga mudah dibangunkan. Di tahap ini mata Anda bergerak sangat lambat dan otot Anda mulai rileks.

Banyak orang mengalami kontraksi otot mendadak, disebut dengan hypnic myoclonia, yang dirasakan seperti sensasi akan jatuh. Jika Anda terbangun dari tahap tidur satu, Anda mungkin akan mengingat gambaran visual yang terpecah-pecah.

Di tahap kedua, Anda akan mulai tidur. Rata-rata orang dewasa menghabiskan tidur malamnya di tahapan ini. Di tahap kedua ini napas dan detak jantung mulai teratur, gerakan mata berhenti, suhu tubuh menurun, dan masuk ke alam tidur. Gelombang otak juga menjadi lambat.

Apa yang akan terjadi di tahapan tidur ketiga, empat, dan lima?

Tahap tiga sampai empat atau yang biasa disebut dengan tidur dalam, adalah tahapan tidur yang bersifat restoratif di mana energi dipulihkan dan juga jaringan serta sel-sel diperbaiki dan ditumbuhkan.

Di tahapan tidur ini tekanan darah Anda turun, napas melambat, dan mata berhenti bergerak serta otot-otot menjadi rileks. Di tahap tiga, gelombang otak menjadi sangat lambat yang disebut juga dengan gelombang delta. Di tahap empat, otak Anda hanya memproduksi gelombang delta.

Di tahap lima atau sering disebut juga dengan tahap REM, akan terjadi 70-90 menit pertama setelah Anda tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada setiap tahapan. Ini adalah periode saat Anda bermimpi.

Saat Anda berniat memperpanjang jam tidur agar tidur lebih lama, maka Anda akan mengulangi siklus tidur untuk kembali ke tahapan pertama. Jika hal ini terjadi, sangat besar kemungkinannya Anda akan terbangun diantara tahapan dua, tiga, empat atau saat Anda sudah ada di tahapan REM.

Bangun di saat Anda ada di tahapan tidur lebih dalam atau bahkan tahapan REM, justru tidak membuat tubuh Anda merasa lebih baik, namun sebaliknya Anda merasakan tubuh Anda lelah. Bagaimana, apakah Anda ingin bangun sekarang atau tidur lebih lama lagi?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Serba Serbi Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui (Plus Penyebab Kenapa Susah Tidur)

Anda susah tidur? Mungkin Anda bisa menggunakan obat tidur apotek atau obat tidur alami. Namun sebelumnya, ketahui juga apa saja efek obat tidur pada tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 23 November 2020 . Waktu baca 14 menit

Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

Efek samping CTM yang dapat menyebabkan kantuk membuat banyak orang memanfaatkan CTM sebagai obat tidur. Namun, apakah aman digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyebab tidur mangap

Ini Alasannya Kenapa Banyak Orang Tidur Mangap

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
gangguan tidur berat badan

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit